Dokter Tampan, Sarangheo

Dokter Tampan, Sarangheo
68


__ADS_3

Mas..bangun mas." Ara menggoyangkan tubuh Hendri.


Mas bangun. Ara laper mas" Ucapnya ditelinga hendri tapi Hendri tetap terlelap dalam tidurnya. Ara menggoyang tubuh hendri dengan sedikit kencang membuat Hendri menggeliat bergumam.


"Kenapa sayang?" tanya nya dengan mata yan masih terpejam.


"Mas Ara laper".


"Kamu mau makan apa?" tanya nya lagi dengan suara berat dan masih dengan mata terpejam.


"Ara mau jagung bakar yang ada dipuncak mas."


"Iya, tapi ini masih malam yang.mas juga capek banget. Besok aja yah!. Ya udah tidur lagi sini." ucap Hendri sambil memeluk Ara.


Hendri kondisi tubuhnya sangat lelah karena ia seharian ini dirumah sakit karena banyak pasien yang harus ditangani. ditambah lagi mengikuti ngidam istrinya.


Hiks...hiks... terdengar isakan tangis Ara, ia menangis karena keinginannya tidak dituruti. Hendri yang samar samar mendengar suara tangis mencoba membuka mata namun sangat berat. ia tahu istrinya menangis, tapi ia biarkan saja. Ia beranggapan kalau Ara akan sedih sebentar dan nanti akan baik kembali. Ia mengeratkan pelukannya hingga kembali terlelap.


"Sayang. sabar ya nak. Tunggu sampai besok ya. Papa mu sangat lelah, jangan susahin papa ya sayang. Kasihan papa." Gumam Ara sambil mengelus perutnya.


"Gue kenapa sih. Gini aja mewek. cengeng banget sih gue.Kasihan kan mas Hendri yang selalu menuruti keinginan gue. Maaf ya mas." ucapnya dalam hati.


"Aww..Ya Allah perut gue sakit banget." Ara mengeluh sakit dibagian bawah perutnya. Ia masih menahan rasa sakitnya tanpa membangun Hendri karena ia pikir akan hilang sendiri rasa sakitnya.


"Ya Allah kenapa bertambah sakit?".


Hendri terusik karena Ara yang gelisah dalam pelukannya.


"Sayang. kamu kenapa?" tanya nya kaget melihat Ara memegang perutnya kesakitan. Wajahnya juga pucat dan keringat dingin bercucuran membasahi wajah Ara.


"Sakit banget mas." Ucap Ara lirih.


Hendri begitu panik, otaknya tiba tiba saja blank tidak tahu apa yang harus ia perbuat.


"Mas.." lirih Ara meremas tangan Hendri menahn sakit. Hendri kembali tersadar apa yang harusnya ia lakukan. Dengan sigap Hendri menggendong Ara keluar kamar dan menuruni tangga.


"Bik...! Bik Jum!" teriak Hendri memanggil Art nya.

__ADS_1


"Iya den". Dengan cepat bik Jum datang menghampiri karena mendengar teriakan sang majikan. " Ya Allah Gusti. Neng Ara kenapa atuh den?". Ia juga panik melihat Ara.


"Tolong bik, bukakan pintu mobil.Bantu saya bawa kerumah sakit bik".


Dengan cepat bik Jum keluar dan membuka pintu mobil. Hendri meletakkan Ara di bangku belakang bersama bik Jum. kemudian ia memutari depan mobil dan masuk dikursi kemudi.Dengan cepat Hendri melajukan mobilnya. Untung saja keadaan jalan lagi sunyi, karena memang ini masih tengah malam. Sehingga ia sampai dengan cepat.


Tak lama Hendri sampai dirumah sakit. Perawat dan dokter kandungan sudah menunggu didepan dengan brankar karena memang Hendri sudah mengabari terlebih dahulu.


Hendri langsung mengangkat Ara dan membaringkannya dibarangkar dan mendorongnya ke UGD. Hendri menunggu diluar sementara Dokter Mia melakukan pemeriksaan.


"Apa yang terjadi Hendri?" Mama Indri dan papa wirawan datang tergesa karena mendapat kabar dari bik Jum.


"Hendri gak tau ma, tiba tiba saja Ara mengalami kontraksi hebat." Ucapnya terduduk lemas.


