Dokter Sita

Dokter Sita
Episode 32 ( Cemburu 2)


__ADS_3

" Ada apa...kenapa...?" Aditya merasa heran dengan sikap Sita yang sedari tadi menghindari tatapannya. Sita diam tak menjawab pertanyaan Aditya. Dirinya merasa kesal karena cemburu melihat kekasihnya itu didekati wanita bernama Keukeu tadi.


" Kalau tidak dijawab mana aku tau penyebabnya...!" tukas Aditya sambil meraih jemari tangan Sita yang duduk di sampingnya. Sita dengan cepat melepaskan tangannya. Aditya semakin heran dibuatnya. " Kalau aku punya salah, aku minta maaf...tapi aku inginĀ  tau dulu dimana letak kesalahan aku itu...!" tukasnya. Sita masih saja terdiam, apa yang diucapkan Aditya semakin membuatnya kesal karena tidak menyadari kesalahan yang diperbuatnya.


" Ya sudah kalau adik tidak ingin bicara dan tidak ingin menyelesaikan masalahnya sekarang, lebih baik aku antar kamu pulang saja, karena makan siang kita nanti tidak akan terasa enak kalau ada hati yang kesal...!" " Besok kalau adik sudah bisa bicara. baru kita bertemu lagi ya...?" Aditya berkata sambil mengusap wajah Sita. Tiba di sebuah lapangan yang cukup luas, Aditya menghentikan mobilnya lalu kemudian memutar arahkan mobilnya kembali.


" Mas...!" Sita terkejut dibuatnya. Kini dirinya merasa bersalah karena telah membuat Aditya kecewa. Dari sorot matanya dirinya mampu melihat kekecewaan Aditya yang tidak terungkapkan karena sikapnya.


" Mas ..Sita cemburu...!" ucapnya tiba-tiba. Raut wajah cantiknya seketika bersemu merah. Mendengar apa yang diucapkan kekasihnya itu, Aditya pun segera menepikan kendaraannya.


" Cemburu pada siapa sayang...?" tanya Aditya sambil menatap Sita.

__ADS_1


" Mas Aditya suka ya didekati penyanyi tadi itu...?"


" Maksudmu...?" Aditya mengernyitkan dahinya. Apa yang dkatakan Sita tidak dapat difahaminya.


" Mas Aditya tadi diam saja ketika digoda Keukeu ...!" ujar Sita dengan lugunya. Seketika Aditya pun tertawa dan menyadari siapa yang Sita cemburui.


" Ya ampun sayang...kenapa kamu tidak bilang kalau kamu cemburu sih...?" " Lagian apa yang mesti kamu cemburui, aku tidak ada hubungan apa-apa sama dia, kenal saja baru tadi. ...!" tukas Aditya.


" Yang mana...?" sahut Aditya.


" Kenapa mas diam saja ketika digoda dia...?!" ujar Sita.

__ADS_1


" Lha aku harusnya bagaimana, lari saja...iya...?" " Disana banyak orang, dia bersikap seperti itu ya karakternya dia saja, lagi pula aku juga tidak suka digoda seperti tadi, tapi masa aku harus bilang sama dia dan maki-maki dia...nggak kan sayang...?" Aditya berkata sambil meraih jemari tangan Sita. " Adik boleh cemburu kalau memang aku punya hubungan dengan wanita lain, adik boleh cemburu kalau aku menyimpan foto wanita lain. adik boleh cemburu kalau aku bermesraan dengan wanita lain, tapi tidak dengan urusan seperti ini, aku mencintai kamu, sangat mencintai kamu...!" Aditya berkata dengan nada tegas. Sita menyadari kesalahannya yang cemburu buta. Dirinya merasa bersalah.


" Sita minta maaf mas, Sita yang salah...tidak seharusnya Sita bersikap seperti ini..!" ujar Sita tiba-tiba, dipandanginya wajah Aditya lalu diusapnya dengan lembut.


" Sita begini karena Sita mencintai kamu mas..!"


" Iya sayang, maafkan juga sikap ku ini....!" tukas Aditya.


Kini keduanya saling berpelukan dengan hangatnya. Dua insan yang saling mencintai ini kini tak lagi ragu dengan perasaan cinta di hati mereka. Cinta yang telah teruji dengan badai dan hantaman karang. Kini kebahagiaan di depan mata menyongsong masa depan bersama dengan penuh suka cita.


" Mas...!" Sita mendesah lirih saat Aditya melepaskan pagutan di bibir nya yang kini terlihat sedikit bengkak karena ciuman yang mereka lakukan.

__ADS_1


__ADS_2