Dokter Sita

Dokter Sita
Episode 49 ( Salah sangka )


__ADS_3

Aditya begitu terkejut ketika menerima informasi dari kantor cabang bahwa mereka sudah mengrimkan pipa pengganti sesuai dengan permintaan satu bulan yang lalu namun ditolak oleh pimpinan proyek dengan alasan tidak sesuai dengan standar. Yang tidak membuat dirinya habis fikir, tidak ada seorang staf nya melaporkan hal itu padanya bahkan di dalam surat penolakan nya itu ada tanda tangan dirinya serta dibubuhi cap basah, yang berrati ada seseorang yang bermain tidak sehat yang dilakukan salah seorang oknum stafnya itu. Aditya berupaya mencar tau namun dirinya perlu berhati-hati karena bagaimanapun kegiatan di pengilangan tetap harus kondusif.


Aditya duduk termenung menatap langit malam di teras rumah dinasnya. Malam ini cuaca sangatlah panas dan membuatnya kegerahan sehingga dirinya memutuskan untuk mengenakan kaos dalam dan sarung saja agar membuatnya merasa sedikit nyaman.


Sita melihat suaminya dari balik jendela kamar, dilipatnya rukuh dan sejadahnya segera. Sejak kemarin malam Aditya tampak banyak termenung tidak seperti biasanya yang selalu ceria, dirinya menagkap sebuah kegelisahan di wajah suaminya itu.


" Mas, Sita bawakan es blewah nih...!"


Aditya menolehkan kepalanya melihat istrinya datang menghampiri dengan dua gelas berisi es blewah di tangannya.


" Trima kasih sayang...!" jawab Aditya sambil tersenyum lalu menyeruputnya segera karena memang sejak tadi menahan dahaga. Sita merasa senang melihat Aditya yang menegak habis minuman segar buatannya itu.


Suasana kembali hening, Aditya kembali pada fikirannya.


" Ada apa mas....?" tanya Sita sambil menatap Aditya.

__ADS_1


" Tidak ada apa-apa...!" jawab Aditya.


Sita menarik nafasnya dirinya merasa kecewa karena suaminya tidak mau berbagi kesulitannya pada dirinya. Padahal dirinya melihat dengan jelas bahwa ada sesuatu yang difikirkan Aditya.


" Ya sudah kalau mas tidak ingin cerita juga tidak apa-apa, Sita tidur duluan saja..!" Sita berkata lalu melangkah pergi meninggalkan Aditya sendiri dengan wajah kaku karena terkejut melihat sikap istrinya yang seperti itu. Aditya menundukkan wajahnya dalam-dalam untuk beberapa saat lamanya.


Sita memiringkan tubuhnya menghadap dinding kamar sambil memeluk guling dan pura-pura tidur ketika mendengar langkah kaki Aditya yang kini mendekatinya.


" Sita...!" Aditya berkata sambil duduk di tepian tempat tidur mereka. Melihat istrinya yang tidak bergeming Aditya pun mendekatkan tubuhnya. Dibelainya rambut Sita yang wangi itu dengan penuh kasih sayang. " Mas tau kamu sebetulnya belum tidur, kamu kesal karena sikap mas tadi...!" Aditya menghentikan sejenak ucapannya. " Bukan maksud mas menutupi sesuatu dari kamu, demi Tuhan mas tidak bermaksud jelek, mas hanya tidak ingin membebani fikiranmu saja, kamu sudah disibukkan dengan pekerjaanmu sebagai dokter dan pekerjaanmu sebagai istri, semua itu banyak membebani fikiranmu, dan mas tidak ingin menambah bebanmu itu dengan masalah yang mas hadapi sekarang ini. Tolong jangan salah faham ..mas mohon..!"


" Maafkan Sita mas...Sita salah...!" Sita segera menghambur ke pelukan Aditya.


" Sama-sama sayang, mas pun minta maaf...!" jawab Aditya sambil membalas pelukan Sita. Diciumnya berkali-kali pucuk kepala wanita yang dicintainya itu.Sita semakin mempererat pelukannya.


Tiba-tiba Aditya merasakan sesuatu terjadi di balik sarung yang dipakainya. Tubuh Sita yang merapat di tubuhnya membuat desiran hangat dan membuatnya menginginkan sesuatu.

__ADS_1


" Sayang...?" Aditya melepaskan pelukannya, ditatapnya wajah Sita yang begitu cantik di matanya malam ini.


Sita mengernyitkan dahinya manakala menerima sinyal dari Aditya yang kini sudah difahaminya.


" Keberatan...?" tanya Aditya pelan.


" Lakukan apa yang menjadi hak kamu mas...!" jawab Sita malu-malu, wajah cantiknya seketika memerah. Aditya pun tersenyum senang.


Tak lama kemudian, suara rintihan kenikmatan terdengar bersahutan dari bibir dua insan yang menyatukan jiwa mereka ke dalam lautan birahi yang telah mengusai keduanya.


KOTA PALEMBANG


Gagal menikahi putra dari seorang pengusaha kaya Palembang tidak lantas Zaini bisa menerima semua itu Dibalik jeruji tahanan dirinya mencoba a untuk mengatur strategi untuk menghancurkan keluarga Sultan Mahmud Mahsyur.


" Aku akan bikin perhitungan dengan kalian semua, aku hancurkan kalian semua, akan aku buat kalian menyesalinya seumur hidup kalian...tunggu saja...!" Zaini mengeratkan giginya sambil mengepal kencang kedua tangannya.

__ADS_1


Zaini harus mendekam di penjara selama dua tahun lamanya berdasakan kesalahan yang dilakukannya. Keluarganya tidak lantas menerima semua tuntutan jaksa itu dengan mencoba melakukan banding ke Pengadilan Tinggi. Sultan Fatah yang pada mulanya membenci putra kesyaangannya itu kini mulai melunak karena pengaruh istrinya untuk membebaskan Zaini dengan segala cara.


__ADS_2