
Han Tae Tsu dan Park Lee Min kini sudah berada di gudang kosong di tengah hutan. Dimana disana Herman berada. Di depan gudang,dijaga oleh empat orang pengawal di depan pintu masuk utama dan empat orang pengawal di pintu masuk belakang.
"Tempat ini memang cocok untuk menahan orang. " Seru Han Tae Tsu.
"Apa dia baik-baik saja...? " Tanya Han Tae Tsu kepada Park Lee Min kemudian.
"Ya, tuan. " Jawab Park Lee Min patuh.
"Bagaimana pun juga,dia pernah berjasa dengan keluargaku.Jadi jangan biarkan menderita. " Ucap Han Tae Tsu lagi kepada Park Lee Min.
"Saya mengerti tuan. " Jawab Park Lee Min.
"Bukan saya yang membuat pak Herman menderita tuan muda,tapi tuan muda sendirilah yang membuat nya. Walaupun tanpa tuan muda sadari. " Batin Park Lee Min.
Mereka berdua pun masuk ke dalam gudang tersebut. Di dalam gudang tersebut nampaklah Herman yang tengah tertidur pulas,walaupun tangan dan kakinya dirantai.
"Aku tak pernah menyangka, kalau dia menghianati kepercayaanku. " Ungkap Han Tae Tsu.
"Bangunkan dia...! " Perintah Han Tae Tsu kepada para bawahannya.
"Baik tuan. " Jawab salah satu penjaga.
"Bangun,bangun...! " Ucap penjaga tersebut berusaha membangunkan Herman.
Herman pun terbangun, yang pertama dirinya lihat adalah Han Tae Tsu.
"Tu... tuan muda, tolong bebaskan saya dari sini tuan muda. " Mohon Herman kepada Han Tae Tsu.
"Kamu penghianat...! " Tuduh Han Tae Tsu kepada Herman.
"Apa maksud tuan muda,...? Sa... Sa... saya tidak pernah menghianati tuan muda, tolong percayalah tuan muda. " Ungkap Herman dengan memohon.
"Kau membawa kabur calon istriku, dan hendak berbuat hal yang tidak pantas kepadanya. Itu kau bilang tidak menghianatiku,kamu berusaha untuk menggagalkan pernikahanku pak Herman...! " Ucap Han Tae Tsu dengan nada bicara dingin.
"Maafkan saya tuan muda,tolong maafkan saya. " Mohon Herman lagi.
"Aku tak akan pernah mengampuni anda pak Herman, dan itu lah hukuman untukmu. Kau akan selamanya tinggal di sini, dan tak akan pernah bisa keluar dari sini lagi.Karena aku sendiri yang akan memastikan hal itu. " Ucap Han Tae Tsu dengan nada bicara dingin.
__ADS_1
"Tapi tuan, saya tidak salah. Saya hanya ingin mempertahankan cinta saya. Asal tuan muda tahu, Arumi adalah istri saya." Jawab pak Herman.
"Bukan istri pak Herman, tepatnya mantan istri itulah kebenarannya. " Kata Han Tae Tsu datar.
"Tidak, tidak seperti itu tuan muda. Arumi akan tetap menjadi istri saya, selama saya masih hidup. Tak ada lelaki lain manapun yang berhak mengambilnya dari saya. Dia istriku, Arumi istriku tuan muda. Tolong jangan ambil dia dariku, tolong... hiks... hiks... hiks... Arumi istriku...! "Ujar Herman sembari menangis sesenggukan.
" Pak Herman,kamu harus mengerti. Kalau sekarang ini kamu sudah bercerai dengan Arumi. Dan saya mohon kepada anda, tolong relakan Arumi untuk menjadi istri saya. "Ucap Han Tae Tsu datar.
" Tidak, tidak akan pernah tuan muda. Karena sampai kapanpun itu Arumi adalah istri saya. Dan akan tetap menjadi istri saya...! Jawab pak Herman dengan berteriak.
