Dokter Tampan, Sarangheo

Dokter Tampan, Sarangheo
46


__ADS_3

Sudah tiga hari Ara pulang dari rumah sakit. Ia disuruh istirahat total oleh Hendri, tidak diizinkan kuliah bahkan mengerjakan pekerjaan rumah sedikit pun tidak boleh.


Semenjak kejadian kemaren Hendri sangat posesif terhadap istri dan calon anaknya. Ia tidak mau sampai terjadi apa apa pada kandungan Ara.


Soal Mela Hendri tidak jadi melaporkannya pada pihak kepolisian karena permintaan Ara. Dia merasa kasihan dengan Vivi yang meminta agar ia memaafkan Mela adiknya.


Jadi Hendri mengabulkan permintaan ara. Dan Mela hanya dikeluarkan dari kampus dan dipulangkan kenegara asalnya dan tidak boleh menginjakkan kakinya ke Indonesia lagi selama 10 tahun.


" Mau kemana sayang?" tanya Hendri yang melihat Ara bangun dari tempat tidur nya.


"Ara haus mas, mau ambil minum".


"Kamu tunggu saja disini biar mas ambilkan. ingat kamu gak boleh capek." Ucapnya panjang lebar dan pergi kedapur.


Ara memutar mata malas. Ia kesal karena tidak bisa leluasa bergerak.padahal ia cuma hamil bukan sakit keras.


Tak berapa lama Hendri datang dengan membawa gelas dan seceret air, dituangkannya air untuk Ara dan memberikan segelas air pada Ara.


"Mas kalau cuma mau ambil minum sih Ara bisa mas, jangan over begini". Ucap nya tertawa melihat sikap Hendri.


"Mas tidak mau kamu kelelahan dan berimbas kekandungan kamu sayang."


"Iya deh iya mas... beruntung banget aku punya suami siaga dan pengertian gini. I love you." Ucapnya manja.


"I Love You you so much". Balasnya mencium kening Ara dengan lembut.


***


Suara alarm membangunkan Hendri dari tidurnya. Ia melihat jam di atas nakas sudah menunjukkan pukul lima pagi. Ia segera kekamar mandi untuk bebersih dan berwudhu'.


Setelah itu ia membangunkan Ara, mereka sholat subuh berjamaah. Hendri menengadahkan tangannya berdoa kepada sang kuasa agar diberikan kesehatan pada istri dan calon anaknya.dan juga meminta keselamatan untuk mereka.


Selesai berdoa Hendri berbalik menghadap ara mengulurkan tangan nya dan disambut dengan hangat oleh Ara,ia mencium punggung tangan Hendri dengan takzim.


"Sayang, kamu kenapa? kenapa berkeringat begini?". Ucap nya khawatir melihat kening Ara berkeringat. Tangan nya juga dingin.


"Tidak apa mas, tadi cuma kram aja perut Ara bentar karena sujud terlalu lama". Ucapnya asal. Ya memang ia merasakan kram diperutnya saat ia sujud.


"Ya udah sekarang kamu istirahat lagi. gak boleh banyak gerak".


**


"Mas ponsel mas bunyi ni." Ara meneriaki Hendri yang sedang dalam walk in closet.

__ADS_1


"Kenapa gak diangkat aja." Ucap Hendri mengambil ponselnya yang masih berdering.


"Hallo assalamualaikum." ucap Hendri


"Reuni? kapan?"


"Lihat ntar deh". Ucapnya dan mematikan sambungan teleponnya.


"Ada apa mas?" tanya Ara penasaran.


"Tidak apa sayang. Temen mas ngajakin reunian antar teman waktu kuliah kedokteran dulu."


"Mas mau pergi?"


"Tidak"


"Kalau mas mau pergi tak apa mas, pergilah."


"Tidak sayang tidak mau pergi, mas mau nemenin kamu terus." Ucapnya


"Sekarang sarapan yuk, mas mau berangkat ni."


"Ayok mas" jawab Ara bergelayut manja di lengan Hendri. setelah selesai sarapan Hendri pergi kerumah sakit.


"Bi. temenin Ara nonton yuk". Ajak ara


"Tapi non. bibi Masi ada kerjaan dibelakang ." tolak bibi.


"Biarkan aja bik, ntar kan bisa dikerjain." Ajaknya menarik tangan buk mirna


Tiba tiba ponselnya berdering membuat ia melepaskan tangan bik marni. terlihat di ponsenya nama Vivi disana.


"Hallo assalamualaikum mbak". Ucapnya memberi salam.


"Ara.. kamu bujuk Hendri agar mau ikut reunian dong. "Sebenarnya dia pengen ikut tapi ia mikirin lho."


"Tapi tadi Ara juga udah tanya mbak. Kata nya gak mau pergi."


"Ya kamu bujuk dong Ra, saya mau Hendri pergi kereunian itu. Jika sampai kamu gagal membujuknya kamu akan berurusan dengan ku Ra.". Ancamnya dan mematika sambungan telepon.


Ara sedang memikirkan perkataan Vivi tadi. Ia akan berusaha membujuk Hendri.hari sudah semakin sore tapi Hendri belum juga pulang.


Ia begitu gelisah karena Hendri belum pulang,dan barusan Vivi juga menanyakan apa Hendri akan datang ke reunian mereka.

__ADS_1


Suara derit pintu membuyarkan lamunan Ara, ia melihat suaminya yang baru pulang lantas menghampiri suaminya.


"Apa ini mas?" tanya nya melihat barang bawaan Hendri.


"Mas beliin cemilan buat kamu, kan kamu suka ngemil."


"Makasih ya mas".


"Mas mau mandi dulu ya" ucapnya seraya menuju kamar mandi.


Lima belas menit kemudian Hendri keluar dengan pakaian lengkap.Ia menggantinya dikamar mandi. Dan kini ia duduk disamping Ara ditepi tempat tidur.


"Assalamualaikum sayang. Sehat sehat disana ya sayang." Ucap Hendri mengusap perut Ara yang masih rata.


"Mas. yakin gak mau pergi ke acara reunian dengan teman teman mas?"


" Kenapa?" tanya Hendri.


"Ara tau mas pengen kan bertemu sama semua teman teman mas. Pergilah Ara gak papa kok dirumah."


"Tidak sayang, jika mas ingin pergi itu pun sama kamu istri mas. Tapi kamu gak boleh banyak beraktifitas".


"Tapi mbak Vivi mas. Dia ingin pergi ke acara itu bersama mu.Ara tidak mau mbak Vivi berfikir yang buruk tentang Ara mas.selama Ara sakit mas terus disini bersama ara.tapi mbak Vivi berbaik hati membiarkan mas bersama Ara. Dan jika kali ini mas tidak mau pergi bersama nya dia pasti kecewa mas." Ucap Ara panjang lebar.


"hmm...Baiklah. mas akan pergi bersama Vivi. mas gak akan lama."


"Kamu yakin gak apa mas tinggal sayang?" tanya Hendri yang hendak pergi.


"Gak apa mas, lagian Ara gak sendirian kan ada bik Mirna dirumah."


Hendri merasa berat meninggalkan istrinya dirumah,apalagi Ara sedang hamil.


.


.


.


.


🌹🌹


jangan lupa like coment dan vote nya ya kak 🥰

__ADS_1


__ADS_2