Dokter Tampan, Sarangheo

Dokter Tampan, Sarangheo
38


__ADS_3

Tiga hari tinggal dikampung halaman Ara,setelahnya mereka langsung pulang ke kota.


"Kita pulang kemana mas?"


"Rumah mas lah" jawab Hendri dengan pandangan kedepan yang masih fokus mengemudi.


Apa kita kerumah mbak Vivi?" tanya Ara merasa males kalo harus serumah dengan madunya.


"He'em..kita akan kerumah Vivi". Jawab Hendri.


Mendengar jawaban Hendri Ara terdiam, ia merasa gak enak aja kalo harus serumah. Pasti nanti ujung ujungnya gak baik.


"*H*isss....mas Ridwan ngajak dua istrinya serumah? yang bener aja. Ya kali bisa akur, yang ada nanti berantem." Keluh nya dalam hati.Dia tidak berani untuk mengatakan pendapatnya pada Hendri.


Melihat Ara diam, Hendri tau apa yang sedang difikirkan oleh istrinya.


Sekitar satu jam setengah dari bandara akhirnya Ara dan Hendri sampai disebuah rumah mewah dua lantai, rumah dimana Hendri dan Vivi istri pertama nya tinggal.


Hendri membukakan pintu mobil buat Ara, " ayok masuk sayang, ini rumah mas dan Vivi." ucap nya.


"*R*umah mas dan Vivi kan, bukan rumah gue dan mas. Trus gue cuma numpang dong disini. auto jadi babu deh gue". Gerutunya kesal dalam hati.


"Hai sayang" sambut Vivi memeluk Hendri saat Ara dan Hendri sampai.


"Gimana kabarmu Vi?" ucap Hendri.


"Baik" jawab Vivi melepaskan pelukannya.


"Hay Ra, selamat ya atas pernikahan kamu dan Hendri". Ucap Vivi sambil cipka cipiki dengan Ara.


"ya udah masuk yuk" ajak Vivi menggandeng Ara.


"Makasih mbak".


Hendri yang melihatnya tersenyum,


"*S*emoga kalian selalu akur". Ucapnya dalam hati dan segera menyusul kedua istrinya.


"Sayang kamu mau minum apa? biar mas buatin. Kamu pasti capek kan."


"hmmm...mas tau aja Ara lagi haus,hehe...apa aja deh mas." Jawabnya tersenyum melihat suaminya pengertian.


"Eh. udah kamu duduk aja Hen, kamu juga pasti capek. Biar aku aja yang buat". Ucap Vivi segera kedapur.


"Sayang? Hendri memanggil Ara sayang? aku sudah lima tahun jadi istrimu Hen, tapi gak pernah sekalipun kata sayang keluar dari mulutmu." Ucap Vivi kesal mendengar kata sayang yang dilontarkan Hendri pada Ara.


Tak lama Vivi datang membawa dua gelas minuman dingin dan memberikannya pada Ara dan Hendri.


"Ehm..Vivi, aku dan Ara gak bisa lama lama Disni,kami harus segera pergi".

__ADS_1


"apa tidak disini saja Hen?"


"Kita kan sudah bicara ini sebelumnya,dan aku juga udah siapkan semuanya." Jawab Hendri lembut.


Ara memandang Hendri dan Vivi bergantian,dia tidak mengerti apa yang dibicarakan dua orang didepannya.


"*P*ergi? maksudnya gue gak tinggal disini? benarkah? yesss...." Ucapnya senang dalam hati.


"Ya udah kami pergi dulu ya". Pamit Hendri dan Ara juga berpamitan dengan Vivi.


"Mas..i." ucapnya terhenti karena dipotong Hendri.


"Nanti mas jelaskan,sekarang masuklah" Ucapnya membuka pintu mobil menyuruh Ara masuk. Dan Hendri berjalan memutari dan masuk dalam mobil.


"Mas kita.." lagi lagi Hendri memotong pembicaraan nya.


"Setbelt nya pasang sayang". Ucapnya memasangi setbelt Ara, jarak mereka begitu dekat, Ara merasa gugup saat mata mereka saling tatap dan


cup..


Satu ciuman kilat sampai kebibir Ara, Ara hanya tertegun dengan ciuman dadakan Hendri.


Melihat Ara diam karena syok dengan serangan mendadak membuat Hendri gemas dan sekali lagi bibirnya mendarat,tapi bukan ciuman kilat, Hendri menahan tengkuk Ara dan ******* bibir Ara dengan lembut.


Ara terbuai akan ciuman Hendri membuat ia begitu menikmatinya hingga nafas terasa habis baru mereka menyudahi nya.


"Manis". ucap Hendri dengan senyuman manis nya dan menyapu tepi bibir Ara dengan jari nya.


"hehehe......emang iya tau, jadi candu". Ucap Hendri sambil menjalankan mobilnya.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menyaksikan mereka di dalam mobil. Ya Vivi dari tadi memperhatikan mereka dari dekat pintu.


**


"Bang..aku pengen makan ayam kecap." ucap bilah manja sambil mengelus perut rata nya.


"Ayam kecap? ya udah nanti Abang belikan ya".


"Bukan beli bang....entah kenapa aku kangen masakan Ara." Jawab nya bergelayut dilengan Azka.


"Pengen ayam kecap buatan Ara maksudnya?"


"Iya"


"Tapi mereka masih didesa lho dek. Gimana coba?. Tunggu mereka pulang ya?"


"Tapi aku pengennya sekarang lho bang."


"Ya udah, nanti Abang coba telpon deh,sapa tau udah balik." Jawab Azka pusing dengan ngidam istri nya.

__ADS_1


**


"Ini rumah siapa mas?. Tanya nya saat turun dirumah mewah di komplek elit.


"Rumah kamu sayang. Rumah kita." Jawab Hendri dan berjalan mengajak Ara masuk kerumah."Mas tau apa yang kamu fikirkan saat mas ajak kamu kerumah Vivi. Mas akan memberikan kenyamanan buat kamu."


"Makasih ya mas". Jawab Ara dengan senyum mengembang karena sangat bahagia. Ternyata suami nya mengerti keinginannya.


"Ya udah yu masuk".


"Assalamualaikum..." ucap Ara ketika memasuki rumahnya.


"Waalaikumsalam"..


"Ini kita tinggal disini mas?"


"Iya sayang,kita tinggal disini, dan anak anak kita kelak."


"Tapi ini terlalu besar mas,kita cuma berdua."


"Sekarang kita memang berdua, tapi nanti rumah ini akan ramai oleh anak anak kita sayang!" ucapnya merangkul Ara dan berjalan menaiki tangga menuju kamar mereka.


"Dan ini kamar kita"


"Indah banget, kok mas tau selera Ara?" tanya Ara heran karena suaminya mendekor kamar sesuai dengan warna dan konsep kesukaan nya.


"Karena mas ini suami kamu. Jadi mas tau banget apa yang kamu suka dan tidak."


"Masa'?


"Iya" jawab nya sambil memeluk Ara. "I Love You" ucap nya memluk Ara dengan erat.


"I love you to so much" Ara membalas dengan memeluk Hendri.


tring... tring...


Suara ponsel Ara berdering menghentikan pelukan mereka berdua, muncul nama bang Azka dilayar ponsel nya.


"Assalamualaikum bang"


.


.


.


🌹🌹


mohon dukungannya kk🙏

__ADS_1


jangan lupa like coment dan vote nya ya kk 🥰🥰


__ADS_2