
Waktu begitu cepat berlalu,hari berganti hari dan Minggu berganti Minggu. Tibalah saat ini dimana hari pernikahan Ara dengan Hendri. Pernikahan mereka akan dilangsungkan di rumah kedua orang tua Ara. Bukan pesta mewah,mereka cuma mengadakan acara sederhana saja, dengan kerabat kerabat dari kedua belah pihak dan para tetangga kampung ara.Dan saat ini semua keluarga sudah berkumpul menanti saat detik detik ucapan ijab Qabul.
"Masyaallah cantik banget putri ibu." Saat ini ibu menemui putrinya yang baru selesai dihias oleh MUA.
Ara terlihat sangat cantik hari ini, dengan balutan gamis panjang dan yang dihiasi dengan Payet yang begitu indah menambah anngun sang pemakainya.Tak lupa juga jilbab panjang yang menutup dada menandakan seorang wanita muslimah,dan ditambah mahkota kecil diatas jilbab nya membuatnya bertbah cantik bak ratu.
"Tak terasa ya putri kecil ibu sudah dewasa dan akan berumah tangga. Semoga pernikahan mu sakinah mawadah warahmah ya nak!" ucap ibu mengelus punggun anak nya.
Ara menangis mendengarkan ibu nya.
"Ara tetap anak ibu, putri kecil ibu." ucapnya manja.
"Udah...jangan nangis dong, nanti make up nya luntur, gak cantik lagi nanti".
"Ya udah ibu keluar dulu yah..bentar lagi ijab qobul". Ucap ibu seraya berjalan keluar dari kamar, dan bertepatan pada saat itu sabilah masuk kekamar Ara.
"Masyaallah...siapa ini cantik banget?" puji bilah
"Apaan sih? biasa aja kaleee...orang biasa nya juga cantik kok, kamu nya aja gak sadar". ucap nya percaya diri.
"iya deh...tapi kali ini kamu berlipat lipat lebih cantik. Pasti Dogan kelimpungan ni liat lho Ra".
Pembicaraan mereka terhenti karena mendengar suara sang penghulu yang memberi arahan ijab Qabul.
Ya, ijab qabulnya dilaksanakan diruang tamu yang sudah disiapkan, sedangkan Ara menunggu dilamarnya sampai kata akad selesai.
"Duuhh...jantung gue bil." ucapnya gugup memegangi dadanya.
"deg deg an amat ni gue".sambung nya.
"Rileks aja Ra, tarik nafas lho dan keluarkan pelan." Sabila menyarankan agar Ara rileks.
Sang bapak menjabat tangan Hendri untuk melakukan akad dan disambut oleh Hendri dengan mantap.
Keringat sudah bercucuran dipelipis Hendri sangking gugup nya,padahal ia sudah pernah berada pada posisi ini, tapi sangat berbeda karena pernikahan kali ini dengan wanita yang sangat ia cintai.
"Ananda Muhammad Hendri wirawan, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya Mutiara putri Rahman dengan mas kawin emas murni dua puluh dua gram,dan uang tunai sebesar dua puluh dua juta dolar dan seperangkat alat sholat dibayar tunai".
__ADS_1
"Saya terima nikah nya mutiara putri Rahman dengan maskawin tersebut dibayar tunai". Ucap nya dengan sekali tarikan nafas.
SAH...
sah...
Ucap kompak seluruh anggota keluarga yang menyaksikan ikrar ijab Qabul.
Hendri merasa sangat lega kala mendengar kata sah. Bahagia,haru, kala saat ini ia sudah sah menikahi wanita yang sangat ia cintai.
"Alhamdulillah ya Allah,, engkau lancarkan semuanya". Ucap nya dalam hati.
Air mata jatuh menetes begitu saja saat mendengar kata sah.Bahagia dan sedih bercampur menjadi satu.
"Sekarang aku Uda jadi seorang istri." Ucapnya dalam hati.
"Selamat ya Ra..." ucap sabilah ikut bahagia dan memeluk Ara.
"Uda jadi nyonya Hendri dong sekarang"! sambung nya."Sekali lagi selamat ya adik ipaaarr.."
"he..gak gitu juga liat nya kalee.. " ucap Azka menyadarkan Hendri.
Ia tersadar saat ini Ara sudah berada disebelahnya.
keduanya saat ini sudah berhadapan. Hendri memakaikan cicin dijari manis Ara dan begitu juga Ara memakaikan cincin pernikahan mereka dijari manis hendri.
Lanjut Ara menyambut tangan Ridwan dan menciumi nya dengan takzim sebagai tanda baktinya pada sang suami.
dan Hendri mencium kening Ara dengan lembut penuh cinta.
merasa keningnya dicium membuat Ara memejamkan matanya dan tersenyum bahagia.
Lanjut dengan acara sungkeman dengan kedua orang tua Hendri,mereka sungkem dan meminta doa untuk pernikahannya dari orang tua nya.
begitu juga dengan kedua orang tua Ara,mereka sunkem dengan ibu dan bapak.
"Nak Ridwan, sekarang putri bapak sudah menjadi hak mu sepenuh nya. Didiklah ia,tuntun ia untuk menjadi istri yang Soleha,jangan kau sakiti hati nya,apalagi kasar kepadanya, kalau seandainya kamu sudah tidak mencintainya lagi, pulangkan lah ia secara baik kepada bapak. Bapak pasti akan menerima nya, biar bagaimanapun dia tetap anak bapak, putri kecil bapak. Bapak sangat menyayanginya." Ucap bapak sedih melepas anak gadis nya,tanpa terasa air mata nya jatuh membasahi pipinya.
__ADS_1
Ara langsung memeluk bapaknya,ia menangis tersedu,sekarang ia harus berbakti kepada suaminya.Ia sedih kala harus meninggalkan kedua orang tuanya.
"Insyaallah pak,Hendri janji akan selalu mencintai dan menyayangi Ara,Hendri akan menjaga dan melindunginya dengan jiwa dan raga Hendri pak, Hendri tidak akan mengecewakan bapak dan ibu." Ucapnya berjanji.
Kini mereka berada di pelaminan sambil menerima para tamu memberi ucapan selamat.
Sesekali Hendri melirik mencuri curi pandang kepada Ara.
"Gak usah lirik lirik deh, tau aku tuh memang cantik, dokter adalah pria beruntung yang dapetin Ara" ucap nya percaya diri,
Hendri tersenyum gemas melihat Ara yang seperti ini.
"Kamu benar, aku sangat beruntung bisa memperistri wanita paling cantik sedunia ini"
"Ihh...gombal" ucap Ara sambil mencubit pinggang Hendri.
"Aww..sakit tau yang. udah berani ya main cubit cubit. Nanti malam aja kita main cubit cubitannya." bisik Hendri.
"Apaan sih dokter..sontak Ara merasa malu mendengar ucapan Hendri."
Senyum bahagia tak lepas dari bibir kedua mempelai ini.
Mereka menyambut para tamu yang memberikan ucapan selamat dengan bahagia.
Hingga kini sudah selesai karena para tamu sudah pulang. Tinggallah keluarga inti, dan mereka pun akan pulang.
Ara dan Hendri diarahkan langsung kehotel untuk menghabiskan malam pengantinnya. Mereka mau memberikan privasi untuk kedua pengantin baru ini.
.
.
.
🌹🌹
jangan lupa like coment dan vote nya ya kak 🙏🥰
__ADS_1