
"Dokter kok tampan banget sih,buat Ara cinta aja"
Tutur Ara blak blakan
Puffff...uhuk uhuk..Hendri tersedak mendengar ucapan Ara. dengan sigap Ara memberi minum pada Hendri hingga ia bisa bernafas seperti biasa.
* Dikampus
Pelajaran dimulai seperti biasa nya,dosen menjelaskan bidang studi yang diampuh nya didepan kelas,Ara masih saja tidak konsen mendengarkan dan sesekali tersenyum. Sabila yang melihatnya pun heran dengan sikap Ara bukannya mendengarkan penjelasan dosen Mala sibuk melamun dan senyum senyum. Hingga bel pun berbunyi menandakan telah habis jam mata pelajaran.
"Wooyy Ra,kenapa Lo senyum senyum sendiri gak jelas gitu? yaa sakit ni anak". Ucap Sabila yang tak direspon oleh Ara.
"Wooyy mutiara putri Rahman"..teriak Sabila persis tepat telinga Ara.
"Apaan sih bila teriak teriak.lo pikir gua budek apa". Ucap Ara yang kesal karna kuping nya berdengung karna teriakan Sabila.
Sabila adalah teman Ara dari SMA, saat di desa,hingga saat kuliah pun mereka tetap bersama masuk universitas sama bahkan fakultas dan jurusan yang sama.
"Lo kenapa senyum senyum gak jelas gitu? sakit Lo?". Tanya bilah heran.
"Bang Azka sakit dan masuk rumah sakit."
__ADS_1
"Innalilahi.. trus Abang Lo sakit Lo senyum senyum? emang bener Lo sakit Ra". Ujar bilah sambil menyentu kening Ara dengan tangannya.
"Gua senyum bukan karena Abang sakit tau."
"Terus?" tanya bila
"Gua ketemu dokter tampan di rumah sakit,dan bahkan tadi kita sarapan bareng".Terang Ara yang kegirangan.
"Haa..setampan apa sih Ra dokternya?gua pengen liat dong."
eh
"Ya jangan donk Ra, bang Azka tetap dihati deh,meski banyak pria tampan pun didunia ini tapi tetap bang Azka my heart". Jawab Sabila.
"Ya uda yok kantin yok,gua laper banget ni." Ajak Ara sbil merangkul sabilah.
"Nanti pulang kuliah lho kerumah sakit kan? gua mau ikut. Mau jengukin bang Azka. calon imam gue". ucapnya senyum senyum gaje.
"Bang Azka Uda punya pacar. Lho mundur aja deh".
"Selagi janur kuning belum melengkung gue tetap gencar tu cinta bang Azka".
__ADS_1
"hay mutiara hatiku". Dion datang langsung duduk depan bila dan Ara yang sedang menikmati makannya.
Ara hanya diam tak menanggapi Dion.
"mau apa Lo kemari? bikin mood makan kita ilang aja". Tukas bila merasa males lihat tingkah dion yang selalu menggoda Ara.
"Ya gua nyamperin mutiara hati gua lah". Jawab Dion sambil terus memandangi Ara yang sedang makan.
Dion haryono adalah anak seorang pengusaha property yg sukses dikota ini.Dia juga menjabat sebagai president mahasiswa di kampus itu,wajah tampan, hidung mancung,putih dan tinggi,dan jadi idola para kaum hawa seantereo kampus,tidak sedikit kaum wanita yang ingin dekat dan bisa jadi pacar nya. Tapi dia cuma tertarik pada gadis berhijab didepannya,ya mutiara. Gadis berhijab cantik,lembut,tapi juga bar bar..lucu ya,biasanya cewek berhijab dominan kalem..
"Dion tampan,,kita Uda selesai ni makannya.kamu bayarin ya". ucap Ara bangkit menyikut bila meninggalkan Dion sendiri terbengong.
"hmmmm....kebiasaan deh Ra..untung sayang kalo gak ogah gua bayarin". Sunggut Dion pasrah bangkit untuk membayar makanan Ara dan bila.
.
.
.
**Tinggalkan jejak nya ya bestieš„°
__ADS_1