Dokter Sita

Dokter Sita
Episode 36 ( Kedatangan Sita )


__ADS_3

Aditya mengajak Sita ke rumah dinas yang ditempatinya bersama staf nya yang lain yang berjumlah delapan orang yang semuanya adalah pimpinan di masing-masing unit. Kedatangan Sita seketika membuat gaduh, mereka yang semuanya adalah laki-laki tampak berdecak kagum dengan kecantikannya. Dress warna peach yang dikenakan Sita hari ini semakin memperlihatkan keangunannya, rambut hitamnya yang bergelombang dibiarkannya terurai. Dengan bangga Aditya mengenalkan kekasihnya itu pada semua sahabat-sahabatnya.


" Saya Joko...saya laki-laki paling tampan disini...!" Joko mengulurkan tangannya.


" Apaan, buluk begitu...!" tukas Bisma, laki-laki bertubuh gempal berasal dari Bengkulu itu memukul bahu Joko berpostur kurus. " Saya yang paling ganteng, Bisma ...!" tukas Bisma sambil menyeringai.


" Andra..!"


" Heryaman..!"


" Sony..!"


" Bagas...!"


" Rifan...!"


Mereka semua saling berebutan untuk berkenalan dengan dokter Sita. Dengan sennag hati Sita menerima uluran tangan mereka.


" Sudah-sudah..kalian pergi sana...!" Aditya segera melepaskan tangan-tangan mereka dari tangan kekasihnya.


" Cuma pegang doang. nggak boleh..!" rutuk Heryaman yang biasa dipanggil Yaman.


" Nggak...!!" " Awas kalau berani lagi...!" Aditya mengancamnya.


Semua orang tertawa  melihat sikap Aditya.


" Mereka itu gendeng semua...!" ucap Aditya sambil menggamit lengan Sita untuk kemudian mengajaknya duduk di sebuah sofa di dalam rumah dinasnya.


" Ada dokter cantik rupanya, apa kabar...?" Hendra muncul dari dalam kamar, melihat kedatangan Sita dan Aditya dirinya pun segera menghampirinya. Usai bersalaman Hendra pun duduk di kursi kecil tak jauh dari mereka.


" Adik sudah kenal dengan temanku ini kan...?"


" Iya..!" jawab Sita sambil tersenyum.


" Saya dan Aditya adalah teman sejak duduk di bangku SMA, jadi kami berdua ini sudah tau sifat dan karakter masing-masing...!" ujar Hendra sambil menatap Aditya.

__ADS_1


" Iya, aku dan Hendra satu kuliahan juga, satu jurusan lain kelas, lulus ny sama-sama dan sama-sama pula mendaftar ke perusahaan negara ini dan diterima, jadinya aku dan dia sudah sangat dekat...!" Aditya ikut menambahkan ucapan shabatnya itu.


Sita kembali tersenyum mendengar apa yang mereka ucapkan tentang persahabatan mereka.


" Aditya ini orangnya pintar, dulu di SMA dia ketua OSIS,,dia aktif sekali...!"


" Oiya...?" sahut Sita terkejut mendengar semua itu. Dipandanginya wajah Aditya yang tampak menyeringai di sampingnya.


" Selain ketua OSIS dia itu pintar main gitar dan drum, kami semua punya grup band saat sekolah namanya " Paradise " yang artinya surga, sayang grup band itu hanya sampai SMA, ketika lulus kami semua sibuk kuliah dan akhirnya bubar begitu saja..!" ujar Hendra.


" Sayang sekali...!" tukas Sita. " Oiya biasanya pria terkenal di SMA itu banyak pacarnya ya kak...?" tiba-tiba Sita merasa penasaran dengan masa remaja kekasihnya.


" Banyak sekali...!" ujar Hendra sambil tertawa.


" Apaan..nggak...!" dengan cepat Aditya menjawabnya. " Apa nggak ekbalik tuh, dia yang banyak pacarnya, kamu ingat kan Ndra si Sella sampai nangis-nangis waktu kamu selingkuhin sama Mery...!" Aditya mencoba meluruskan ucapan Hendra dengan berkata tentang kenalan Hendra saat mereka sekolah dulu.


" Ha..ha...ha...!" Hendra menjawabnya dengan tertawa terbahak-bahk.


" Pacar mas waktu itu siapa...?" Sita kembali bertanya karena penasaran.


