
Hendei dan keluarga nya sudah sampai dirumah orang tua Ara. Ibu dan pak Rahman menyambut kedatangan keluarga itu dengan baik.
"Ayo buk, pak silahkan masuk." Ajak ibu mempersilahkan masuk
"Iya buk"
Mereka masuk dan duduk diruang keluarga yang berukuran tidak besar itu. Kedua keluarga itu berbicara dan bercanda. Hingga tibalah ke inti pokok yang akan mereka bahas.
"Baiklah pak buk,maksud dan tujuan kami kesini mau bersilaturrahmi dengan keluarga ibu dan pak Rahman, sekalian kami ingin menyampaikan hajat kami ingin melamar kan putri bapak ibu Ara untuk putra kami Hendri." ucap papa wirawan menyampaikan maksudnya.
"Iya,pak buk, sebelum nya kita sudah bicara dan sepakat bahwa kami menerima pinangan ibuk dan bapak."
"Alhamdulillah"..Ucap semua anggota keluarga yang ada diruangan itu.
Hendri juga tak henti berucap syukur bahwa pinangan diterima Ara dan keluarganya.
"*C*antik" batin Ridwan yang terus memperhatikan dan melirik Ara.
"*Y*a elah kenapa dia natapin gue terus sih?kan salting jadinya.mala tampan banget lagi." Gumamnya dalam hati.
"Ehm..gitu amat liatinnya. Tunggu halal neng!" ucap sabilah sambil menyikut lengan Ara.
"Sapa juga yang liatin". Elaknya.
Hingga sebuah suara memberhentikan obrolan bilah dan Ara.
"Ara sini nak, saatnya tukar cincin". Ucap mama nya Hendri menggandeng Ara menuju Hendri.
"Pakaikan cincinnya ke Ara nak!"
Ara mengulurkan tangannya,dan disambut Hendri dengan bahagia,ia menyematkan cincin dijari manis Ara.
"Sekarang Ara yang pasangkan dijari Hendri" sambung mama nya lagi dan Ara juga menyematkan cincin dijari Hendri.
Suara tepuk tangan menggema diruangan itu."Alhamdulillah" ucap semuanya.
"Kamu cantik banget hari ini Ra" bisik Hendri memuji kecantikan Ara.
Pipi Ara memerah mendengar pujian dari Hendri,ia langsung memalingkan wajahnya kesamping karena malu kalau sampai Hendri tahu wajahnya memerah.
__ADS_1
"Ya Allah jantung gue...bener bener gak sehat ni jantung". Ucapnya dalam hati.
"Apa bapak sudah menentukan kapan waktu yang cocok untuk melangsungkan pernikahan anak anak kita pak?" tanya papa wirawan.
"Belum pak,bagaimana dengan bapak dan ibuk?. Kami serahkan saja bapak dan ibuk yang mengatur waktunya." Tanya balik pak Rahman yang minta pendapat dan menyerahkan pada orangtua Hendri.
Papa wirawan memegang dagunya dan menggesekkan telunjuknya seakan berfikir.
"hmmm..
"Bagaimana dua bulan lagi pak buk?"
"Apa tidak terlalu cepat pa" tanya mama Indri.
"Papa rasa tidak ma, sesuatu yang baik harus segera dilaksanakan ya kan pak buk?". Papa minta pendapat.
"Benar sekali pak, tidak baik menunda bunda sesuatu hal baik."
"Bagaimana nak Hendri?Ara? kalian siap jika dua bulan lagi akan dilangsungkan pernikahan?". Tanya pak Rahman.
"Insyaallah siap pak"
Jawab keduanya kompak.
"*H*arusnya nikahin aja kami sekarang pak, dua bulan itu lama banget tau". Gerutu Hendri dalam hati.
Akhirnya pertemuan dua keluarga sudah selesai, Hendri dan juga beserta keluarganya juga sudah pulang. Saat ini tinggallah Ara dan sabilah duduk diruang keluarga.
"Gimana rasanya dilamar cowok idaman Ra?" tanya Sabila.
"Rasanya? biasa aja tuh. Kalo langsung dinikahin baru luar biasa". Jawab Ara sekenanya
"Dasar lho"
***
Saat ini Ara Azka dan sabilah sudah pulang kerumah yang selama ini mereka tempati.
Sabilah juga tinggal disana ya karena suaminya Azka tinggal disana.
__ADS_1
"Ra...bosan ni, ngemall yuk" ajak sabilah
"Ayok.'"
Dan mereka sudah sampai di mall dr tempat biasa mereka hangout.Mereka memilih barang yang mereka inginkan. Dan saat Ara melihat satu tokopakaian dalam ara langsung menarik bilah kedalamnya.
"apaan sih Ra?" complainnya karena ditarik tarik oleh Ara. "trus kenapa masuk sini? pakaian dalam gue masih banyak yang baru ra. Jadi gak perlu lah Ra,yok ke...!" belum selesai ucapnya Ara sudah menari bilah kearah dimana tempat lingrie bergantungan.
"lho belum punya kan? pakai ini untuk menggoda Abang gue , gue yakin lho gak akan dianggurin lagi" ucapnya sambil memberikan beberapa lingrie pada bilah.
Sabilah merinding melihat pakaian yang seperti jaring laba laba itu"masa iya pake beginian sih Ra,baju apaan begini kayak jaring laba gini"
"Lho mau sukses gak malam pengantin lho?" tanya Ara
"ya mau lah"
"Ya udah, Lo pake ini nanti malam, jamin bang Azka gak akan bisa tahan untuk tidak nerkam lho". Ledek Ara.
***
Sabilah mengikuti sarannya Ara untuk memakai baju yang sangat tipis itu, dan membuat lekuk tubuh nya terekspos. Ia melihat dirinya dipantulan cermin,
"ah malu banget kalo begini" gumamnya.
"Ingat bil...sekarang dia suami lho, berpahala nyenangin nya". Monolog nya dalam hati.
Ia mantapkan kan hati nya untuk keluar dengan pakaian seperti itu.
Saat ingin membuka hendle pintu, bertepatan Azka juga membuka pintu kamar mandi. Sabilah sedikit terdorong karena kaget.
Melihat bilah dengan lingrie yang dikenakannya membuat Azka diam membeku ditempat. atanya menyorot bilah dengan penuh hasrat.
Melihat Azka yang melihat nya seperti itu refleks bilah menutup dadanya dengan menyilangkan kedua tangannya. Ia merasa sangat gugup melihat Azka yang berjalan mendekatinya dan semakin dekat.
.
.
🌹🌹
__ADS_1
mohon like coment dan vote nya ya kak 🥰