Dokter Sita

Dokter Sita
Episode 54 ( Keluguan Aditya )


__ADS_3

Sebuah kambing muda dibeli Bisma untuk disate hari ini dalam acara syukuran. Seluruh unsur pimpinan dan para pekerja tambang ikut pula membakar sate kambing muda itu dengan rame-rame. Bisma  tampak bahagia karena semua teman-teman kantornya bisa menerimanya kembali tanpa ada tatapan sinis atau prasangka buruk pada dirinya.


" Sate nya sudah diap...?" Joko membawa puluhan tusuk sate yang sudah siap untuk dimakan. Semua orang yang sudah duduk berkeliling segera mengambilnya satu persatu.


" Ini spesial untuk pimpinan kita ya...?" Bisma memisahkan beberapa tusuk sate yang terpisah yang dikhususkan untuk Aditya.


" Trima kasih Bis...!" Aditya tertawa senang. Wangi sate kambing membuatnya tidak tahan untuk tidak segera disantapnya dengan nasi hangat.


Semua orang tampak bahagia, sesekali gelak tawa terdengar dari mulut mereka.


" Hati-hati bro dengan efek nya...ini kan sate kambing muda....bikin jreng...!!!" Joko berkata sambil tertawa.


" Bener-bener, yang istrinya jauh...siap-siap beli hand body lotoin nih...!" sahut Heryaman.


Suasana kembali riuh mendengar ucapan Joko dan Heryaman yang mengarah pada kebutuhan bilogis mereka sebagai seorang  pria dewas.


" Kalau buatku nggak ngefek tuh...paling manteng doang...!" ujar Andreas.


" Lha iya, wong kamu bujangan, belum tau rasanya kepunyaan wanita itu seperti apa legitnya...!" Hendra berkata sambil melemparkan bantak kecil ke arah stafnya itu.


Mereka kembali tertawa terbahak-bahak.


Aditya yang mendnegarkan obrolan mereka tampak tersenyum, bayangan Sita hadir dalam ingatannya saat ini.


RUMAH SAKIT PERTAMINA


Sita dan Aditya kini berada di sebuah poli kandungan di sebuah rumah sakit untuk memeriksakan kehamilan. Sita tampak tersenyum melihat foto janinnya di layar monitor USG.


" Itu anak saya dok...?" Aditya terkesima melihat makhluk kecil yang tumbuh di rahim istrinya.


" Iya, usianya sudah masuk lima belas minggu sekarang...ini detak jantungnya..walau masih belum kencang tapi sudah terdengar....!"


" Subhanalloh....!!!" Aditya menitikan air matanya mendengar debar jantung buah hatinya. Ini merupakan pengalaman pertamanya dengan Sita. " Yang..ini anak kita lho...!" Aditya menghampiri Sita yang sedang berbaring dengan perutnya yang terbuka karena dipasangkan sebuah alat. Sita tersenyum melihat suaminya yang terlihat sangat bahagia melihat benihnya tumbuh di rahimnya.


" Sayang sekali jenis kelaminnya belum bisa diketahui sekarang, mungkin di pemeriksaan bulan depan baru kelihatan dok...!"


" Iya tidak apa-apa...!" jawab Sita. Seorang suster membantunya bangkit untuk duduk dan merapihkan kembali kancing dress yang dipakanya.

__ADS_1


Dokter Rika adalah teman kampusnya dulu, mereka sudah saling mengenal satu sama lain, sehingga Sita tdak merasa sungkan jika harus memeriksakan kehemailannya.


" Wadah ASI nya sudah membesar Ta...mudah-mudahan air susunya juga banyak...!"


" Iya, mudah-mudahan ya..." jawab Sita.


" Biasanya dengan bentuk payudara seperti ini anaknya laki-laki lho...!"


" Masa sih...?!" Sita mengerutkan dahinya.


Rika pun tertawa. " Hei kita kan sudah pernah mendapatkan kuliahnya waktu itu...!"


" Lupa...!" jawab Sita.


