Dokter Tampan, Sarangheo

Dokter Tampan, Sarangheo
65


__ADS_3

"Sayang. Kenapa bisa pingsan? Apa yang kamu rasakan?". Tanya Hendri khawatir.


"Ara gak papa mas. Cuma pusing saja, karena mas marah gak jelas sama Ara." jawabnya lirih.


Hendri langsung memeluk Ara dan minta maaf."Maafin mas ya!"


Padahal Ara gak sengaja ketemu bang Al disana. Awalnya Ara juga nolak makan sama bang Al. Tapi Ara lapar mas.Ara membeli hadiah untuk mas karena mas kan besok ulang tahun, tapi mas nya marah sama Ara". ucapnya sambil menangis.


"Maafin mas yah.Mas salah. Maafin mas". ucapnya mengelus rambut panjang Ara.


Ara semakin membenamkan wajah nya di dada Hendri.Ia semakin kencang menangis.Hendri merasa sangat bersalah pada istrinya, tidak seharusnya ia cemburu seperti ini.


"Maafin mas sayang". Ucapnya mengelus rambut Ara sesekali memberi kecupan di pucuk kepala Ara. Setelah merasa tangis Ara mereda Hendri merenggangkan pelukannya.


"Kamu laparkan? Mas buatkan jus sama salad nih. Nanti malam habis Maghrib kita makan diluar ya,sekalian belanja bulanan." Ajak Hendri.


"Mas yang suapin". Minta Ara tersenyum dengan manis.


"Manja banget istri mas." Ucap Hendri mencubit pipi Ara gemas.


"Manja sama suami juga. Mas mau Ara manja sama yang lain?" tanya nya cemberut.


"Gak lah". Jawab Hendri cepat. "Kamu tuh cuma boleh manja sama mas doang selain ibu bapak dan bang Azka. Cinta kamu, sayang kamu, perhatian kamu cuma boleh buat mas. Gak boleh untuk orang lain." lanjutnya.


"iya deh iya. Cepetan suapin, aa". Ara membuka mulutnya minta disuapin. Ara memakan salad dan minum jus nya hingga tandas tak tersisa.


" Gue ngerasa aneh ya dengan diri gue.Nafsu makan meningkat, emosional,sensitif, gampang banget meweknya. Apa jangan jangan?".Ucap Ara dalam hati dan seketika ia membulatkan matanya saat sadar apa yang ia pikirkan.


**


" Mau pesan apa sayang? Pesan lah sebanyak yang kamu mau". Ucap Hendri memberikan buku daftar menu.


"Hmmm...Ara pesan spaghetti aj deh mas, sama minumnya jus jeruk aja."


"Yakin cuma itu?"


"Yakinlah." Jawabnya cepat.


"Ya udah mbak, samain aja". Ucap Hendri pada pelayan restoran itu. Dan tak lama pesanan mereka pun sudah ada dimeja mereka. Ara dan Hendri pun melahapnya hingga tandas.


Selesai makan malam mereka belanja untuk bulanan, karena stok dikulkas sudah habis.


"Sayang. Jangan mie instan yah, gak bagus." tegur Hendri pelan saat Ara ingin mengambil mie instan di rak belanja.

__ADS_1


Ara menurut dan tidak jadi mengambil mie instannya. Setelah memilih bahan yang diperlukan mereka pergi kekasir untuk membayar.


"Hendri" terdendar seseorang memanggilnya Hendri membalikkan badan dan diikuti Ara.


"Bunga". Hendri mengenali wanita yang memanggilnya. Ia tetangga rumahnya dulu sekaligus temannya diwaktu SMP.


"Kamu apa kabar nya?" Tanya wanita itu langsung memeluk Hendri. Ara membolakan mata nya saat lihat suaminya dipeluk wanita lain. Dan Hendri langsung melepas pelukan bunga.


"Maaf" Ucap bunga sadar. " Bagaimana kabar om dan Tante? udah lama banget yah kita gak ketemu. Kamu tambah ganteng aja." tanya nya bertubi.


"Saya mama dan papa Alhamdulillah sehat, semuanya baik." ucap Hendri singkat.


