
"Sebaiknya dokter istirahat aja sekarang ya!"
"Dokter mau teh hangat? biar Ara buatkan." tawar Ara.
"Boleh...antarkan keruangan ku ya Ra!" ucap Hendri.
Cuma butuh waktu dua menit untuk Ara membuat teh hangat,dan sekarang dia mengantarkannya keruangan dokter Hendri.
"Ini dok teh hangat nya, diminum selagi hangat" ucap Ara
"Makasih ya Ra" ucap Hendri tersenyum tulus dan dibalas anggukan senyum Ara.
"kamu uda punya pacar ra"?. Tanya Hendri sambil menyeruput teh buatan Ara.
"Gak ada dok, kenapa dokter nanya?. Dokter mau jadi pacar Ara?" tanya Ara
"Tapi Ara gak mau jadi pacar dokter". Ucapnya lagi.
"Kenapa?". Tanya Hendri yang heran bukankah selama ini Ara jelas jelas mengejar nya,dan sekarang dia berkata tidak mau jadi pacar nya, ada sedikit kecewa dihati Hendri mendengar penuturan Ara.
"Bukankah kamu selalu menyatakan cinta ke saya"? . Tanya Hendri penasaran dengan perasaan Ara.
"Ara tidak mau jadi pacar dokter,tapi mau jadi istri dokter aja". Ungkap Ara jelas dengan senyum mengembang.
"hahahaha"..tawa Hendri mendengar ungkapan ara." Memang ya kamu ini blak blakan banget jadi orang".Ucap Hendri merasa gemas akan sikap Ara yang to the point.
Ada perasaan aneh dihati Hendri,dia merasa nyaman saat di dekat Ara,merasa bahagia melihat senyum nya Ara,merasa hidup lebih berwarna jika bersamanya.
__ADS_1
"Perasaan apa ini ya Allah" batin nya.
Ucapan Ara menyadarkannya dalam lamunan.
" Ya uda deh dok, Ara mau pulang dulu ya". ucapnya
"Biar saya antar kamu Ra, saya juga mau pulang kok,jadi sekalian aja". Ucap Hendri yang hanya dibalas anggukan Ara pertanda setuju pulang bareng.
Jarak dari rumah sakit kerumah Ara membutuhkan sekitar 30 menit,dan saat ini mereka sudah sampai didepan .
"Makasih ya dok Uda antar Ara pulang" . Ucap Ara
"Sama sama,ya udah saya pulang ya" balas Hendri
"Hati hati dijalan dok", balas Ara sambil melambaikan tangan, melihat mobil Ridwan sudah jauh baru ia masuk kerumah.
"Aduuuhh mogok lagi. Mala sepi,ah sial banget hidup gua hari ni, tadi hampir nyerempet orang,dan sekarang mobil mati,ahhhhh" jerit bilah kesal.
Tak berapa lama ada sebuah mobil datang menepi dekat mobil Ara,dan keluar lah seorang pemuda tampan yang selama ini memporak porandakan hati bilah,ya dia adalah Azka abangnya Ara.
" Mobilnya kenapa bilah?". Tanya Azka.
"Gak tau bang, mati, mana uda malem lagi," jawab sabilah sedikit manja.
"Ya udah Abang antar aja pulang,mobilnya biar aja disini nanti ada teman bengkel Abang yang akan bawak." Jelas Azka.
"Makasih ya bang,untung ada Abang lewat,kalo gak mungkin jalan kaki deh aku pulang ny".Ujar sabilah.
__ADS_1
"Kamu dari mana malem malem gini keluar? gak baik anak gadis malem malem keluar,bahaya lho,kalo Abang tadi gak ada lewat gimana,kalo orang jahat yang lewat tadi gimana?". Ucap azka seperti mengomel tapi sabilah malahan seneng dan senyum senyum mendengar omelan Azka.
"Yah,dibilangin mala ketawa lagi". Senggut Azka.
"Makasih ya bang".
"Makasih untuk apa?"
"Makasih karna Uda tolongin bilah,makasih uda perhatiin bilah!" jawab bilah senang dengan senyum merekah.
"hmmm" jawab Azka hanya dengan deheman.
Selanjutnya hening tanpa ada yang bersuara hingga sampai depan rumah sabilah.
"Nah Uda sampai!" ucap Azka
"Uda sampai?cepet banget sih bang." Tutur bilah merasa terlalu singkat waktu bersama Azka dan disambut tawa oleh Azka mendengar ucapan sabilah
" Besok Minggu kamu ada acara gak bil?" tanya Azka
"Gak ada bang,kenapa emangnya?
"mmmm....mau ngajak kamu jalan kepantai,kalau kamu mau sih!" belum sempat Azka melanjutkan kata nya sudah dipotong sabilah.
"Bisa bang, mau banget malahan". Jawab sabilah girang.
"Oke besok Abang jemput jam sembilan ya! Assalamualaikum". Ucap Azka sambil menjalankan mobilnya.
__ADS_1
"Waalaikumsalam,hati hati bang", teriak sabilah.