
"Sekarang kamu mau apa? Mas akan turuti semua keinginan kamu." tanyanya dengan merapikan rambut Ara dan menyelipkannya ditelinga.
"Ara pengen lontong sayur Medan mas".Jawab nya dengan mata berbinar.
deg...
"Mampus gue" Ucapnya dalam hati.
"Sayang. Jangan bilang kamu mau makan lontong sayur dimedan?".
Mama Indri dan papa wirawan pun juga membelalakkan mata mendengarnya. Apa harus mereka pergi ke Medan malam buta begini?
"Kenapa?" tanya balik Ara.
Glek..
"Tidak. Tidak apa apa sayang." Jawab Hendri menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Hahahahha...." Tawa Ara pecah melihat suaminya yang gelisah dengan raut wajah sendu.
"Ara hanya bercanda mas. Jangan anggap serius. Maafin Ara selalu ngerepotin ya mas."
"Tidak sayang. Tidak ada yang perlu dimaafkan. Kamu gak salah kok. Mas akan selalu berusaha turuti semua ngidam kamu."
"Makasih ya mas". Ucap ara merasa bahagia.
"Sekarang gimana? Mau kemedan?". Tanya Hendri lagi.
"Tidak mas. Tadi Ara hanya bercanda. Saat ini Ara belum menginginkan apapun. Tapi nanti jika Ara menginginkan sesuatu mas harus kabulkan". Ucap Ara dengan senyum manisnya.
"Siap". Ucap Hendri meletakkan tangannya di kepala memberi hormat.
__ADS_1
"Hahahahha...." Suara tawa pecah didalam ruang rawat Ara, Mama Indri dan papa wirawan yang dari tadi hanya sebagai pendengar ikut tertawa bahagia melihat anak dan menantunya.
"Berikanlah kebahagiaan yang berlimpah untuk mereka ya Allah". Ucap mama Indri dalam hati sambil menyeka bulir bening yang menetes begitu saja.
**
Saat ini Usia kandungan Ara sudah memasuki tujuh bulan. Dan saat ini mereka mengadakan acara syukuran atas tujuh bulanan Ara.Mereka mengadakan pengajian dan santunan untuk anak yatim dan fakir miskin.
"Ontyyy...." Panggil sabilah meniru suara anak kecil.
"Halo sayang onty.." jawab Ara menjawil pipi Azqila.
"Kalo dayang kasih jajannya onty". Ucap sabilah yang masih menirukan suara anak kecil.
"Sayang onty belum bisa jajan sayang. Nanti diambil sama bundanya. Jadi nanti kalau qila Uda bisa jajan onty kasih yang banyak." Ucap Ara tertawa.
"Hahahaha...." Keduanya tertawa dan diikuti dengan qila yang juga tertawa lucu melihat dua wanita didepannya.
"Cantik banget sih bumil ini." Puji bilah pada Ara yang memang sangat cantik. " Ngeri gue Ra. Gue yang waktu itu sembilan bulan aja gak sebesar ini." Sambung sabilah mengelus perut Ara.
"Sayang. Sudah siap?". Tanya Hendri yang baru datang. "Tamu sudah datang semua tu". Sambungnya lagi.
"Sudah mas." Jawab Ara.
"Qila sayang...sayang om yang paling cantik". Hendri mencubit pipi qila dengan gemas. Qila yang melihat Hendri langsung minta digendong. Qila memang sangat manja dengan Hendri. Dia betah berlama lama dalam gendongan Hendri.
"Sayang nya om sama bunda dulu yah. Om mau bantu onty keluar." Ucap Hendri tapi dibalas qila dengan gelengan. "Ba..ba.ba" ucap qila mengeratkan gendongannya.
Mereka bertiga tertawa sangat gemas dengan qila.
"Sayang. Ayo sama bunda." Sabila hendak mengambil qila dari gendongan Hendri tapi qila semakin mengeratkan pelukannya tidak mau turun. Hingga sampai Azka datang membuat qila ingin berpindah ke gendongan ayahnya.
__ADS_1
"Sayang. Ada apa?" tanya Azka saat masuk kamar.
"Ba..ba..ba.." Qila minta digendong Azka dan kembali mengeratkan gendongannya dengan ayahnya.
"Ya Allah anak bunda. Kalau sudah dengan om Hendri dan ayah langsung nempel. Tau aja ni anak dengan orang ganteng." Ucap sabilah agak kesal.
"Hahah...." Mereka semua tertawa dengan tingkah Azqila. Sungguh menggemaskan. Masih kecil begini sudah paham dengan orang ganteng.
**
Acara syukuran diadakan dihalaman rumah Hendri dan ara. Acara pun dimulai dengan membaca Al-Qur'an, zikir, sholawatan dan doa hingga selesai.Acara nya berjalan dengan sangat khidmat. Semua keluarga bersyukur atas apa yang telah Allah limpahkan kepada keluarga mereka.
Orang tua Ara maupun Hendri memberikan doa terbaik buat Ara dan calon cucu mereka.
"Selamat ya sayang.Semoga kamu selalu dalam lindungannya". Ucap mama Indri memeluk Ara. Papa wirawan hanya menggosok kepala Ara dengan sayang.
"Anak ibu.Gadis kecil ibu." Ucap ibu menangkap wajah Ara dengan kedua tangannya dan mata yang berkaca kaca. "Sekarang sudah mau mau menjadi seorang ibu. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmatnya pada keluarga kalian nak." ucap ibuk memluk Ara. Air mata yang dari tadi tertahan kini jatuh. Ara dan ibu menangis haru bahagia.
"Makasih buk. Ibu adalah wanita yang paling hebat dihidup Ara. Ibu adalah jantung yang membuat Ara bisa bernafas." Ucap Ara dengan tangis kecilnya.
Semua terharu melihat ibu dan anak itu. dan kini mereka tertawa karena ulah qila yang mengoceh juga mengembuskan bibirnya.
Tanpa mereka sadari sedari tadi ada seseorang yang memperhatikan mereka. Dia sangat tidak suka atas kebahagian keluarga hendri dan Ara.
"Kalian berbahagia. Sementara putri putriku menderita karena kalian". Geramnya dalam hati.
.
.
.
__ADS_1
🌹
jangan lupa like, coment dan vote nya ya kak 🥰🥰