"Oh iya kenalkan ini istri saya". ucap Hendri memperkenalkan Ara istrinya.


"Ara".


"Bunga". Ucap mereka berjabat tangan memperkenalkan diri.


"oh ya bunga, kita permisi dulu yah. titip salam buat om dan Tante." Ucap Hendri permisi.


"Kenapa mukanya ditekuk gitu?" tanya Hendri melihat Ara diam.


"Gak mau jelasin?" bukannya menjawab Ara Mala balik bertanya.


"kenapa? cemburu?" tanya Hendri tersenyum.


"Mas justru senang kalau kamu cemburu. Itu artinya kamu tu sangat cinta sama mas."


Ara tidak memperdulikan omongan Hendri dan langsung masuk mobil.


"Dia itu bunga. Teman mas saat SMP dulu dan juga kita tetanggaan. Setelah tamat SMP mas dan keluarga pindah, dan gak pernah bertemu lagi. Ini baru ketemu kembali setelah sekian lama." Hendri menjawab tanpa ditanya Ara.


"Pasti kangen banget kan? secara Uda bertahun tahun gak ketemu." ucapnya jutek.


Hendri tertawa kecil melihat kecemburuan istrinya.


"cuma kamu seorang perempuan yang mas sayang, cinta, rindu bila jauh, jika mas tidak melihatmu ada didepan mata mas maka mas sangat merindukanmu." ucapnya dengan menangkap muka Ara dengan sebelah tangannya.


"Gombal... Gak mempan gombalan mas buat Ara." jawabnya tertawa.


"Mas gak gombal sayang. Mas sangat merindukanmu walau sejam saja. Mas bisa gila kalau jauh darimu." Ucapnya lagi.


Ara tertawa mendengar gombalan Hendri. Gombalan yang menurutnya lebay. masa tidak terlihat didepan mata sudah rindu.

__ADS_1


"Mas berhenti dulu di mini market depan yah." Ucapnya menunjuk mini market yang ada dekat rumahnya.


"Mau beli apa yang? bukannya kita Uda beli semua keperluan rumah ya".


"Mau beli pembalut mas. Stok Ara udah habis dan Ara tadi lupa beli."


Hendri mengangguk dan berhenti didepan mini market. Ara masuk sendiri, ia melarang Hendri mengikutinya karena ia tidak ingin Hendri mengetahui apa yang ia beli.


Tak butuh waktu lama Ara sudah kembali masuk mobil.


"udah?" tanya Hendri


"Udah mas." jawab Ara menunjukkan kantung plastik yang ia pegang.


**


"Kemarin katanya kamu beli hadiah untuk mas. Apa hadiahnya?" tanya hendri saat mereka baru selesai sholat subuh.


"Oh iya Ara lupa!" Jawabnya nyengir menampilkan gigi putih nya. "Ntar ya mas." sambung ya dan ia berjalan kearah lemari mengambil kotak hitam persegi.


"Ini mas. Selamat ulang tahun yah mas."


"Makasih sayang. Mas buka ya."


"Hendri membuka kotak nya dan ia tersenyum melihat hadiah Ara. Jam tangan yang sangat indah dan pasti harganya juga fantastis. Dan kemudian ia sangat kaget dengan apa yang ia lihat. sebuah alat tes kehamilan yang letaknya terbalik membuat jantung Hendri berdehub sangat kencang.


Ia membaliknya dan seketika ia terpaku. Ia melihat ada garis dua yang menandakan positif. dan ia juga mendapatkan memo yang bertuliskan " Selamat ulang tahun papa, aku sudah hadir di perut mama". Seketika air mata Hendri jatuh membasahi pipi nya.


"Sayang. ini?" tanya nya dengan bibir bergetar.


"Ia mas. Dia sudah hadir disini." Ucapnya meletakkan tangan Hendri di perutnya.


Hendri langsung memeluk Ara dan Mela uhkan kecupan kecupan kecil diseluruh muka Ara.


"Sayang. Terima kasih banyak. terima kasih". ucapnya dan kembali ia berikan kecupan panjang di pucuk kepala Ara.


.


.


.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya kakak 🥰


like, coment dan vote nya ya kak 🥰


__ADS_2