
"Mas, pipi Ara kayaknya berisi. Ara gendutan ya?"
"Tidak. Biasa saja yang." Jawab Hendri santai.
"Jujur lho mas, jangan bohong gitu lah".
"Gak gendut sih yang. Cuma berisi dikit saja." Hendri menjawab jujur.
"Tuh kan. Mas bilang Ara gendut kan? Ara gak cantik lagi kan?" tanya nya jutek.
"Ha?" Hendri melongo bingung. Jawabannya serba salah sama Ara. " Ya Allah kenapa lagi ni istri saya. serba salah dibuatnya." batin Hendri nelangsa.
"Sayang. Maksud mas bukan gendut. Kamu berisi sedikit, dan kamu tambah cantik dengan berisi gini." Ucap Hendri
"Jadi maksud mas selama ini Ara kurus dan jelek gitu?"
Hendri mengusap wajahnya frustasi dengan sikap istrinya sekarang.
"Ya Allah. Drama apa lagi ini? ada apa dengannya ya Allah?" batin nya dalam hati.
"Sayang. sini!" Hendri menarik Ara menghadap nya. "Kamu adalah wanita tercantik dimata mas. Biarpun kamu kurus, walu gemuk nantinya, Kamu tetap wanita paling cantik dimata mas. Karena kamu adalah bidadari mas. Dan mas berdoa agar kamu menjadi bidadari mas disurga nanti." Ucapnya sambil menangkap pipi Ara dan menyelipkan rambut rambut Ara yang berantakan ke daun telinga.
"Beneran mas?" tanya Ara dengan puppy eyes nya membuat Hendri gemas.
"Beneran sayang". Ucap Hendri mencubit pelan pipi ara gemas.
"Makasih ya mas. I Love You more". ucap Ara memeluk Hendri.
"I Love You to, very very love you sayang". Hendri membalas pelukan Ara dengan erat.
**
Malam ini Ara belum bisa tertidur. Ia terus saja bolak balik meringkuk dibawah selimut memejamkan mata tetapi tetap saja matanya belum mau terpejam.
"Ara kangen mas, kangen pelukan mas. Ucapnya dalam hati dengan sendu. "Mas Hendri sudah tidur belum ya? Coba telfon deh". Ucapnya bicara seorang diri. Ia menekan panggilan nomor suami hingga panggilan pu terjawab menampakkan seseorang yang dirindukan nya.
"Assalamualaikum mas." Ucap Ara saat sambungan telpon nya dijawab.
"Waalaikumsalam sayang"
"Mas kapan pulang?" tanya nya langsung.
__ADS_1
Hendri melihat jam sudah larut malam tapi Ara belum tidur.
"Kenapa belum tidur?" bukannya menjawab pertanyaan Ara , ia mala bertanya kembali.
"Ara gak bisa tidur mas kalo gak dipeluk sama mas." Ucapnya manja. "Mas belum jawab pertanyaan Ara." Sambungnya.
"besok sayang. Kenapa?" tanya Hendri. Hendri sedang berada diluar kota selama tiga hari karena sedang menghendle rumah sakit keluarganya di kota lain. Keluarga wirawan memiliki beberapa rumah sakit di beberapa kota. Berhubung dia anak satu satunya maka dia yang harus mengurus nya.
"Kangen" jawab nya manja.
"Hehehe... Mas juga. Saangat kangen. Sabar ya sayang. Mas akan selesaikan secepatnya, agar cepat pulang." Ucap Hendri
"Sekarang tidurlah. Mas akan menemani lewat ponsel ini".
tak lama Ara pun tertidur. Hendri melihat istrinya sudah tidur juga memejamkan matanya untuk tidur dam membiarkan ponselnya tetap terhubung dengan Ara.
"Ungh.." Lenguh Ara merenggangkan otot ototnya, dan mengerjapkan matanya beberapa kali yang berat untuk dibuka.