Para suster dan staf rumah sakit yang melintas didepan mereka tersenyum kecil. Melihat itu mama Indri melihat arah pandangan para staf itu kearah Hendri.


"Hmm...pantas saja". Ucap mama Indri mengerti.


Hendri mengenakan piyama tidur warna pink dan bermotif hello Kitty. Siapa yang tidak tertawa melihat pria tampan mengenakan piyama perempuan. Karena Hendri dokter sekaligus direktur utama rumah sakit ini tidak ada yang berani menertawakannya.


Hendri memakai piyama tidur perempuan atas kemauan Ara. selama hamil ini Ara menginginkan Hendri memakai piyama nya saat hendak tidur. Gokil banget ya si Ara. Untung saja Hendri nya Bucin.


"Bagaimana istri saya dokter Mia?". Tanya Hendri cepat.


"Iya dokter Mia bagaimana keadaan menantu dan kandungannya?" mama Indri menimpali.


"Alhamdulillah dok. Nona Ara cuma mengalami kontraksi. Dan kandungannya baik baik saja." Ucap dokter Mia tersenyum.


"Alhamdulillah". Jawab mereka kompak.


"Sebaiknya dokter keruangan saya dulu, ada yang akan saya jelaskan." Ajak dokter Mia dan diikuti oleh Hendri, mama Indri dan papa wirawan. sedangkan bibi tetap menunggu di depan ruang rawat Ara.


"Bagaimana bisa kontraksi hebat begini dok?" tanya Hendri penasaran.


"Sebelumnya saya mau bertanya. apakah ada sesuatu hal yang membuatnya stress atau bersedih?". Tanya dokter Mia.


"sepertinya tidak ada dok. sebelumnya ia baik aja.cuma sebelum kontaraksi ia sempat minta jagung bakar. " jawab Hendri.

__ADS_1


"Apa nona Ara mendapatkan keinginannya?" Tanya dokter Mia lagi.


"Tidak dok, karena Ara pingin makan jagung bakar yang ada dipuncak. Karena saya sangat lelah dan ngantuk saya tidak bisa memenuhinya."


"Nah. Inilah penyebabnya dok. Wanita hamil itu hormonnya berbeda beda. Apalagi nona Ara mengandung bayi kembar. Ia akan merasa sedih jika keinginan atau ngidamnya tidak bisa terwujud. Sehingga membuatnya kepikiran dan menyebabkan kontraksi." Jelas dokter Mia.


Hendri hanya diam mendengar penjelasan dokter Mia. Ada rasa penyesalan dihatinya tidak bisa menuruti ngidam istrinya.


Mama Indri dan papa wirawan hanya sebagai pendengar. Mereka keluar setelah selesai konsultasi dengan dokter Mia dan kembali keruangan dimana Ara dirawat.


"Sayang. Bagaimana keadaan mu?" tanya mama Indri memeluk Ara.


"Alhamdulillah Ara Uda baikan kok ma." jawabnya tersenyum.


"Istirahatlah. Jangan banyak bergerak." Saran mama dan berjalan dikursi panjang yang ada didalam ruangan.


"Sayang". Hendri menghampiri Ara dan mengecup pucuk kepala Ara dengan lembut dan hangat.


"Maafkan Ara ya mas. Ara sudah banyak ngerepotin mas. Maaf karena Ara banyak mau.Maaf karena Ara ngidam yang aneh aneh sehingga bikin mas pusing dan lelah." Ucapnya dengan bibir bergetar menahan tangis.


"Sssstttt...." Hendri menangkap pipi Ara dengan kedua tangannya. "Jangan bicara begitu sayang. Mas yang harusnya minta maaf karena belum bisa jadi suami yang siaga buat kamu.Mas minta maaf." Ucapnya dengan kembali mengecup pucuk kepala Ara.


"Sekarang kamu mau apa? Mas akan turuti semua keinginan kamu." tanyanya dengan merapikan rambut Ara dan menyelipkannya ditelinga.


"Ara pengen lontong sayur Medan mas".Jawab nya dengan mata berbinar.


deg...


"Mampus gue" Ucapnya dalam hati.


"Sayang. Jangan bilang kamu mau makan lontong dimedan?".


.


.


🌹

__ADS_1


jangan lupa like, coment dan vote nya ya kak 🥰


__ADS_2