Dokter Tampan, Sarangheo

Dokter Tampan, Sarangheo
28


__ADS_3

"dek, weekend ini Abang mau pulang kampung mau nemuin orang tua bilah, kamu ikut yah, ibu bapak rindu banget sama kamu" ucap Azka sambil mengunyah sarapannya.


saat ini mereka berdua sedang sarapan pagi,memang setiap hari mereka sarapan bersama,itulah waktu kebersamaan mereka,karena Azka bekerja dari pagi hingga sore bahkan larut malam, cuma pagi hari mereka bisa bercengkrama santai.


" mau banget lah bang, Ara juga sangat rindu sama ibu dan bapak, mereka pasti senang banget kita pulang." ucap nya gembira


"Abang Uda kasih tau ibu sama bapak belom soal Abang mau lamar bilah?"


"udah,,"


"Weekend... berarti Lusa dong bang?"


"iya,,,dan kita akan berangkat bareng bilah, Abang Uda pesan tiket untuk kita bertiga!"


"gak nyangka sabilah beneran jadi kakak ipar Ara, seneng deh!" ucapnya dengan senyum mengembang.


***


selesai jam kuliah sabilah dan Ara pergi ke mall untuk belanja. bilah membeli beberapa barang yang akan ia persiapkan untuk lamaran nanti, dengan semangat juga Ara membantu bilah memilih barang yang diperlukan bilah.


" kamu mau yang mana Ra, PLIN plan banget deh milih nya. yang mau tunangan kan gue, kok Malah elho yang heboh ya..! milih baju aja gak kelar kelar" ucap nya kesal karena Ara dari tadi belum ada satu pun baju yang dipilih, semua tidak cocok menurut Ara.


" ya .. memang elho yang tunangan, tapi kan gua juga mau tampil cantik keleeess,,,, siapa tau disana nanti ketemu jodoh, kan gak malu maluin". ucapnya


" Trus cerita cinta lho sama Dogan gimana? Uda fix and ni?" tanya nya


mendengar kata Dogan,Ara kembali teringat akan mimpinya tadi malam,wajahnya seketika langsung berubah murung.


"kenapa? gue bener?"


Ara hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"bil..tadi malam gue mimpi, gue ada disuatu tempat yang gue gak tau dimana, ibu bapak ninggalin gue, bang Arya dan elho juga ninggalin gue sendiri. gue panggil kalian gak ada yang balik,gue menangis sejadi jadinya, tapi tiba tiba ada seorang pria datang memberikan tisu. dia bilang kalo dia yang akan nemenin gue,dan gak akan ninggalin gue.!" ucap nya menceritakan semua mimpinya tadi malam.


" dan lho liat wajah pria itu?"


"he'em.." Ara menganggukkan kepalanya.


"Dogan?" tanya nyaeyakinkan tebakannya


lagi lagi Ara hanya mengangguk atas jawaban dari pertanyaan bilah.


"nah Ra..Allah sudah menjawab keraguan mu. kamu seneng kan ternyata Dogan pria yang Allah kirimkan untuk mu?"


" aku senang bil,,,tapi aku juga bingung". jawab nya


"bingung kenapa?"


"ya bingung aja.masa jadi yang kedua!"


"kenapa emang yang kedua? yang penting kan kalian saling cinta. istrinya bahkan setuju.


"ye elah....bijak amat omongan lho,tumben dewasa lho. ucap Ara meledek.


"kan bentar lagi gua meried,, jadi gua harus dewasa,gak boleh kekanakan dan bar bar lagi" ucap sabilah bahagia.


****


tanpa terasa tiba hari dimana weekend hari ini,Ara Azka dan bilah sedang bersiap siap untuk berangkat ke bandara,mereka akan pulang ke kampung halaman mereka untuk acara lamaran.


mereka berangkat ke bandara diantar oleh Alvian, Alvian tidak bisa ikut menemani sang sahabat sekaligus bawahannya saat acara lamaran.


tak terasa sudah tiga puluh menit mereka di dalam mobil, dan kini mobil sudah sampai di bandara,

__ADS_1


" sorry ya bro, gua gak bisa nemenin lho, gua ada urusan dengan kakek" ucap Alvian sambil memberikan pelukan pada Azka.


" gak apa, doakan saja semuanya lancar tanpa ada kendala dan makasih ya udah anterin kita" ucapnya Azka.


Alvian melihat Ara dengan sendu, ia tak bisa mendapatkan wanita yang dicintainya karena perjodohan kakeknya.


"Ara"...panggil Alvian


mendengar Alvian memanggil nya Ara melangkah mendekati Alvian.


Alvian memberikan sesuatu pada Ara.


"ini buat kamu Ra"


"buat Ara bang?" tanya nya dengan wajah berbinar, karena Alvian memberikan nya buku yang iya cari selama ini.


"makasih ya bang" ucapnya


"iya,, hati hati ya dijalan" ucap Alvian.


lalu terdengar suara ibuhan kalo pesawat akan segera take of.


"Ara pergi dulu ya bang! assalamualaikum.."


"waalaikumsalam..."


mereka segera masuk ke pesawat dan duduk sesuai nomor mereka, dan Ara duduk bersebelahan dengan bilah.


tak berapa lama mereka duduk, terlihat dari balik jendela pesawat ada banyak balon yang beterbangan,dan setiap balon bertuliskan kata


i love you Ara.

__ADS_1


🌹🌹


jangan lupa like coment dan vote ya kakak 🥰🥰🥰


__ADS_2