"Sudah subuh". gumamnya saat mendengar suara azan."Ponselku.Ternyata mati." Ara melihat ponselnya, ia fikir masih terhubung, ternyata baterai ponselnya sudah habis. Ia bergegas bangun untuk sholat subuh, sebelumnya ia mengecas ponsel nya terlebih dahulu.
Selesai sholat Ara turun kedapur untuk menyiapkan sarapan. Walaupun dia sendirian, tapi dia tetap masak untuk dirinya sendiri.
*
"Bosan gak ada sabilah. Mala lama lagi dia cutinya. Coba kalau dia ada pasti bisa seru seruan bareng ke mall." Ucapnya dalam hati segera keluar kampus karena jam belajar sudah selesai. Rencananya ia mau membeli hadiah untuk ulang tahun suaminya.
Sesampainya di mall ia langsung menuju toko jam tangan. Ia memesan jam yang sangat cantik, simple dan mewah untuk sang suami. walaupun dengan harga yang terbilang mahal tidak masalah baginya.Ya karena uangnya pun uang suaminya.
"Heheh..mas Hendri marah gak yah aku beli jam semahal ini?. Tanya nya serta tertawa dalam hati. Ia membelikan hadiah tapi uang suaminya juga. Ia menunduk memasukkan kadonya ke dalam tas sambil berjalan sehingga ia tidak melihat jalan dan menabrak seseorang yang berdiri dihadapannya.
Bugh.
"Ah. Ma..maaf mas. saya gak sengaja." Ucapnya minta maaf dengan menundukkan wajahnya. Saat ia menaikkan keplanya melihat orang yang ada didepannya ia melongo sejenak kemudian tersenyum.
"Bang Al."
"Ara"
Ucap mereka bersamaan.
"Maaf ya mas, Ara gak ngeliat soalnya." Ucap Ara meminta maaf.
__ADS_1
"Is Ok Ra, gak papa. Kamu ngapain disini?" tanya Alvian.
"Beli hadiah bang. Abang juga beli hadiah?. Tanya nya melihat sebungkus Kado kecil ditangan Alvian."
"Iya." jawabnya. "Sudah lama gak ketemu yah, bagaimana kalau kita makan bareng ra."
"Hmmm...Ara sudah makan bang."
kruuukk... perut Ara berbunyi membuat ia menyengir merasa malu.
"Tuh kan.Perut kamu saja minta makan". Ucap Alvian tertawa kecil merasa lucu.
"Malu maluin aja sih ni perut. Masa meronta dihadapan orang sih." Batin nya berucap. Ia heran kenapa perutnya selalu lapar, padahal ia baru saja makan saat dikampus tadi.
"hmmm...Boleh deh bang". Jawab Ara setuju.
Mereka makan di restoran dalam mall. Ara dan Alvian memesan makanan dan menikmati makan mereka dengan lahap. Sesekali juga bicara dan tertawa canda. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menyorot dengan tatapan tidak suka.
"Ehmmm..." suara seseorang yang sangat familiar buat Ara. Ia menoleh kesamping dan benar saja. Hendri datang menghampiri. Ara melihat tatapan tidak suka terpancar dari mata Hendri.
"Mampus gue, bisa salah paham ni suami gue". Ucap nya dalam hati.
"Mas. Assalamualaikum mas." Ucap Ara menyalami suaminya seperti biasa dan bersikap seperti biasa saja.
"Mas sudah pulang? kok gak kabari Ara kalo mas sudah nyampe? Mas tau dari mana Ara ada disini mas?" tanyanya bergelayut manja dilengan Hendri.
"Sudah selesaikan? kita pulang sekarang." ucapnya langsung menggandeng tangan Ara keluar dan meninggalkan Alvian sendiri.
"Mas salah faham mas.kenapa marah marah gak jelas sih." Ara berteriak menggedor pintu yang dikunci Hendri dari luar. Ara yang merasa kepalanya pusing dari tadi membuatnya limbung dan kehilangan kesadaran.
.
.
.
🌹
jangan lupa tinggalkan jejak ya kakak 🥰🥰
like coment dan vote nya ya kak 🥰🥰
__ADS_1