
Setelah meninggalkan Vivi di restoran Ara pergi kerumah sabilah,, sabilah memang satu kampung dengan Ara, tapi orang tuanya orang kaya dikampung mereka, itu sebabnya ia di berikan rumah dan fasilitas lainnya termasuk mobil. Bilah juga mengajak Ara untuk tinggal bersamanya,tetapi Ara memilih tinggal bersama abangnya saja.
"Bil...tadi gue bertemu dengan istri dokter Hendri. Dia menyuruhku datang kerestoran x" ucap nya lirih
"What?? lho dilabrak Ra? Lo diapain sama istri Dogan?" tanya nya kaget.
"Dia gak ngapa ngapain gue, justru dia mohon minta gue nikah sama dokter Hendri".
"What?". Sabilah sangat kaget mendengarnya.
" Kaget kan lho. gimana gue? shock kuadrat gue"
"Ini beneran Ra? bukan hayalan lho aja kan?"
"Ya gak lah..."
" Siapa tau karena lho cinta dengan Dogan trus lho ngayal direstuin istri Dogan buat nikah dengan suaminya".Ucap sabilah cengegesan karena ditatap tajam oleh Ara.
"Menurut lho gimana bil?. Apa gue harus terima atau tetap menjauhinya?" tanya Ara yang minta pendapat bilah.
"mmm....kalo perasaan lho ke Dogan gimana? Uda bisa move on?"
" Gue gak bisa lupain dia bil,,namanya, wajahnya selalu muncul ni diotak gue" ucap nya sedih sambil menumpu kepalanya dengan kedua tangan.
__ADS_1
"Gue harus gimana bil,,kenapa gue bisa ngalamin ini, gue gak maksud suka dengan suami orang. Tapi gua juga gak bisa menentang rasa ini..gue bahkan uda coba untuk ngelupain nya. Tetap aja bil....gue belom bisa". Ucapnya menangis.
Sabilah langsung memeluk sahabatnya itu,mengusap belakang Ara untuk menenangkannya.
"Cuma lho yang bisa jawab Ra, ini masalah hati. Coba lho istikharah deh,minta petunjuk pada sang pemilik hati." Ucap nya yang masih memeluk Ara.
Ara masih betah memeluk bilah dan mengeluarkan air mata nya,hingga beberapa saat tangis Ara berangsur mereda.
"Makasih ya, hati gua jadi sedikit tenang."Ucapnya sambil melerai pelukannya dengan bilah.
"emm.. btw kapan ni rencana kalian menikah?" tanya Ara.
"Belom dipastikan sih tanggal nya, tapi dalam waktu dekat ini Abang lho akan kekampung kita jumpai orang tua gue buat lamar gue katanya."
"wiiiiihhhhh.....gercep juga ya" ledek Ara tertawa dan bilah juga ikut tertawa mendengar nya.
***
Dikantor Alvian juga curhat dengan azka. Alvian menceritakan semua hal tentang perjodohan oleh kakek nya.
"Ka,,kakek ngejodohin gua dengan seseorang yang gak gua cinta,bahkan gak gua kenal."
"lho Uda coba bicara baik baik belom kalo lho gak mau dijodohin?"
__ADS_1
"sebenarnya gua mau nolak, tapi gua gak pernah bisa menolak permintaan kakek ka.apa lagi kondisi kakek saat ini tidak baik".
"kakek lho pasti mencarikan cewek yang baik buat lho Al..dia sayang banget sama lho jadi gak mungkin dia memberikan cewek gak baik." ucap Azka memberi nasehat.
"dan lho kapan meried nya?"
" weekend ini gua akan balik kampung buat ngelamar sabilah, karena itu gua harus siapin semua kerjaan ini sebelum weekend." Jawab Azka.
"Lho yakin mau nikah dengan nya? bukannya lho gak cinta ya?" tanya nya.
" Yakin..sekarang sih belom cinta, tapi nanti setelah menikah insyaallah cinta itu tumbuh dengan sendirinya". jawab nya mantap.
"kenapa bisa seyakin itu lho?"
"Sabilah itu wanita baik, pintar,tidak bergaul bebas seperti anak muda zaman sekarang,jadi pasti pria yang mendapatkannya adalah pria beruntung". jawabnya sambil senyum senyum memikirkan bilah.
"Dia juga canti kan?" ledek Alvian karena melihat azka senyum senyum gak jelas.
.
.
.
__ADS_1
🌹🌹
jangan lupa like ,coment dan vote nya ya kak🙏😊😊🥰🥰🥰