
Ara dan Alvian memesan makanan dan menikmati makan mereka dengan lahap. Sesekali juga bicara dan tertawa canda. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menyorot dengan tatapan tidak suka.
"Ehmmm..." suara seseorang yang sangat familiar buat Ara. Ia menoleh kesamping dan benar saja. Hendri datang menghampiri. Ara melihat tatapan tidak suka terpancar dari mata Hendri.
"Mampus gue, bisa salah paham ni suami gue". Ucap nya dalam hati.
"Mas. Assalamualaikum mas." Ucap Ara menyalami suaminya seperti biasa dan bersikap seperti biasa saja.
"Mas sudah pulang? kok gak kabari Ara kalo mas sudah nyampe? Mas tau dari mana Ara ada disini mas?" tanyanya bergelayut manja dilengan Hendri.
"Sudah selesaikan? kita pulang sekarang." ucapnya langsung menggandeng tangan Ara keluar dan meninggalkan Alvian sendiri. Hendri membukakan pintu mobil agar Ara masuk dan memasangkan setbelt nya. Ia melangkah memutari dan masuk dalam mobil.
Hening. Itulah suasana dalam mobil saat ini. Tidak ada yang bicara saat ini baik Hendri maupun Ara. Hendri tidak mau menanyakan soal Ara dan Alvian takut emosi karena cemburu.
Melihat gurat wajah Hendri yang tidak baik,Ara memberanikan diri untuk bicara.
"Mas. Mas tau darimana Ara di mall?. Ara gak ada bilang sama mas. Kok mas gak kabari kalau sudah nyampe." tanya Ara tetapi Hendri masih tetap diam tidak mau menjawab pertanyaan Ara.
"Mas.." belum sempat bicara Hendri sudah memotong perkataan Ara karena mobil mereka sudah sampai dan berhenti didepan rumah.
"Sampai. yuk masuk." Ucap Hendri sambil membukakan setbelt Ara juga pintu mobil. Walau pun ia marah tapi ia tetap perhatian dengan Ara walau sekecil apapun.
"Mas. Mas belum jawab Ara. Mas kenapa gak kabari Ara kalau sudah nyampe? Mas tau darimana Ara ada di mall?" tanya nya lagi bergelayut dilengan Hendri. Hendri merasa gemas dengan tingkah istrinya ini.
"Kamu gak ngerti mas marah? mas cemburu kamu makan berduaan dengannya. masa kamu gak peka sih Ra!". Ucapnya dalam hati.
__ADS_1
"Kenapa dikunci mas?" tanya Ara saat sampai kamar Hendri langsung mengunci pintu.
"Ara nanya lho mas. Kok diam aja? Mas kenapa sih?" Tanya nya geram dengan memijit kepalanya karena tiba tiba merasa pusing.
"Agar kamu gak bisa keluar kamar dan gak akan bisa jalan dan makan dengan pria kain." Jawab Hendri ketus.
"Mas cemburu? Sama bang Al?" tebak Ara dan Hendri tetap diam.
huff..
"Jangan ngaco deh mas. Ara gak da apa apa kok sama bang Al. Tadi tuh gak sengaja aja jumpa,trus bang Al ngajak makan bareng.Karena lapar ya udah Ara mau makan bareng." jelas nya.
Hendri hanya diam tak peduli penjelasan Ara.Ia naik ketempat tidur berbaring untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Ia menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan balik karena sangat merindukan istrinya. Saat sampai ia pergi ke mall ingin membelikan sesuatu untuk istrinya tapi ia malah melihat sang istri sedang makan dan tertawa dengan pria lain yang notaben nya pria itu pernah punya rasa dengan sang istri.
"Mas kok diam aja sih. Ngomong dong mas.Mas." Ucap Ara dengan suara manja nya menggoyangkan lengan Hendri. Hendri tersenyum merasa gemas dengan sang istri. Tapi ia tetap diam.
"Bukankah kamu barusan makan?" tanya nya pura pura ketus.
"Tapi laper lagi mas".
"Alesan". Ucap Hendri singkat.
"Kok alesan sih. Beneran mas." Ucapnya meyakinkan sambil memijit keningnya karena kepalanya semakin sakit.
Hendri bangun dari tempat tidur."Kalau laper bilang saja sama tu si Al itu. Ajak dia makan bareng lagi. Saya pergi ke mall untuk membelikan hadiah untuk istri saya tapi saya mala melihat istri saya makan dan tertawa bahagia dengan pria lain." Ucapnya dengan suara agak tinggi karena kesal mengingat tawa Ara dengan pria.
__ADS_1
"Mas salah paham mas." Ucapnya tapi Hendri tidak peduli dan pergi meninggalkan Ara dengan mengunci pintu dari luar.
"Mas.Mas salah faham mas.kenapa marah marah gak jelas sih." Ara berteriak menggedor pintu yang dikunci Hendri dari luar. Ara yang merasa kepalanya tambah pusing segera berbaring ditempat tidur, berharap agar pusing nya menghilang.
Sekitar tiga puluh menit ia berbaring tapi tidak menghilangkan pusing nya. Ia bangun hendak memanggil Hendri tapi ia mala limbung dan kehilangan kesadaran.
**
Hendri pergi kedapur untuk membuatkan makanan untuk istrinya. Ia tau istrinya mungkin benar lapar karena ia mendengar suara perut Ara yang merontah minta diisi. Ia membuka kulkas tapi kulkas kosong. Hanya ada buah didalam sana.
Jadi ia putuskan untuk membuat salad buah dan jus.Saat kembali dan membuka pintu betapa kagetnya ia melihat Ara yang tergeletak dilantai.
"Ara. Sayang." Ucapnya menepuk nepuk pipi Ara tapi tak ada pergerakan. Ia langsung menggendong Ara ketempat tidur. "Sayang bangun sayang." Ia menggosok telapak tangan dan kaki Ara, juga mengoleskan minyak kayu putih.
"Ya Allah ini salahku. Sayang, bangun." ucapnya dalam hati. ia sangatlah merasa khawatir dengan istrinya.
"Mas" ucap Ara dengan suara lemas.
"Sayang. Syukurlah kamu sudah sadar. Apa yang sakit sayang?". Tanya nya dan hanya gelengan jawaban Ara.
.
.
.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment dan vote nya ya kak 🥰🥰