
"Ibu, bapak maafin Ara, tapi yang bapak dan ibu fikirkan sekarang itu gak benar.ara gak Diapa apain,dia pria baiksangat baik. Dan Ara juga gak ngerusak rumah tangga mereka buk."
Ara menceritakan semua nya mulai dari awal dia bertemu hingga saat sekarang tanpa ada yang ditutup tutupi maupun ditambah tambah.
"Kamu yakin nak?" tanya sang ibu
"Ara yakin buk pak, karena Allah sudah memberi jawabannya untuk Ara.
"Baiklah, jika itu sudah menjadi pilihan mu, bapak dan ibuk hanya akan mendoakan yang terbaik untukmu.
Mereka bertiga kembali duduk bersama Hendri
"Nak Hendri. bapak dan ibu sudah bicara dengan Ara,Ara sudah menceritakan semuanya. Insyaallah bapak dan ibu setuju. Kami merestui kalian. Bapak dan ibu tidak bisa berbuat apa pun, itu pilihan kalian, mungkin nak Hendri lah jodoh yang dikirim Allah untuk Ara."
Hendri hanya menunduk mendengarkan bapak Rahman bicara,mendengar ia direstui untuk mempersunting Ara,dia langsung mengangkat kepalanya memandangi kedua orang tua Ara dengan mata berkaca kaca. Ia sangat senang,bahagia,dia langsung berlutut dihadapan orangtua Ara,menggenggam tangan sang bapak dan mengucapkan terima kasih.
"Te..terima kasih pak,buk, sudah merestui saya. Terima kasih". Ucapnya .
"Sudah.. berdirilah." Ucap pak Rahman sambil mengampu Hendri berdiri dan memeluk nya.
"Besok orang tua saya akan kemari pak Bu,untuk melamar Ara secara resmi."
"Ia..akan kami tunggu". Ucap bapak.
"Sekarang saya pamit dulu ya pak, saya harus mengurus keperluan lain". Ucap Hendri sangat bersemangat berpamitan dengan kedua orang tua Ara,
***
Tepat pukul tiga dini hari Ara terbangun dari tidurnya,seperti biasa ia langsung kekamar mandi untuk bebersih dan berwudhu'. Selesai berwudhu ia melaksanakan sholat malam dua rakaat,tak lupa ia membaca Alquran sambil menunggu waktu subuh.
"Hmm...gue mau buat sarapan untuk ibu dan bapak lah". Ucapnya seraya melangkah kedapur, sampai dapur ternyata sang ibu sudah berkutat memasak.
"eh..ibu."
__ADS_1
"Kamu sudah bangun nak!"
"Ibu, ngapain ibu kedapur pagi pagi! biar Ara aja Bu yang masak, rencananya Ara ingin buatkan sarapan yang enak buat ibu ma bapak. Terus ini kenapa banyak banget bahan yang akan dimasak Bu?"
"Kamu lupa hari ini keluarga nak Hendri akan datang?". Ucap ibu mengingatkan.
"eh...iya ya,,Ara ingat Bu,cuma gak kepikiran mau menyiapkan makanan."
"Tamu itu harus kita sambut baik to nak!,makanya ibu sengaja mau menyiapkan makanan untuk calon besan". Ucap sang ibu tertawa menggoda.
"Ya udah Ara bantuin."
Setelah beberapa jam memasak akhirnya selesai juga, mereka menyajikannya di meja makan.
"Ibu kekamar dulu ya,Ara lanjutkan menata ini ya nak!"
"Ok Bu siap" ucap Ara meletakkan tangan nya di kepala seperti sedang memberi hormat.
"Waalaikumsalam...eh..pengantin baru rupanya. Wiiiih seger banget tu muka bang! jawab Ara sambil menggoda.
Yang datang adalah sepasang pengantin baru azka dan sabilah. Mereka datang karena ibu menelvon mereka suruh datang untuk pertemuan keluarga Hendri.
"Banyak banget? wihh kayaknya enak ni!"
"Ini untuk tamu ya,bukan untuk Abang,kalo Abang mau tunggu sisa dulu."
"Isss....kejam amat ma abangnya". Ucapnya sambil menarik hidung Ara.
"aaa....sakit bang"
"Ibu mana dek?"
"Ada dikamar".
__ADS_1
"Abang kekamar dulu ya, nanti nyusul aja." Ucapnya mengusap kepala sabilah.
"Ehm..ehm..ehm..." Ara berdehem melirik Abang dan kakak ipar nya.
Tak mauendengar ocehan adiknya Azka langsung pergi kekamarnya.
"Gimana gimana malam pengantinnya? sukses?". Tanya Ara langsung setelah kepergian Abang nya karena penasaran.
"sukses apaan. sukses tidur iya." Jawab nya sedikit kesal.
"Ha. kok bisa?"
"Abang lho tu. Aneh banget jadi laki, masa ada cewek cantik sexy didepan matanya dan halal pula lagi, malah dianggurin."
"Jadi gak terjadi apa apa tadi malam?". Tanya Ara dan hanya gelengan jawaban sabilah.
"Lho gak kasih kode mungkin. Atau lho pura pura tidur karena takut."
"apa nya. Gue Uda pake baju tidur tipis tau gak, Uda dandan,pake parfum, trus ngelirik ngelirik dia disebelah gue,tapi dia biasa aja."
"hahahaha" tawa Ara pecah mendengar ocehan sabilah. "Ceritanya ngarep banget ya di unboxing tadi malam?". Sambung nya lagi dengan tertawa.
"Dasar lho resek". ucap sabilah memukul tangan Ara.
"Ya udah kita siap siap yok, bentar lagi mereka nyampe kayaknya."Ajak Ara merangkul lengan bilah menuju kamarnya.
"lho masuk kamar lho sendiri Sono,gue masuk kamar suami gue". Ucap bilah melepas tangan Ara.
"Yeeee....mentang mentang Uda meried,songong. Ntar lagi gue juga meried ya!"
🌹🌹
jangan lupa like coment dan vote nya ya kak 🥰
__ADS_1