
RUMAH DINAS
Semua orang yang mengenal Sita dan Aditya segera bertandang ke rumah dinas Aditya untuk menyampaikan ucapan selamat atas pernikahan mereka. Pak camat datang bersama rombongan begitu juga dengan para pengurus desa setempat, mereka semua disambut oleh Sita dan Aditya dengan penuh suka cita. Sita merasa senang karena dirinya dan bu Tuti kedatangan Suster Reni yang datang bersama Syaiful untuk membantu menyiapkan makanan untuk tamu yang datang.
" Ren kamu jangan terlalu cape. kamu kan lagi hamil...!" Sita mencoba memperingatkan asisten sekaligus sahabatnya untuk tidak terlalu banyak melakukan pekerjaan.
" Tidak apa-apa dok, ini sudah masuk trimester tiga, harus sudah banyak gerak malah...!" tukas Reni sambil tersenyum.
" Duh nggak terasa ya...tau-tau sudah menjelang persalinan...!" Sita menyeringai.
" Sayang....!" tiba-tiba suara Aditya terdengar memanggil Sita.
" Iya mas..!' sahut Sita.
" Bisa minta tolong buatkan mas kopi susu...?"
__ADS_1
" Iya mas, sebentar biar Sita buatkan...!" Sita mengangukkan kepalanya sambil tersenyum menatap Aditya. Melihat Sita melangkah menuju dapur, Aditya mengikutinya. Suster Reni yang asyik menyiapkan aneka kue ke dalam keler tidak menyadari apa yang dilakukan Aditya.
" Mas...!" Sita terkejut karena tiba-tiba Aditya memeluk tubuhnya dari belakang.
" Kamu wangi sih yang...?!" Aditya berkata sambil mencium tengkuk Sita. Sita terperangah seketika mendapat cumbuan Aditya dan segera melepaskan kedua tangan Aditya yang melingkar di pinggangnya.
" Mas, nanti dilihat orang...!" ujar Sita.
" Biar saja, kan sudah jadi suami istri...!" tukas Aditya.
" Dengan satu syarat...!" Aditya berkata sambil membalikan tubuh Sita agar menghadapnya.
" Apa...?" tanya Sita sambil memandang suaminya heran.
" Malam ini lagi ya.....?" bisik Aditya di telinga Sita.
__ADS_1
" Maksudnya...?" Sita pura-pura tidak memahami apa yang dikatakan Aditya.
" Mas minta itu lagi...!" Aditya melirikan matanya ke bawah tubuh Sita.
" Nggak janji...!" Sita menjawab sambil membalikan kembali tubuhnya dan membelakangi Aditya yang garuk-garuk kepala tampak gusar.
" Sita sayang...please...yah...?!" Aditya menghampiri Sita lalu berdiri di hadapannya. " Kalau nggak, mas cium nih sekarang ya..?" Aditya merengkuh pundak Sita dan pura-pura akan mencium Sita. Seketika wajah Sita pun merah padam.
" Iya mas.iya...!" jawab Sita cepat karena tak inginn Aditya menciumnya diketahui banyak orang karena mereka kini berada di dapur.
Aditya pun menyeringai sambil mengepalkan tangannya dan berkata " Yes...!" Sita tertawa geli melihat tingkah suaminya yang terlihat seperti anak kecil yang dijanjikan beli mainan.
Suara angin terdengar berhembus membelai dedaunan diiringi suara jangkrik dan katak yang bersahutan di keheningan malam. Di sebuah rumah dinas sederhana milik pemerintah pasangan pengantin baru tengah bergumul mesra di atas kasur ranjang tidur mereka. Untuk kali ini Sita dan Aditya merasakan perbedaan saat melakukannya kembali. Sebuah kenikmatan baru dirasakan mereka saat mengayuhkan tubuh mereka yang tak lagi tertutupi selimbut dengan sempurna hingga memperlihatkan gerakan indah yang menghanyutkan keduanya.
__ADS_1
" Terima kasih sayang...!" Aditya berkata sambil mengecup kening Sita sebelum akhirnya merebah di sampingnya dengan wajah yang menyiratkan kepuasan.