Keduanya pun tertawa.


Sita kembali duduk berdampingan dengan Aditya.


" Aku resepkan vitamin yang paling bagus ya Ta..?"


" Boleh...!" jawab Sita.


" Ini..resepnya...!"


" Trima kasih Rik...!"


" Sama-sama Ta...sehat terus yah..banyak makan....cukup istirahat dan jangan terlalu cape...!"


" Iya...!" jawab Sita.


Aditya merangkul pinggang Sita. Tiba-tiba dirinya teringat sesuatu yang ingin ditanyakan pada dokter kandugan istrinya itu..


" Mm..dok...boleh saya tanya sesuatu...?" Aditya berkata sambil menatap dokter Rika.


" Silahkan pak..!"


" Mmm...di usia kehamilan berapa bulan, saya..saya ...maksudnya kami ..anu...!" Aditya merasa gugup. " Maksudnya, kapan saya bisa berhubungan badan lagi dengan istri saya...?"

__ADS_1


" Lho memangnya selama ini pak Aditya tidak melakukannya...?!" dokter Rika dibuat terkejut mendengar penuturan suami dari temannya itu.


" Be..belum...!"


" Kenapa...?!" " Takut keguguran ...?" Dokter Rika berkata sambil menahan senyumnya melihat keluguan Aditya.


" Saya rasa istri anda itu masih seorang dokter pak Aditya, kenapa bapak tidak minta penjelasannya pada istri anda saja...?!"


Seketika wajah Aditya pun memerah.


" Apaan sih mas...?!" Sita yang baru saja keluar dari kamar mandi segera mencubit pinggang suaminya dengan kencang sehingga Aditya pun meringis dibuatnya. Dokter Rika tertawa terbaha-bahak seketika.


KEDIAMAN SULTAN MAHMUD


" Yang...?!"


" Mm...!" jawab Sita yang sedang asyik membaca majalah.


Aditya yang duduk di sampingnya terlihat menatapnya. Kali ini Aditya tak mampu lagi menahan keinginannya yang selama tiga bulan ini ditahannya. Namun sekarang keinginannya itu semakin menguat. Sesuatu di balik celananya sudah menegang sejak siang tadi usai makan sate kambing di acara sykuran Bisma.


" Yang...!" Aditya menyentuhkan tangannya di pipi Sita.


Sita pun akhirnya menolehkan wajahnya. Aditya memberikan sebuah kode yang difahaminya.


" Sekarang...?" tanya Sita.


" Masa taun depan sih yang...kan udah lama mas puasa...sekarang yah..?!"


Sita tersenyum mendengar ucapan suaminya. Tak lama kemudian diangukkannya kepalanya sebagai tanda persetujuan.


Kedua bibir mereka pun kini sudah saling beradu dan saling mengecap satu sama lain. Ciuman mereka pun semakin menghangat dan menggelora hingga membuat jiwa mereka terbakar untuk berbuat lebih. Ucapan dokter Rika benar adanya, bukit indah Sita terlihat lebih besar dan padat sehingga membuat Aditya berah memainkannya. Seketika suara rintihan Sita pun terdengar, Aditya semakin mabuk gairah mendengarnya. Tubuh polos Sita dengan perutnya yang mulai membuncit  kini terlihat pasrah diatas tempat tidur. Aditya melepaskan semua pakaiannya yang melekat lalu melemparnya begitu saja.


" Pelan-pelan mas, ada anak kita disini sekarang...!" Sita berbisik di telinga Aditya.


" Tentu saja sayag, mas akan berhati-hati sekali...!" jawab Aditya dengan nafasnya yang mulai tersenggal-senggal.


Selang beberapa lama kemudian tubuh Aditya pun ambruk usai melakukan pelepasannya. Sita tersenyum puas melihat suaminya yang yang terkapar di sampingnya. Diusapnya cambang di wajah Aditya lalu dikecupnya dengan hangat.

__ADS_1


" Kamu luas biasa mas...!" ucapnya.


__ADS_2