Han Tae Tsu berjalan mendekati Herman, dan berkata,
"Semua sudah terjadi pak Herman,kenyataan nya. Sekarang ini, Arumi sudah menjadi istriku.Jadi lebih baik, jangan pernah anda menjadi benalu dalam kehidupan rumah tangga kami. Sebaiknya jalani saja kehidupanmu dengan semestinya. Dan jangan pernah coba-coba untuk muncul di depan mataku mulai sekarang...!! " Ujar Han Tae Tsu kepada Herman. Lalu dirinya pun bergegas pergi dari sana di ikuti oleh Park Lee Min yang mengekor di belakang Han Tae Tsu. Belum sempat Han Tae Tsu melangkahkan kakinya sampai pintu masuk gudang.
Herman pun menundukkan kepalanya,dan berteriak keras...
"Baiklah tuan muda, jika itu kehendak anda.Maka biarkanlah saya memilih jalan saya sendiri. " Ucap Herman sembari menodongkan pistol di kepalanya sendiri. Pistol itu ia peroleh dari saku celana panjangnya.Yang sebelumnya ia sudah membawanya dari rumah untuk berjaga-jaga.
"Door... " (Bunyi suara tembakan). Seketika Herman pun tumbang dan terkapar di lantai. Dengan wajah tersenyum Herman mengakhiri hidupnya sendiri.
Han Tae Tsu pun menoleh ke belakang dan segera membalikkan badannya setelah dirinya mendengar suara tembakan.
Dalam perjalanan pulang, Han Tae Tsu nampak sedih. Dia kelihatan murung, mungkin karena merasa bersalah kepada pak Herman.
"Tuan muda,apa yang membuat anda kelihatan murung... " Tanya Park Lee Min kepada Han Tae Tsu.
"Ini karena salahku tuan Park. Karena aku lah, pak Herman mengakhiri dirinya sendiri. " Jawab Han Tae Tsu dengan menundukkan kepalanya.
"Itu semua bukan salah tuan muda,karena pak Herman lah yang mengakhiri dirinya sendiri, bukan anda tuan muda. " Ujar Park Lee Min mencoba menenangkan tuan muda nya.
Han Tae Tsu menatap Park Lee Min lalu kemudian berucap.
"Terima kasih tuan Park,terima kasih. " Kata Han Tae Tsu.
"Ya, tuan muda. " Jawab Park Lee Min.
Beberapa menit kemudian, sampai lah mereka di rumah sakit. Mereka membawa jenasah Herman ke rumah sakit untuk mengambil peluru dari kepala Herman. Baru setelahnya, akan dimakamkan.
__ADS_1
Setelah selesai dengan urusan rumah sakit, barulah mereka pulang.
Jenazah Herman di bawa dengan mobil ambulans,yang mengekor di belakang mobil yang di tumpangi oleh Park Lee Min dan Han Tae Tsu.
Butuh waktu empat puluh lima menitan untuk sampai di rumah.
"Tuan Park,aku mau kamu mengurus semua ini. Dan pastikan tidak ada yang terlewatkan. " Ucap Han Tae Tsu.
"Baik tuan muda. " Jawab Park Lee Min.
Di rumah Arumi.
Arumi mendapat kabar tentang kematian Herman dari Hong Han Na.Sedangkan Hong Han Na dari Han Tae Tsu.Arumi pun lalu memberitahukan berita ini kepada keluarga nya.
"Ibu, ibu,ibu... " Teriak Arumi memanggil ibunya.
Bu Darnia yang mendengar nya pun menjawab.
"Ada apa Arumi, kenapa kamu berteriak-riak...? " Tanya bu Darnia kepada Arumi.
"Mas, mas Herman bu. Dia,,,dia... " Ucap Arumi dengan nada bicara terbata-bata saking kagetnya mendengar berita kematian Herman. Namun ucapan nya di potong oleh bu Darnia.
"Ya Herman kenapa, kenapa dengan dia...? " Tanya bu Darnia penasaran.
"Dia meninggal dunia buk, " Jawab Arumi pelan.
"Apa...? " Kaget bu Darnia.
"Innalillahi wainnailaihi rojiun. " Ucap bu Darnia kemudian.
"Ayo bu, kita kesana..! " Jawab Arumi.
"Dimana Han...? " Tanya bu Darnia kepada Arumi.
"Dia tengah rapat bu. " Jawab Arumi.
"Baiklah kalau begitu, biar ibu hubungi bapakmu dulu. " Ujar bu Darnia kepada Arumi.
__ADS_1
Arumi pun menganggukkan kepalanya.