
Kecantikan Sita semakin hari semakin mempesona, tubuhnya yang lebih berisi membuat Aditya semakin tergila-gila padanya. Sita yang seorang dokter merasakan sendiri hormon di dalam tubuhnya berlebih saat memasuki trimester dua, membuat klop keduanya yang sudah menjadi budak cinta dengan melakukan hubungan intim setiap hari, Sifat Sita yang pemalu jauh berbeda dirasakan Aditya saat berada di atas ranjang untuk melayaninya, Sita selalu mempersembahkan keindahan dalam kenikmatan bercinta sehingga membuatnya selalu ingin mengulanginya berkali-kali.
" Mas..Sita belum mandi nih,...!" Sita berusaha meronta dari pelukan Aditya.
" Nggak apa-apa..aku suka wangi tubuhmu ini sayang...!" ujar Aditya sambil menciumi tengkuk Sita yang putih mulus dengan rambut halus yang tumbuh rapih.
Sita dan Aditya baru saja kembali dari sebuah acara di kota Kecamatan, Sita yang hari itu mengenakan kebaya dan bersinjang terlihat sangat cantik, pinggulnya membuat kaum adam berdecak kagum walau dengan perutnya yang buncit namun terlihat sexy.
Satu persatu pakaian yang melekat di tubuh Sita terlepas dan teronggok begitu saja di atas lantai karena ulah Aditya. Sita hanya mampu pasrah membiarkan sekujur tubuhnya di cumbu sedemikian rupa oleh suaminya. Kedua matanya terpejam menikmati itu semua.
Aditya merebahkan tubuh Sita yang setengah telanjang ke atas ranjang tidur mereka, Sita tersipu malu ditatap sedemikian rupa oleh suaminya, dengan cepat ditariknya selimbut untuk meutupi tubuhnya. Aditya berdiri tersenyum sambil melepas kancing kemeja batik yang dipakainya. Sita merasakan jantungnya berdebar-debar melihat suaminya kini mendekat dengan tubuhnya yang polos dengan menyisakan celana pendek.
__ADS_1
Tak lama kemudian.............
" Ough....maa..s...!" suara rintihan Sita terdengar merdu di telinga Aditya saat dirinya mulai menyatukan tubuh mereka menjadi satu. Aditya semakin bernafsu mendengar suara rintihan birahi yang keluar dari bibir kekasihnya yang cantik yang kini berada di bawah tubuhnya.
Hendra hendak mengambil sebuah berkas di kediaman Aditya, namun berkali-kali mengetuk pintu namun tak ada sahutan. Hendra melihat dua pasang sepatu yang dikenalinya milik Aditya dan Sita yang menandakan bahwa keduanya ada di dalam rumah. Dirinya melihat arloji di tangannya yang menunjukkan bahwa sudah setengah jam lebih berada di halaman rumah atasannya. Saking butuhnya dengan berkas yang akan diambilnya, Hendra memutuskan pergi ke belakang mendekati arah dapur tetapi saat melewati sebuah kamar tanpa sengaja dirinya mendengar suara rintihan dari balik jendela kamar yang sedikit terbuka.
" ***** lu Dit...bisa-bisanya lu bercinta di siang bolong begini....!" " Bikin gua mupeng aja...!!!"
Hendra berjalan cepat menuju rumah dinas yang ditempatinya. Saking terburu-burunya dirinya bertabrakan dengan Andra salah seorang stafnya yang kebetulan baru saja keluar dari rumah tersebut. Melihat atasannya yang terburu-buru dirinya merasa sangat heran, apalagi atasannya itu langsung masuk ke dalam kamar tanpa menyapanya. Namun baru saja beberapa langkah diirnya berjalan, tiba-tiba atasannya itu memanggil dirinya.
" Iya pak...?" Andra kembali mendekat.
__ADS_1
" Kamu lihat hand body ku nggak...?" ujar Hendra.
" Tidak pak, maaf untuk apa ya..?" Andra semakin keheranan melihat sikap atasannya itu.
" Kamu jangan banyak tanya, punya kamu mana...?"
" Maksud bapak...?" ujar Andra.
" Kamu punya hand body nggak Andra...?!!!!!" Hendra semakin jengkel melihat keluguan anak buahnya itu.
" Tidak punya pak, tapi biar saya beli dulu saja...!" tukas Andra sambil melangkah pergi meninggalkan Hendra yang merah padam.
__ADS_1