Dokter Sita

Dokter Sita
Episode 24


__ADS_3

    Sita dan Aditya berjalan melangkah menuju pelataran parkir usai makan malam. Tiba-tiba dua buah mobil dari mengapit mereka, cahaya lampu mobil yang menyorot tajam membuat keduanya silau lalu menutup mata dengan tangan. Tiba-tiba di hadapan mereka berdiri seseorang yang bertubuh tinggi besar. Seketika Sita pun pucat pasi karena. tubuhnya bergetar hebat,


     " Bagus, jadi kau sudah berani bohongi ayah kamu ini Sita....!!!"


    " A....aayah....???!!!!" ujar Sita dengan terbata-bata. melihat kemarahan di wajah Sultan Mahmud.


    " Setelah kau bergaul dengan pria ini kau jadi anak durhaka Sita, kali ini ayah tak akan ampuni kau...!" Sultan Mahmud hendak memukul wajah Sita namun tiba-tiba Aditya beranjak dan melindunginya sehingga tamparan Sultan Mahmud mengenai dirinya.


    " Pukul saja saya pak, jangan pukul Sita, dia tidak salah apa-apa, saya yang salah...!" Aditya berkata sambil menatap Sultan Mahmud yang nampak berang.


    " Tau salah kau apa, heh...?!" Sultan Mahmud menarik kerah baju Aditya.


    " Tau pak, tapi saya melakukan semua ini karena saya cinta dengan putri anda...!"


    " Apa, cinta...?!!!" ujar Sultan Mahmud. Diludahinya wajah Aditya.


    " Ayah jangan, jangan sakiti mas Aditya...Sita yang salah, Sita yang minta dibawa lari...bukan dia...!!!" Sita menjerit kencang melihat kekasihnya yang hanya diam tak melawan walau diludahi. Sita hendak mendekat namun tiba-tiba dua orang pria kekar menarik lengannya. " Lepaskan...!" Sita mencoba meronta, namun kedua tangan pria di sampingnya sangat bertenaga hingga menyulitkannya.


    " Kau bela anjing ini Sita, kau lupa kalau aku ayahmu...iya...?!!!"

__ADS_1


    " Bukan begitu ayah, Sita sayang ayah..tolong jangan sakiti mas Aditya...!" " Sita mohon...!" Sita menangis memohon agar ayahnya tidak menyakiti kekasihnya. Namun kemarahan Sultan Mahmud tak lagi mampu dikendalikan lagi.


    " Pajang....kau urusi laki-laki tak tau diri ini..!" Sultan Mahmud berteriak memanggil seorang pria bertubuh gempal yang kemudian menghampiri mereka.


    " Kau cinta dia kan Sita...?" Sultan berkata sambil mendekati Sita.


    " Iya ayah...!" jawab Sita.


    Tiba-tiba Sultan Mahmud memberi kode para pria tubuh gempal itu, dan tiba-tiba tangan kekarnya mampir di wajah Aditya yang tidak siap sebelumnya sehingga ujung bibirnya mengeluarkan darah.


    " Jangan...jangan sakiti mas Aditya...!!!" Sita kembali berteriak kencang, tangisannya pun semakin mengencang.


    " Mas Aditya....!!!" Sita memanggil kekasihnya yang menatapnya sambil tersenyum.


    " Tidak apa-apa...!" " Jangan menangis ya...aku tidak apa-apa...!" jawab Aditya.


    " Urusi sesukamu Pajang...!" ujar Sultan Mamhmud pada Pajang.


    " Aaakh...!!!" Aditya berteriak sambil menahan perutnya yang mendapat pukulan Pajang orang suruhan Sultan Mhamud.Tubuh Aditya pun terjungkal, mulutnya mengeluarkan darah segar. Sita menjerit dan menangis histeris, Aditya yang dicintainya dianiaya sedemikian rupa oleh suruhan ayahnya. Hatinya merasa sangat iba. Namun apa daya dirinya tak mampu berbuat apa-apa selain berteriak dan meronta.

__ADS_1


    " Jangan ayah...Sita mohon...Sita akan turuti semua keinginan ayah asalkan jangan sakiti mas Aditya ku lagi..!" Sita akhirnya menyerah pasrah karena tak tega melihat Aditya yang sudah kepayahan karena tak melawan sedikitpun demi dirinya.


    " Bagus...!" " Bawa dia masuk ke dalam mobil...!"


    " Baik Sultan...!" kedua pria yang menahan tubuh Sita segera membawa Sita masuk kedalam mobil.


    " Sita....?!!!!" Aditya memanggil kekasihnya yang mencoba meronta.


    " Mas Aditya...Sita minta maaf....!"


    " Sita sayang....Sita......Sita....!!" Aditya berteriak dan mencoba bangkit untuk mengejar wanita yang dicintainya, Dengan tubuh terseok-seok dan sambil menahan perutnya yang sakit. Aditya mencoba mengejar. Namun mobil yang membawa Sita telah melaju.


    " Mas Aditya...mas...!" Sita menggedor-gedor kaca jendela mobilnya, dilihatnya semua yang dilakukan kekasihnya yang sedang berusaha mengejarnya.


    " Ayah tolong jangan seperti ini...!"


    " Tidak...!" jawab ayahnya tegas.


    Aditya pun terjatuh saat berusaha menggapai tangan Sita yang mengulur dari balik jendela mobil. " Sita...jangan ambil Sita ku....jangan....!!!!!" Aditya berkata kencang namun terlambat Sita pun sudah dibawa pergi.

__ADS_1


    " Mas Aditya...!!!" Sita berkata lirih sambil menatap Aditya yang semakin menjauh dari pandangannya. Seketika pandangannya terasa gelap dan Sita pun jatuh pingsan.


__ADS_2