Dokter Sita

Dokter Sita
Episode 50


__ADS_3

PARA PEMBACA YANG BUDIMAN,..


**TERIMA KASIH SUDAH MENJADI PELANGGAN SETIA PEMBACA NOVEL KARYA PERDANA THOR BERJUDUL DOKTER SITA INI. **


SEPERTI BIASANYA THOR AKAN MEMBERIKAN TULISAN DI JUDUL DENGAN 18+ JIKA ISI CERITA DALAM NOVEL INI MENGANDUNG KONTEN DEWASA DENGAN HARAPAN PARA PEMBACA BISA LEBIH SELEKTIF DALAM MEMILIH, JIKA MEMANG BELUM PANTAS DENGAN USIA SEBAIKNYA TIDAK USAH DIBACA DILEWAT SAJA PADA EPISODE BERIKUTNYA KARENA SEKALI LAGI THOR INGIN MEMBUAT CERITA DALAM NOVEL INI TERLIHAT NATURAL.


OLEH KARENA ITU BIJAKLAH DALAM MEMBACANYA, TERIMA KASIH


PLAJU


Lima  bulan sudah Sita dan Aditya berada di Plaju usai mereka menikah dan menjadi pasangan suami istri. Pagi ini mereka berdua telah bersiap-siap akan berangkat ke tempat mereka bekerja. Aditya telah mengenakan kemeja biru bergambar kuda laut di sakunya dipadukan dengan celana biru dongker sedangkan Sita memilih terusan merah hati bertangan pendek dengan panjang dibawah lutut yang ditutupi jas putih kebanggaannya itu.


" Sarapannya sudah siap mas, Sita buatkan nasi goreng telur dadar kesukaan mas Aditya...!"


" Mm...kelezatannya sudah bisa aku bayangkan...!" ujar Aditya sambil tersenyum menatap Sita yang kini sudah duduk di depan meja makan menunggui dirinya.


" Maaf bu..pak, saya mengganggu sebentar...!" Bu Tuti menghampiri mereka.


" Tidak bu ..tidak sama sekali, ada apa..?" ujar Sita.


" Anu bu, stok makanan di kulkas sudah habis, barangkali ibu mau menyuruh saya pergi ke pasar, kebetulan Rahmat sudah siap mengantar...!" ujar bu Tuti.


" Oh iya bu, saya lupa...kemarin saya bermaksud untuk titip beli sayuran jika hendak ke pasar, kebetulan bu Tuti sekarang mengingatkan, daftaran belanjaannya sudah saya catat di kertas yang saya simpan di atas lemari dapur, ibu bisa lihat disana, dan ini uangnya...!" Sita segera menyodorkan beberapa lembar uang kertas yang diberikannya pada bu Tuti yang selama ini bekerja untuk dirinya dan Aditya semenjak menikah.


" Mas mau dibelikan apa...?" tanya Sita pada Aditya.

__ADS_1


" Mm..kalau ada saya minta dibelikan udang saja...!" jawab Aditya.


" Baik pak...!" jawab bu Tuti.


" Siap berangkat...?" tanya Aditya pada Sita.


" Mm..Sita ke kamar mandi dulu mas, sepertiya Sita lupa menutup kran nya...!" jawab Sita.


" Ok...!" jawab Aditya.


Tiba-tiba Sita menjerit kencang, Aditya yang sedang mengenakan sepatu segera menghampiri Sita yang masih di dalam kamar mandi.


" Sayang..ada apa...?" Aditya bertanya pada Sita yang sedang berusaha menutup kran bak mandi yang ternyata terlepas hingga airnya menyembur membasahi tubuh Sita


" Krannya copot mas, baju Sita jadi basah sekarang...!" jawab Sita.


" Mana krannya, biar mas yang betulkan..!" " Kamu pakai handuk dulu sebelum kamu ga...." Aditya menelan salivanya seketika melihat dua bukit indah Sita terlihat jelas karena pakaiannya yang sudah basah sehingga memperlihatkan lekukannya.


" Sita ganti dulu pakaian Sita ya mas...?"


" Iya, ini handuknya...!" Aditya menyerahkan handuk di tangannya pada Sita.


Sita pun mengangukkan kepalanya sambil tersenyum.


Tak lama kemudian Sita pun sudah berganti pakaian dengan terusan coklat tanah pemberian Aditya dalam hantaran pernikahan mereka. Sita mematut dirinya di depan cermin di dalam kamar.

__ADS_1


" Sayang...!" tiba-tiba Sita dikejutkan dengan pelukan tangan Aditya di pinggangnya. " Mas ...!!!" pekiknya.


Aditya menciumi tengkuk Sita yang wangi parfum. Sita menggeliat menahan geli yang dirasakannya.


" Maas...!" Sita mengusap kepala Aditya yang kini menciumi leher jenjangnya. Dengan nafas tersenggal Aditya menciumi jengkal demi jengkal kulit leher Sita bahkan memberikan tanda ciumannya disana.


" Jangan disana mas, malu jika dilihat orang lain...!" tukas Sita dengan suara serak menahan gairahnya.


Aditya semakin bernafsu, di bukanya resluiting dress terusan yang dikenakan Sita hingga memperlihatkan dengan jelas dua bukit indah Sita yang tersangga sempurna dibalik brookat putih yang menutupinya.


" Ough...!" Sita berdesis merasakan sebuah sensasi baru yang dirasakannya. Aditya menyenderkan tubuhnya di dinding kamar sambil menghujaninya dengan ciuman di sekujur tubuhnya.


Sita yang sudah terbakar birahi seketika tersadar jika dirinya dan Aditya hendak menghadiri sebuah acara temu warga di lapang kantor kecamatan Plaju.


" Mas..kita ditunggu pak Camat bukan, satu jam lagi acaranya akan dimulai...!" ujar Sita lirih.


" I..iya, tapi biar saja...biar...!" Aditya tak menghiraukan ucapan Sita, baginya saat ini hasratnya ingin segera disalurkan tanpa mampu ditahan lagi.


'" Cup...!" Aditya mengecup kening Sita sebelum akhirnya menutupi tubuh indah istrinya itu dengan sebuah selimbut tebal.


" Mas, kita langsung mandi dan berangkat...!" Sita berkata untuk mengingatkan suaminya.


" Iya sebentar, sepuluh menit saja biar mas rebahan dulu...!" jawab Aditya.


" Mas..nanti acaranya selesai gimana..?" tukas Sita.

__ADS_1


" Iya mas tau..tapi mas lemas sekali sayang...sebentar saja..!" ujar Aditya sambil memejamkan kedua mataya.


" Mas Aditya, mas suka ketiduran lama ah...!" Sita memeringkan tubuhnya menghadap Aditya yang sedang mengatur helaan nafasnya. Dipandanginya wajah pria yang dicintainya itu dengan seksama.Sita merasa beruntung menjadi istri Aditya, pria sederhana namun memiliki sejuta kebaikan yang tidak semua orang memilikinya.Tak lama kemdudian Sita pun merasakan ngantuk yang amat sangat sehingga tertidur sambil memeluk Aditya.


__ADS_2