
POV Hendri
Aku mencoba lagi menemui Ara dirumahnya,tapi tetap saja dia tidak mau menemui ku, aku teriak teriak,mohon mohon agar ia mau menemui ku,tetap iya tak peduli hingga akhirnya aku putuskan untuk tetap menunggu nya diluar rumah bahkan sekarang sudah larut malam.
Udara dingin mulai menusuk kulit ku yang tanpa baju panjang,aku mengusap lengan ku sendiri karena merasa kedinginan,rasa dingin,kantuk dan lapar aku tahan,aku tak peduli sampai Ara mau keluar menemui ku. Hingga aku mendengar suara pintu dibuka,dan benar, Ara keluar menemuiku.
Saat dia dihadapan ku aku tak mau membuang kesempatan untuk bicara padanya,
"Ra,aku mau ngomong,pliss dengerin aku Ra".
Belum sempat aku melanjutkan suara perut ku mengganggu hingga aku terdiam,aku melihat Ara juga fokus melihatku.
"Dokter lapar? dokter belum makan?" tanya nya
Aku hanya bisa menggeleng menjawab nya,tanpa disangka dia mengajak ku untuk mencari makan ditengah malam buta ini,
"Kenapa tidak makan?kalau dokter sampai sakit gimana? kamu dokter seharusnya lebih tau menjaga kesehatan gimana sih". Omel ara
Aku merasa sangat senang,dari raut wajah nya ada kecemasan melihat kondisi ku saat ini. Ya memang kondisiku saat ini sungguh kacau.
__ADS_1
Disepanjang jalan aku memandanginya dan tersenyum,hingga sekali lagi aku mendapatkan Omelan dari Ara.
"Kenapa senyum senyum? gak jelas".
"Terima kasih karena kamu masih peduli sama aku Ra". Ucapku bahagia karena Ara masih peduli dengan ku.
Hingga kami sampai di warung yang buka dua puluh empat jam dan memesan makanan,tak ada yang bersuara dari kami hingga makanan ku pun habis,
Setelah itu Ara memulai bicara,dia mengajak pulang dan aku menahannya,aku menyatakan cinta sekali lagi kepadanya,sekali lagi dia juga menolak dan meyuruh ku mengantar nya pulang.
Sampai di depan rumah nya,ia turun dan keluarlah kata yang sangat membuatku sakit dan hancur.
"Sebaiknya dokter lupakan perasaan dokter yang pernah ada saat ini, dokter pasti bisa melupakan aku,begitu pun aku pasti bisa melupakan dokter". Ucap nya
Aku pulang kerumah dalam keadaan lesu dan saat kubuka pintu kamar Vivi sudah menungguku duduk ditempat tidur dan memandang tajam ke arahku.
"Aku sudah tau semuanya,bisa kau jelaskan Hen,aku ingin mendengar dari mulutmu sendiri" ucap nya seketika aku shock, ternyata Vivi sudah mengetahui semua nya, aku merasa bersalah sudah menghianati pernikahan kami, tapi aku juga tidak bisa menolak perasaan ini,dia datang dengan sendirinya.
Aku menjelaskan semuanya kepada Vivi tanpa ada yang kututup tutupi lagi.
__ADS_1
"Aku sangat mencintai nya, maafkan aku Vi," ucapku merasa bersalah.
"Aku yang sudah lama kau kenal tapi kau tidak pernah mencintaiku,sedangkan gadis itu baru beberapa bulan ke kau bilang kau mencintai nya? bagaimana kamu tahu kalo kamu mencintai nya?". Tanya Vivi lagi, air mata nya pun tumpah dengan sendiri nya tanpa bisa dicegah .
"Aku tidak tahu ini cinta atau apa,tapi bersama nya aku merasa nyaman,aku merindukannya bila dia jauh, aku merasa sangat bahagia bila melihatnya bahagia dan sedih saat dia bersedih".
Air mata ku juga menetes saat mengatakan itu,aku merasa bersalah pada Vivi, tapi aku juga gak bisa menyangkal akan perasaanku.
"Aku mengizinkan kamu menikahinya wan,aku merestui mu, kejarlah ia dan bawa ia bersamamu"
Aku merasa shock mendengar ucapannya. Bahagia dan sedih menjadi satu.
.
.
.
🌹🌹
__ADS_1
jangan lupa dukungan nya ya kak🥰
bantu like coment dan vote nya ya kk🥰🥰😍