Dokter Tampan, Sarangheo

Dokter Tampan, Sarangheo
34


__ADS_3

Sabilah mengikuti sarannya Ara untuk memakai baju yang sangat tipis itu, dan membuat lekuk tubuh nya terekspos. Ia melihat dirinya dipantulan cermin,


"Ah malu banget kalo begini" gumamnya.


"Ingat bil...sekarang dia suami lho, berpahala nyenangin nya".Monolog nya dalam hati.


Ia mantapkan kan hati nya untuk keluar dengan pakaian seperti itu.


Saat ingin membuka hendle pintu, bertepatan Azka juga membuka pintu kamar mandi.Sabilah sedikit terdorong karena kaget.


Melihat bilah dengan lingrie yang dikenakannya membuat Azka diam membeku ditempat. Matanya menyorot bilah dengan penuh hasrat.


Melihat Azka yang melihat nya seperti itu refleks bilah menutup dadanya dengan menyilangkan kedua tangannya. Ia merasa sangat gugup melihat Azka yang berjalan mendekatinya dan semakin dekat.


"A..a.. Abang mau ngapain?" ucapnya terbata, ia mundur saat Azka mendekatinya hingga mentok kedinding dan tidak bisa lagi mundur. Azka semakin dekat hingga jarak mereka semakin merapat. Azka memajukan wajahnya membuat bilah tegang kaku ditempat.


"Apa yang kau pakai?kau menggodaku? bisik Azka ditelinga bilah,membuat sabilah merinding mendengar suara Azka yang serak sensual karena gairah.


"Ti..tidak bang.Bilah cu..cuma ngetes pemberian Ara". Ucapnya terbata karena takut.


"*Y*a Allah...mampus deh gue, ngapain dengar si Ara untuk makek baju beginian sih.!" gerutunya dalam hati.


Jantungnya jangan tanya,keadaannya sangat tidak baik,degupan nya semakin kencang serasa mau meledak. Begitu pun dengan Azka,saat ini dia sungguh tidak bisa menahannya lagi, setelah dua malam ia menahan untuk tidak menyentuh wanita yang sudah halal baginya karena takut sabilah belum siap. Tapi sekarang?sabilah sendiri yang memberikan sinyal lampu hijau kepadanya.


"Karena kau sudah menggodaku, maka aku tidak akan mengampuni mu". Ucap nya sambil memeluk pinggang sabilah. Matanya menatap sabilah dengan penuh hasrat.

__ADS_1


hmmpp...


Tanpa ba Bu Bu Azka langsung mengecup bibir sabilah,mata sabilah terbelalak karena shock dapat ciuman mendadak. Merasa tak ada balasan dari sabilah Azka menggigit bibir bawah nya membuat bilah membuka mulutnya dan Azka jadi leluasa ******* serta menautkan lidahnya dengan lidah sabilah.


Karena merasa kehabisan nafas sabilah memukul dada azka dan Azka pun menyudahi ciumannya. Masih dengan nafas yang terengah sabilah dibuat kaget karena Azka tiba tiba langsung menggendongnya ala bridaystile dan menghempaskannya keranjang.


Azka langsung mengukung sabilah dibawahnya.


"Abang mau sekarang bilah! kamu bersedia?" tanya ya dengan mata yang masih menatap bilah penuh gairah.


"Silahkan bang,, sabilah milik Abang.Abang bebas dengan bilah".


Tanpa menunggu berlama lama lagi Azka langsung ******* bibir sabilah, tak cukup sampai disitu, bibirnya turun keleher dan membuat sabilah mengeluarkan suara yang sangat sexy menurut Azka.


Tangannya juga bekerja mengelus dan meraba kearah titik titik sensitif sabilah yang membuatnya merasa panas dan bergairah.


"Kamu siap bil?" tanya nya dan hanya anggukan yang sabilah beri.Dan Azka langsung menjalankan malam pertama mereka yang tertunda.


****


Saat paginya seperti biasa Ara sedang berada didapur untuk membuat sarapan pagi, karena hari ini jam ngampus nya pagi jadi ia membuat sarapan yang simpel. nasi goreng ala Ara andalannya.


Sabilah keluar kamar hendak mengambil air minum karena haus.Ara melihat jalan sabilah yang aneh membuat nya penasran.


"Kenapa jalan lho begitu bil? gak enak banget dilihat!" ledek nya.

__ADS_1


"Ulah Abang lho tu".


"hahaha....tawanya pecah mendengar sabilah kesal".


"Sukses kan saran gue semalam?".


Kenapa masih manyun lho, semalam gak dapet manyun, eh sekarang uda dapet masih manyun."


Sabilah melanjutkan mengambil air dan langsung meminumnya hingga tandas segelas panjang tanpa memperdulikan ocehan Ara.


"Haus banget. pasti capek banget ya,sampe kehausan begitu." Ledeknya lagi sambil tertawa.


"Dasar lho,,songong, bakal lho rasain tu sebentar lagi tau, sepertinya si Dogan lebih ganas deh, karena dia sudah pengalaman. Jadi siap siap aja lho gak akan bisa jalan seminggu." balas bilah dan langsung pergi meninggalkan Ara.


glek...


Mendengar perkataan bilah membuat Ara menelan ludah seketika ia merasa takut dengan apa yang dikatakan bilah.


"Tidak...tidak..tidak..." Ara menggelengkan kepalanya karena membayangkan kalo dia tidak bisa berjalan dibuat dokter Hendri.


.


.


.

__ADS_1


🌹🌹


jangan lupa like coment dan vote nya ya kak 🥰🥰


__ADS_2