" Dia itu pemalu, walau dia ketua OSIS, dia itu sangat pemalu...!" ujar Hendra.


" Bukan pemalu, aku nggak percaya diri aja, aku ini tidak sekaya teman-temanku yang lain, aku ini hanya anak seorang guru yang dibesarkan oleh ibu tanpa ayah, itu saja...!" tukas Aditya. " Maka untuk bergaul dengan siapapun saya batasi karena hanya teman-teman di gru band ku saja yang dekat dengan yang lain biasa saja...!" tukasnya kemudian. " Lain dengan kamu Ndra, kamu anak orang kaya, ke sekolah pun kamu sudah pakai motor, aku sendiri hanya jalan kaki...!"


Sita memandang Aditya tanpa berkedip, dibiarkannya kekasihnya itu menceritakan masa remajanya, walaupun terselip sebuah pertanyaan bahwa tidak mungkin jika dari sekian wanita pemujanya tidak ada satupun yang menarik perhatian Aditya saat itu.


" Oiya, kalian lanjutkan bincang-bincang kalian, aku permisi dulu..mau mandi nih..gerah...!" ujar Hendra.


Sita pun mengaukkan kepalanya.


Sepeninggal Hendra, Sita kembali menatap kekasihnya yang juga tengah memandangi dirinya.


" Kamu cantik sekali hari ini ..!" Aditya berkata sambil membelai rambut Sita. Sita tersenyum dan tersipu malu mendengar pujian dari kekasihnya itu. Aditya terpana melihat ekspresi wajah Sita yang selalu membuatnya tergoda.


" Aku tak sabar untuk melamar kamu sayang...!" " Aku khawatir akan ada laki-laki lain yang akan merebutmu dari sisiku..!"

__ADS_1


" Mas ini ada-ada saja...!" tukas Sita.


" Lusa aku pulang ke Bandung, aku akan beri tau ibu dan keluargaku yang lain tentang acara lamaran kita, mau ikut...?"


" Memangnya mas serius mau melamar Sita sekarang ini...?" Sita terkejut mendengar ucapan Aditya.


" Lho siapa yang main-main, aku serius...aku ingin kita segera menikah, nggak baik lama-lama pacaran seperti ini, dosa kita akan semakin banyak...!" Aditya mencubit pipi Sita dengan gemas. Kedua bola matanya yang tajam mencoba menelisik isi hati kekasihnya. Sita tersenyum, apa yang dikatakan Aditya benar adanya, ciuman yang sering mereka lakukan adalah sebuah dosa karena mereka bukan suami istri.


" Pake lama lagi...cium dong...!" bisik seseorang di balik lemari penyekat ruangan.


" Belum..tunggu, bos kita pasti mencium dokter Sita...lihat itu sudah deket-deket...!"


" ***** kenapa nggak jadi, kalau gua jadi pak Aditya sudah aku ***** tuh bibir ranum dokter Sita yang sudah basah begitu...ini kenapa malah dianggurin...!"


" Ssst..jangan keras-keras nanti bos kita dengar...!" seseorang menimpali sambil ikut mengintip apa yang dilakukan atasan mereka dengan kekasihnya.


" Beuh...gua bisa bayangin desahan dokter Sita, suaranya halusnya itu bakal bikin merem melek...!"


" Jangan keras-keras peyang...!"


" Aw..!"


Aditya meraih sebuah majalan di atas meja, seketika dilemparnya majalah itu ke arah lemari penyekat.


" Kenapa majalahnya dilempar mas...?" Sita terkejut.


" Ada cecunguk...!" jawab Aditya dengan santainya, dirinya tau jika di balik lemari itu ada teman-temannya yang sedang mengintip apa yang dirinya lakukan bersama Sita.


" Masa sih mas...?" Sita tak percaya.


" Nih...!" Aditya kini melemparkan sendalnya. Seketika suara gaduh terdengar di balik lemari. Aditya pun tertawa melihat semua itu. Sita tertawa kecil karena kini dirinya tau maksud dari lemparan Aditya.


" Mereka semua itu lucu-lucu sekali...jadi hiburan...!" tukas Sita.


" Iya maklumlah, diantara mereka kan sudah ada yang menikah dan pacaran juga, jadinya begini tiap ada yang berkunjung mereka selalu membuat onar...!" jawab Aditya sambil memegang kepalnya.

__ADS_1


__ADS_2