Dokter Tampan, Sarangheo

Dokter Tampan, Sarangheo
51


__ADS_3

Setelah dirawat selama tiga hari akhirnya Ara dibolehkan pulang. Kini Hendri membereskan pakaian Ara dan bersiap untuk pulang.


Hendri mendorong Ara dengan kursi roda hingga teras rumah sakit, dia membukakan pintu mobil dan menggendong Ara masuk dalam mobil.


"Ara bisa sendiri mas".


"Gak papa sayang,kamu masih belum pulih".


Ara hanya diam mendengar tuturan suaminya, dia tahu Hendri tidak akan membiarkannya.


Kini Hendri melajukan mobilnya meninggalkan area rumah sakit, Ia mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


"Sayang", ia menggenggam tangan Ara sesekali mengecupnya.


"Jangan difikirkan ya,semua sudah ketentuan Allah,anak kita sudah tenang disana" lanjutnya menenagkan karena ia melihat Ara melamun.


"Iya mas".


Sekitar 30 menit mereka sudah sampai dirumah, Ridwan turun dan membukakan pintu mobil untuk Ara dan hendak menggendong Ara tapi ditolak sama ara.


"Mas, biarkan Ara jalan sendiri mas."


"Hmm..baiklah sayang." Ucapnya merangkul pinggang Ara dan menuntun Ara berjalan pelan.


Mama papa Hendri dan Azka sabilah sudah menunggu dan menyambut kepulangan Ara. Mereka membukakan pintu saat Ara dan Hendri sudah didepan.


"Selamat datang kerumah ya sayang" ucap mama memeluk Ara, begitupun Azka dan sabilah.


"Gimana keadaan mu dek? Uda sehatan?" tanya Azka memeluk adiknya Ara.


"Alhamdulillah kak,Ara Udah jauh lebih sehat".


"Yuk masuk" mama menuntun Ara masuk kedalam.


"Kamu istirahat aja dikamar ya sayang." Ucap mama

__ADS_1


"Iya ma",


"Aku antar Ara kekamar dulu ya mah,pa,bang." ucap Hendri seraya meggendong istrinya menaiki tangga.


akh..


Tanpa aba aba Hendri menggendong Ara dan menaiki tangga.


"Mas, Ara bisa jalan sendiri lho mas." Protesnya karena Hendri terlalu over dengan keadaanya.


"Sudah, jangan banyak protes,sekarang istirahat ya". Ia menurunkan Ara keranjang dengan sangat hati hati dan membaringkannya,ia juga menyelimuti Ara.


cup


Sebuah ciuman mendarat dikening Ara dengan sangat lembut, Hendri mencium istrinya dengan penuh rasa cinta.


"Istirahat lah, agar cepat pulih". Sekali lagi ciuman mendarat dikening Ara


"I Love You , very very love you" ucapnya sambil mengelus rambut Ara.


"Mas kebawah dulu temui mama dan yang lainnya yah? istirahat lah".


Hendri keluar kamar dan akan menemui keluarganya yang sedang menunggu dibawah.


"Bagaimana keadaan Ara Hen?" tanya Azka.


"Ara jauh lebih baik bang, sekarang dia lagi istirahat".


"Syukurlah, Iyah bagaimana? apa kamu sudah tau siapa orang yang meracuni Ara?" sambung nya. Ia sangat geram dan ingin tahu siapa yang tega mau membunuh adiknya dan calon ponakannya.


Hendri yang mendapat pertanyaan dari Azka langsung memalingkan wajahnya menatap sang papa, ia ingin tahu apa papa nya berhasil mencari dalang dibalik ini semua. Ia sedang fokus merawat dan menghibur Ara sehingga semua ia serahkan pada sang papa.


"Jangan khawatir, papa sudah menemukan orang yang mengantarkan pizza kerumah kamu,dan papa juga sudah tahu siapa yang menyuruhnya."


"siapa pa"

__ADS_1


"siapa om"


Tanya Hendri dan Azka kompak.sedangkan mama dan sabilah hanya sebagai pendengar.


"Mela. adik Vivi". jawaban papa membuat semua kaget mendengarnya.


"Sekarang dia sudah berada dipenjara,papa pastikan dia akan mendapat hukuman yang setimpal atas apa yang sudah diperbuatnya." Ucap papa geram.


Setelah berbincang bincang kini Azka dan sabilah pamit pulang.


"Om Tante,Hen kami pamit pulang dulu," ucap azka izin pulang.


"Nginap sini saja nak Azka, Ara pasti senang kalau kalian disini". Ucap mama menyarankan Azka dan bilah tetap tinggal, menurutnya Ara pasti terhibur karena ada sahabatnya disini.


"Lain kali aja Tan, sabilah sedang hamil, dia harus banyak istirahat"


"Oh, ya Uda deh, hati hati yah jangan ngebut kalo nyetir nya" ucap mama saat Azka menyalimi nya.


"Jaga kesehatan yah nak, jangan lasak". Ucap mama tertawa kecil sambil mengelus perut sabilah yang sedikit membuncit.


"Ia Tante, makasih banyak Tante sudah perhatian sama bilah."


Sama seperti hal nya Ara, mama juga sayang dengan Sabila, dia menganggap sabilah juga anak nya.


Azka dan sabilah menaiki mobilnya dan langsung melajukan mobilnya meninggalkan rumah besar Hendri dan Ara.


**


"Pa, aku ingi bertemu Mela"


"Gak perlu Hen, buat apa kamu ngurusin wanita jahannam itu, biar papa mu yang urus semua nya." Mama kesal setiap mendengar nama orang yang sudah membunuh calon cucu nya


"Kamu fokus saja menghibur istrimu, diantara kita Ara pasti lebih terpukul dan sedih dibanding kita." Sambungnya lagi.


"Baik ma".

__ADS_1


__ADS_2