
PLAJU
Aditya hendak mengajak Sita untuk pergi makan siang ke sebuah rumah makan langganan mereka di kota kecamatan. Diparkirkannya taf miliknya di pelataran Puskesmas. Aditya pun segera turun dan melangkah menuju ke dalam. Ibu-ibu muda dan gadis-gadis remaja yang sedang menunggu di ruang tunggu terlihat menatap Aditya dengan terkagum-kagum karena ketampanannya. Walau memiliki kulit yang kecoklatan tetapi Aditya memiliki postur tubuh yang tinggi tegap dan terlihat sangat maskulin dengan cambang yang menghiasi wajahnya. Rambutnya ditata rapih dan terlihat basah hingga terlihat segar.
" Siang semuanya...!" sapa Aditya dengan ramah kepada mereka yang sedang berada di ruang tunggu pasien.
" Siang Pak Aditya..!" jawab mereka.
Suster Reni yang melihat kedatangan Aditya segera memberi tahu dokter Sita yang masih berada di ruang pemeriksaan.
" Pak Aditya itu tampan sekali ya...?" bisik seorang gadis pada temannya.
" Badannya itu loh..bikin ngiler...!" teman gadis itu menambahkan.
Keduanya tertawa sambil berbisik-bisik memuji ketampanan Aditya yang kini duduk di hadapan mereka. Aditya melihat jam di tangannya yang menunjukkan pukul dua siang.
" Pak Aditya mau ketemu dokter Syarif...?" tanya seorang pasien yang duduk di sampingnya.
" Saya...?" " Oh...i..iya..mau ke dua-duanya...!" Aditya menjawabnya dengan terbata-bata karena merasa bingung.
Tiba-tiba suster Reni keluar dari ruang periksa lalu memanggil nama pasien yang akan diperiksa. Aditya tersenyum ke arah suster Reni.
__ADS_1
" Sudah saya kasih tau...!" ujar suster Reni.
" Sip...!" jawab Aditya sambil tersenyum senang karena rupanya Sita sudah mengetahui kedatangannya.
" Saya sudah dipanggil pak, permisi...!" pasien yang duduk di sampingnya menatap Aditya.
" Oh..iya pak..silahkan...!" jawab Aditya.
Seorang ibu-ibu muda yang baru saja datang terlihat menatap Aditya tajam, senyumnya terlihat mengembang.
" Pak Aditya kan...?" tanyanya sambil duduk di samping Aditya dan tiba-tiba menyodorkan tangannya yang dipenuhi perhiasan. " Kenalkan saya Rika Miranti....panggil saja Keukeu...!" tukasnya sambil tersenyum genit. Aditya terkejut dibuatnya.
" Ooh..iya...saya Aditya..!" jawabnya sambil menjabat uluran tangan wanita yang mengaku bernama Rika.
" Saya...?" Aditya merasa jenggah menghadapi wanita yang terlihat sangat genit dan agresif mendekati dirinya itu. Perlahan-lahan digesernya tubuhnya agar tidak lagi dekat. Gadis-gadis yang sedari tadi membicarakan Aditya tampak tersenyum melihat kelakukan Aditya saat didekati Rika yang mereka kenal sebagai seorang penyanyi dangdut yang sering manggung bersama grupnya.
" Pak Aditya saya ini sudah lama menjanda, suami saya itu persis seperti pak Aditya ini, tampan dan gagah. Kulitnya seperti ini juga...!" Aditya semakin jenggah karena tiba-tiba wanita itu mengelus lengannya yang berbulu. Tanpa disadari Sita sudah berdiri diambang pintu ruang periksa dan melihat apa yang dilakukan wanita itu pada Aditya. Walaupun dirinya tau siapa wanita itu dan bagaimana sepak terjangnya kepada setiap laki-laki tetap saja dirinya merasa cemburu.
" Pak..bu...Keukeu kan sudah banyak pengalaman nih, biasanya kalau laki-laki berkulit seperti ini itu biasanya kuat...sekali..kuat-kuat..kuat..pokoknya....!!!" Rika yang ingin dipanggil Keukeu ini tampak tersenyum. " Betul nggak pak..bu...?" tukasnya pada mereka yang sedang duduk di bangku pasien menunggu antrian.
" Kuat apanya Keu...?" ujar bapak-bapak yang diikuti tawa semua orang. Rika tertawa lalu kembali menatap Aditya yang diam sambil menundukkan wajahnya karena malu.
__ADS_1
" Jos...jos nya itu lho....!" tukas Rika sambil menyenggol bahu Aditya.
" Mas...!" Sita mendekati Aditya lalu duduk di sampingnya.
" Hai, sudah selesai...?" Aditya terlonjak karena terkejut melihat kedatangan Sita yang tiba-tiba.
" Masih ada dua pasien lagi...!" jawab Sita.
" Ya sudah, selesaikan dulu saja, aku akan mengajakmu makan siang di rumah makan langganan kita...!"
" Mas tunggu ya..?"
" Iya...!"
" Bisa nggak mas tunggu Sita di kantin saja...!" " Disana kan mas Aditya bisa minum kopi dulu...!"
" Mm...ok...!" tukas Aditya.
" Ya sudah sana...!"
" Iya...!" jawab Aditya heran karena baru kali ini Sita bersikap mesra dengan menyentuhkan tangannya di bahunya, padahal di depan umum biasanya dia akan menjaga jarak. Semua orang pun dibuat tertegun melihat dokter Sita dan Aditya yang saling bertatapan sambil tersenyum mesra. Begitupun dengan Keukeu si penyanyi dangdut itu, dia terlihat cemberut melihat nya. Diam-diam Sita tersenyum puas melihat wanita genit itu kini terlihat kesal.
__ADS_1
" Cie...ada yang cemburu rupanya...?" suster Reni menggoda dokter Sita yang masuk kembali ke ruangan periksa dengan wajah ditekuk. Sita pun tersenyum dipaksakan lalu meraih stetoskope nya. Sutser Reni pun tertawa terbahk-bahak karena baru kali ini dirinya melihat dokter Sita cemburu pada Aditya.