
"Kamu pasti bisa sayang." Hendri menguatkan dan membisikkan kata semangat.Dan terdengar lah suara jeritan bayi pertama mereka. dan selang lima menit disusul putra kedua mereka.Hendri menitikkan air mata melihat putranya lahir dengan selamat.
"Terima kasih sayang. terima kasih." Hendri memberikan kecupan diseluruh muka Ara. Ia sekarang sudah menjadi seorang ayah dari dua putra sekaligus. Ia sangat merasa bahagia.
"Ara hanya bisa mengangguk tersenyum. Sakit yang ia rasakan tadi hilang begitu saja kala mendengar tangisan bayi mereka.
**
Di luar ruangan mama Indri dan Sabilah baru saja sampai.Mendapat kabar dari papa wirawan mereka langsung berangkat diantar sopir.
" Pa, gimana keadaan Ara?"
"Bang gimana keadaan Ara?".Tanya mereka kompak pada suami masing masing. Mereka juga panik saat tahu Ara dirumah sakit.
"Ara baik ma. Dia cuma mau melahirkan."Jawab papa wirawan. "Syukurlah". sambung mama dan sabilah. Pandangan mama teralihkan melihat Vivi juga berada disitu.
"Kamu?" Mama Indri menatap dengan sinis Vivi. Ada rasa marah dan kecewa dengan mantan istri dari putranya nya itu.
"Vivi yang sudah menyelamatkan dan membawa Vivi kerumah sakit ini Tante." Azka menjelaskan.
"Ma. maafkan aku ma. Aku sangat menyesal ma."
"Mama memang masih kecewa denganmu Vi.Tapi kamu berhak mendapatkan maaf dan mama harap kamu bisa berubah."
"Makasih ma." Vivi langsung memeluk mama Indri. Kemudian mama merenggangkan pelukannya saat terdengar suara tangis bayi.
"Sudah lahir.Cucu mama sudah lahir." Ucap mama dan kembali memeluk Vivi.
"Selamat ma. pa.Kalian sudah menjadi kakek dan nenek." Vivi memberi selamat pada kakek nenek baru itu.
"Ia sayang. Makasih ya." Mam kembali memeluk Vivi dan sabilah. Ia sangat bahagia.
Sabilah dan Azka juga merasakan kebahagiaan.Mereka sudah resmi menjadi om dan Tante.
**
__ADS_1
Semuanya kini berkumpul diruangan Ara.Mereka bergantian menggendong baby twins. Sabilah menggendong si kakak dan Vivi menggendong si adek.Mereka yang gemas melihat baby twins asyik menjawil pipi baby twins.
"Ini mah copian dokter Hendri banget ra". Ujar Vivi.
"Ia. copian banget. Kamu gak dapat apa apa Ra." Sambung sabilah tertawa.
"Iya nih. Masa gue yang ngandung sembilan bulan gak kebagian apa apa.mala mentok duplikat nya bapaknya."
"Siapa nama cucu Oma ini Hen?" Tanaya mama Hendri kembali mendekat dengan cucunya yang digendong Vivi.
"Iya mas. Mas sudah siapin nama buat baby twins kita?" Ara menimpali.
"Namanya Dalfa azmari wirawan untuk Abang dan Dalfi azmari wirawan untuk adek. Bagaimana yang? Kamu suka dengan nama nya?"
"Nama nya bagus mas.Ara suka."
"Jadi panggilannya Dalfa dan Dalfi?" Mama bertanya dan Hendri mengangguk. "Hallo cucu Oma Dalfa, Dalfi."Mama mengelus pipi baby twins.
Setelah tiga hari berada dirumah sakit. Ara diperbolehkan pulang.Mama Indri setiap hari datang kerumah mereka untuk menjenguk menantu dan cucu nya.Dia sudah mengambil pensiunnya dirumah sakit. Dia cuma fokus buat cucu cucunya.
Hari ini tepat dua puluh satu hari umur baby twins. Ara dan Hendri mengadakan syukuran dan aqiqah buat baby twins. Banyak keluarga dari pihak Hendri maupun Ara juga datang.
"Anak ibu ini. Sudah jadi ibu lhoo masih manja juga." Ibu tersenyum mengelus kepala Ara.
"Biarin.Ara akan tetap manja dan selalu manja sama ibu."
"Hehehe...iya..iya..Ya sudah ibu mau nyusul mertua mu dulu." Ucap ibu dan berlalu pergi.
"yeee...sama saja duo nenek ini.Sama sama posesif." Ara tertawa melihat ibu dan mama mertuanya mengekor orang yang menggendong cucu nya.
"Ara." Panggil Vivi dan duduk disamping Ara.
"Ya mbak." Ara membalas senyum Vivi.
"Selamat ya, semoga kamu dan keluarga kecil kalian selalu bahagia."
__ADS_1
"Makasih ya mbak. Mbak juga. semoga mbak akan mendapatkan kebahagian seperti Ara."
"Aamiin".
**
"Sayang. Kamu sedang apa?. Tanya Hendri yang baru masuk kamar. Ia melihat Ara mengulir layar ponselnya.
"Ara liat foto foto kita tadi mas."
"Capek ya?. Hendri memijit bahu Ara.
"Ara gak capek kok mas. Orang gak ngapa ngapain juga. Si baby twins juga sudah tidur."
Jelas Ara tidak merasa capek karena ada mama mertua dan ibu nya yang mengurus baby twins.
"Ya sudah. kalo gitu giliran kita yang tidur." Ucap Hendri hendak memeluk istrinya.
"Eits..mas mau ngapain?" tanya Ara wanti wanti.
" Ya mau tidur lah sayang.Emang mau ngapain?" Tanya nya balik.
"Yah, mana Ara tau hati mas mau ngapain." ucapnya nyengir.
"Mas paham yang. Jadi gak perlu diingatkan." Ucapnya kembali berbaring dan disusul Ara dengan tidur berbantalkan lengan Hendri.
Dengan mudahnya Ara sudah terlelap dalam tidurnya. Hendri mengelus pipi Ara dengan lembut dan mengecup kening Ara.
"Terima kasih ya Allah. Kau sudah mengirimkan bidadari dikehidupanku. Memberikan ku anak anak yang tampan. Kelak kumpulkan lah kami disyurga mu ya Allah." doa nya dalam hati. Dan Hendri pun menyusul Ara kedalam dunia mimpi.
.
.
.
__ADS_1
🌹
jangan lupa like coment dan vote nya ya kak 🥰