
Pernikahan diadakan diruang keluarga dengan dihadiri anggota keluarga dari sabilah dan anggota kelurga dari Azka dan juga tetangga dekat sabilah.
Papa sabilah menjabat tangan azka
"Bismillahirrahmanirrahim..Ananda Azka putra rahman,, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya sabilah anandya putri dengan mas kawin sebentuk kalung emas dan seperangkat alat shalat dibayar tunai."
" Saya terima nikah nya sabilah anandya putri dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." sahut Azka dengan satu tarikan nafas .
"Bagaimana?? sah?"
"Sah.."
"Sah.." ucap semua orang yang ada duruang kelurga tersebut.
Senyum bahagia terbit diwajah papanya sabilah.
Sabilah memakaikan cincin pernikahan dijari Azka begitu pun Azka memakaikan cincin dijari bilah sesuai instruksi dari penghulu.
"Sekarang sabilah cium tangan suami mu nak," ucap papa bilah.
Sabilah mencium tangan azka dengan takzim, dan Azka mencium kening sabilah dengan lembut.
Senyum bahagia terbit dibibirnya,ia sangat bahagia karena impiannya menikah dengan Azka benar benar nyata.
"Terima kasih ya Allah kau menjadikan bang Azka jodohku". Batin bilah yang masih tersenyum bahagia.
Dan mereka pun bersalaman sungkem dengan kedua orang tua sabilah,
"Nak Azka, sekarang sabilah sudah jadi istrimu, dan jadi tanggung jawab mu, papa mengikhlaskan anak gadis kesayangan papa bersamamu. Sayangilah dia."
Air mata menetes dipipi sabilah mendengar papanya.
"Azka akan selalu menyayangi dan melindung sabilah pa." Mereka memeluk papa dan mama sabilah dan lanjut memeluk sungkeman dengan orang tua Azka.
__ADS_1
"Berbahagia lah selalu nak,semoga pernikahan kalian mendapat banyak berkah dari Allah dan selalu sakinah mawadah warahmah" ucap ibu Azka.
"terima kasih Bu, pak"
"Kakak ipaaar....akhirnya jadi juga nikah ngan Abang". Ucap Ara senang dan langsung memeluk sabilah.
"Terima kasih adik ipar ku yang cantik.."
"Selamat ya Azka,sabilah. moga langgeng dan samawa" Hendri memberi selamat pada Azka dan bilah.
"Makasih Dogan...kapan kalian nyusul?" tanya bilah melihat Ara dan Hendri bergantian.
"Insyaallah secepatnya" jawab Hendri senyum.
Selesai acara salaman pemberian selamat pada dua mempelai sang mama menyuruh sabilah mengajak Azka masuk kamar untuk istirahat.
"Bilah..ajak suamimu keatas untuk istirahat nak!" suruh sang mama.
"he,kekamar? sekarang sekamar ni? mampus gua, apa bang azka akan langsung unboxing gua ya?". Ucap nya dalam hati
Sabilah pun mengajak Azka untuk kekamar nya. Azka yang sudah dipersilahkan masuk,pamit kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Ara masih saja gugup memikirkan apa yang akan Azka lakuin malam ini, ia terus mondar mandir kebingungan hingga langkahnya terhenti ketika mendengar suara pintu kamar mandi terbuka.
Bilah terpaku melihat Azka yang baru keluar kamar mandi hanya dengan lilitan handuk dipinggang, memperlihatkan bentuk tubuh yang eksotis dan perut seperti roti sobek nya. Dan dengan rambut basah dengan sedikit tetesan air jatuh dari rambutnya membuatnya berkali kali lipat tampan dan gagah menurut pandangan mata bilah.
"Kamu gak bersih bersih bil?" tanya azka membuyarkan lamunannya.
"Eh..iya bang, bilah juga mau mandi"
Ucap nya berlari kekamar mandi. Tak berapa lama ia selesai mandi dan keluar kamar mandi dengan gaun tidur biasa selutut,rambut panjang tergerai indah,Azka yang melihat nya juga terpesona pada istrinya, tapi ya dasar manusia es, tetep dingin.
"Apa penampilan ku jelek ya" ucapnya dalam hati memperhatikan tubuhnya,karena Azka tetap diam bersandar di headboard memainkan ponselnya tanpa melirik dia.
__ADS_1
"Dasar manusia esssss". Batinnya kesal dan naik ketempat tidur, bilah berbaring miring kearah Azka dan menatap matanya.
"Kok diam aja sih bang, aku disamping mu lho, masa diangguri." Batinnya yang masih terus menatap Azka yang sibuk dengan ponselnya.
"Jadi gak ada malam pertama ni(MP)?. Dasar manusia es" gerutunya dalam hati sambil menarik selimut sampai menutupi kepalanya.
***
keesokan paginya dirumah Ara Hendri sudah datang bertamu.
"Begini om, Tante. Maksud tujuan saya datang kemari untuk melamar Ara menjadi istri saya om Tante." Tapi sebelumnya saya mau kasih tau ke om dan Tante bahwa saya bukan pria lajang. Saya sudah beristri". Ucap nya.
"Apa?" kamu sudah beristri tapi mau melamar anak saya?". Ayah begitu syok mendengar Ara dilamar dengan pria beristri. Ibu juga syok mendengar nya tapi ia hanya diam membiarkan sang ayah yang bicara.
Ara mengenggam tangan ibu nya, ia merasa takut kalau ayahnya bakal ngamuk.
"Bapak mau bicara sama kamu Ra" ucap nya sambil pergi menuju dapur.
Ara mengangguk dan menyusul ayah dan ibunya ke ruang dapur.
"Ibu mau tanya kamu nak, apa benar yang dikatakannya?. Kamu gak diapa apain kan sama dia? kamu gak mengacaukan rumah tangga mereka kan nak??" tanya ibu lembut.
"Ibu, bapak maafin Ara, tapi yang bapak dan ibu fikirkan sekarang itu gak benar. Ara gak diapa apain,dia pria baik, sangat baik. Dan Ara juga gak ngerusak rumah tangga mereka buk."
.
.
🌹🌹
mohon tinggalkan jejak ya kakak 🥰😘
like , coment dan vote nya ya😊
__ADS_1