Dokter Tampan, Sarangheo

Dokter Tampan, Sarangheo
54


__ADS_3

Tidak terasa hari ini adalah hari terakhir Ara ujian dikampus nya.Selesai mengumpulkan soal ujian ia langsung keluar sambil menunggu sabilah yang belum menyelesaikan ujiannya.Ia mengirimi ridwann pesan untuk meminta izin untuk pergi ke mall bareng sabilah.


"Assalamualaikum mas, mas Ara izin ke mall bentar ya?".(my honey)


"Ngapain sayang? sama siapa?" ( my husband)


"Ara bareng bilah mas, mau nyari sesuatu perlengkapan Ara untuk pergi liburan nanti".(my honey)


"Nanti aja sayang bareng mas" (my husband)


"Bentar aja mas, gak lama kok. Boleh ya?"


"Ya sudah, hati hati yah, jangan lama lama.


"Makasih ya mas, muaaach. Love you".


"Kenapa lho senyum senyum?" tanya bilah heran melihat Ara senyum senyum sendiri melihat ponsel.


"Kepo".


"Yaelah Ra, gitu amat. Btw jadi ni mau ke mall?"


tanya bilah.


"Jadi. Hayuk cuss." ajak Ara sembari bangun dari duduk nya.


"Lho Uda izin Ama tu si Dogan? nanti gua kena semprot lagi. tau kan gimana posesif nya suami lho itu."


"Udah,. tenang saja." Jawab Ara meyakinkan


"Lho uda izin sama Abang belom?" sambung Ara.


"Sudah". Jawab bilah dan mereka langsung pergi dengan diantar oleh sopir pribadi Hendri setelah memberi izin kepada Ara untuk pergi ke mall, Hendri menyuruh sopirnya untuk mengantar Ara dan sabilah ke mall yang mereka ingini. Tentu nya Hendri tidak akan membiarkan istri dan juga ipar nya yang sedang hamil pergi sendiri.

__ADS_1


"Lho mau nyari apa Ra?" tanya bilah saat sudah berada di dalam mall.


Rencana nya kan lusa kita mau ke korea. Jadi gua mau nyari baju hangat buat gua dan mas Hendri."


"Kalian mau ke korea? honeymoon?". Tanya bilah dengan semangat dan diangguki oleh Ara.


"Ketemu idola gua song Jong Ki dong Ra. ehmmmm.... Senangnya." ucapnya specles.


Ara tertawa menggeleng melihat tingkah bumil satu ini. tanpa menanggapi sabilah ia merangkul lengan bilah masuk store pakaian. Ia memilih beberapa pakaian hangat yang cocok dan sesuai untuk dia dan Ridwan.


setelah selesai mendapatkan pakaian hangat, ia beranjak pergi ke store lain. Sabilah menarik Ara kedalam store pakaian dalam membuat Ara bingung.


"Ngapain kesini bil? lho mau cari pakaian dalam?". Tanya nya heran.


"Bukan buat gue Ra, tapi buat lho la. Ini, cocok deh sama lho". Ucap bilah menyodorkan sebuah lingrie merah kepada Ara.


Ara bergidik melihat pakaian tipis bagai saringan santan.


"Buat apa sih bil. Gak mau gue". Tolak Ara


"Tapi malu lah make baju begituan. Baju apa tipis banget begitu."


"Yaelah Ra, lho mikirin malu? bahkan saat bercinta lho tu gak pake sehelai benangpun. lho gak malu nya". Tekan sabilah tertawa dan kepala nya mendapat toyoran dari Ara.


"Mulut lho ngomong gak bisa di filter yah. Dasar." gerutu Ara.


Sabilah hanya tertawa mendengar ocehan Ara.


"Udah. Gak usah mikir mikir, ini, dan ini ambil." Ucap bilah memilih lingrie dan memberikan nya pada Ara.


Setelah selesai membeli barang yang dibutuhkan mereka beranjak pulang, dan sebelum pulang mereka sempatkan untuk makan siang di restoran di area mall tersebut.


**

__ADS_1


Ara sampai dirumah sekitar jam empat sore, ia tidak melihat mobil suami di halaman menandakan Hendri belum pulang. Ia bergegas mandi membersihkan diri dan segera menunaikan ibadah solat ashar karena waktunya sudah panjang.


Selesai sholat ia pergi kedapur hendak menyiapkan makan malam. Ia membuka kulkas dan mengeluarkan udang, cumi, dan sayur bayam. Ia hendak memasak sambal udang, goreng tepung cumi dan sayur bening bayam.


Setelah selesai ia menata nya di meja makan. Sambil menunggu suaminya pulang ia naik kekamar dan kembali mandi karena ia tidak mau suaminya mencium bau asap dari tubuh nya.


Sekitar sepuluh menit ia sudah selesai membersihkan diri. Ia keluar kamar mandi hanya dengan kimono dan segera mencari pakaian untuk ganti.


ceklek


"Assalamualaikum".


suara pintu terbuka dan muncul seseorang yang sudah ditunggu dari tadi. Ridawan masuk dan meletakkan tas kerja nya disofa.


Belum sempat berganti pakaian Ara yang melihat suami nya pulang langsung menghampiri dan menyalimi tangan Hendri dengan takzim. "Waalaikumsalam mas." Hendri membaringkan badannya diranjang dengan pakaian kerja nya yang masih lengkap.


Hari ini ia begitu lelah karena banyak nya pasien. Ia memeluk Ara dengan erat agar rasa lelah nya berkurang.


"Mandi dulu mas. Ara siapkan air nya ya?".tanya Ara merenggangkan pelukannya dan menatap ridwan.


"Mandi bareng ya". Jawab Ridwan memeluk kembali Ara.


"Tapi Ara barusan siap mandi mas, cepetan gih. Ntar keburu maghrib."


"Oke. Mas mandi dulu, kita sholat jamaah." titah Hendri.


Sementara Hendri mandi Ara kembali memakai pakaiannya dan menyiapkan pakaian untuk suaminya.


Tak berapa lama Hendri keluar kamar mandi dan bersiap untuk sholat Maghrib berjamaah karena sudah masuk waktu Maghrib.


.


.

__ADS_1


🌹🌹


jangan lupa like coment dan vote nya ya kak 🥰🥰


__ADS_2