
"Apa dia gadis itu?" tanya Vivi pada Hendri.
Vivi dan Hendri juga berada di restoran yang sama dengan Ara dan Alvian, Hendri datang kerestoran itu untuk menjemput Vivi,karena Vivi minta jemput oleh nya. Siapa sangka Hendri melihat Ara juga berada di situ, ada perasaan sakit ketika melihat Ara dengan pria lain,apalagi melihat Ara tertawa dengan pria lain, ia hanya ingin Ara mendapatkan tawa dan kebahagiaan darinya, tapi bukan bahagia yang Ara dapat dari nya melainkan luka.
Mata Hendri tetap fokus melihat kearah Ara,tanpa dijawab Hendri pun Vivi tau kalo dialah wanita yang dicintai Hendri.
Tak ingin berlama lama lagi melihat kedekatan Ara dengan Alvian. Hendri segera mengajak Vivi untuk pulang.
"Yuk pulang, aku masih ada urusan lagi dirumah sakit" ajak Hendri.
***
"Kenapa lagi sih ni mobil, pake mogok lagi ahh.." ucap sabilah kesal, ia keluar dari mobil untuk mencari bantuan tapi kebetulan aja tidak ada orang yang lewat. Tak seberapa lama lewat mobil menepi di pinggiran jalan dan berhenti.
ternyata Azka.
"kenapa bil?" tanya Azka sembari nyamperin sabilah.
"biasa bang mogok lagi" jawab nya seadanya.
"Ya udah Abang Anter aja yok, biar mobil mu nabati diurus teman Abang" ajak nya sembari mengajak bilah masuk mobil nya dan bilah mengekori Azka dari belakang ikut masuk mobil.
"Ara gak pulang bareng kamu bil?" tanya nya yang masih fokus menyetir mobil
"Ara dijemput bang Alvian bang" jawab nya
"Alvian? pantes tu orang ngilang aja, tau nya tepe tepe". Ucap nya seraya tersenyum. Sabilah yang mendengar nya pun juga tersenyum.
"Biar aja Ara Deket bang Alvian bang, biar bisa move on dia nya.kasian Ara"
__ADS_1
"Ini bukan arah jalan rumah aku deh bang" ucap bilah heran
"Ia, kita makan dulu ya! kamu juga belom makan kan?"
"Hmm..ya boleh deh, traktir yang enak ya bang!" jawab nya kesenangan.
Sepanjang jalan sabilah melirik curi curi pandang pada Azka,sesekali ia tersenyum kecil.
"ni anak kenapa mandangin gua terus." batin nya
"kenapa liatin Abang terus? Abang ganteng kan?" tanya Azka.
Sabilah kaget karena ketahuan curi curi pandang pada Azka.
"he..geer..S.. siapa juga yang liatin Abang.pede banget jadi orang" jawab sabilah gugup
"duuuhhh bilaaah,,mampus,malu banget kan ketahuan," batin nya
tanpa terasa mobil mereka sudah sampai disebuah restoran, Azka langsung memarkirkan mobil nya.
"Yuk" ajak Azka pada sabilah untuk memasuki restoran.
Azka memanggil pelayan restoran untuk memesan makan siang mereka.
"Kamu mau pesen apa bil?" tanya Azka
"hmmm..aku pesen nasi ikan bakar sama cumi saos tiram aja deh, dan minum nya orange juice aja" ucap bilah
"Saya samain aja mbak" ucap Azka pada waiters nya.
__ADS_1
"Jadi nasi ikan bakar dua, cumi saos tiram dua dan minum nya orange juice dua ya! ditunggu ya mas, mbak" ucap waiters
Tak berapa lama pesanan mereka pun datang. Mereka segera menyantap makan siang nya. Suasana masih diam belum ada yang berbicara,hanya ada dentingan sendok yang berbunyi. hingga Azka mencoba membuka suara.
"Sabilah,,ayo kita menikah" ucap Azka Yang kontan menyemprotkan minumannya karena tersedak kaget mendengar ucapan Azka.
"puuffttttt......apa?"sabilah kaget mendengar ucapan Azka
"Ayo kita menikah" ulang nya lagi
"Bilah gak salah denger ni bang? Abang ngajak bilah nikah?" tanya sabilah pasti untuk memperjelas pendengarannya.
"Iya...Abang ngajak kamu nikah, bukankah kamu suka kan sama Abang?" ucap nya santai.
" Abang ngelamar bilah ni ceritanya?" tanya bilah dan hanya anggukan dibalas Azka.
"Ngelamar kok gini amat,,gak romantis banget sih abang. Beda banget sama konsep impian gue" gerutu sabilah
" Abang memang gak pandai romantis,bisa nya to the point aja". Jawab Azka nyengir senyum memaparkan gigi putih nya.
"Gimana, mau gak? gak masalah kan kamu nikah saat masih kuliah?" tanya Azka.
"Ayok, siapa takut" jawab bilah dengan tawa bahagia.
.
.
.
__ADS_1
🌹🌹
jangan lupa like coment dan vote ya kakak🥰🥰🥰😊😊😊