Dokter Tampan, Sarangheo

Dokter Tampan, Sarangheo
40


__ADS_3

Tanpa terasa sudah dua bulan usia pernikahan Ara dengan Hendri.


Pagi ini Ara masih diam dalam mimpinya, ia tidur lagi setelah sholat subuh,entah kenapa beberapa hari ini badannya serasa sangat lelah,mudah mengantuk,dan malas juga mau beraktifitas.


"Hoam" Ara membekapkan telapak tangan kemulut karena menguap,ia mengerjap kan mata yang terasa sangat berat untuk dibuka.


"Emm...mas! mas Uda mau berangkat ya? maaf ya mas Ara ketiduran." Ucapnya merasa gak enak karena belum menyiapkan keperluan suaminya.


"Ara buatkan sarapan dulu ya mas, mas mau sarapan apa?"


"Gak usah, saya buru buru"


"Ara bekalin aja ya, nanti mas makan di rumah sakit."


"Gak usah, saya makan dikantin rumah sakit saja nanti". Ucapnya seraya pergi.


"Ara mengerutkan dahinya heran kenapa suami nya bersikap dingin.Tidak seperti biasanya kalau mau berangkat kerja pasti Salim dan cium kening nya.


"Mas Hendri kenapa ya? apa gue ada salah?" ucap nya sendu.


"Kepala gue kenapa sakit banget yah? mana lemes juga." Ara memijit kepalanya karena merasa sedikit pusing. Ia mencoba bangkit dan kedapur untuk sarapan.


Ia memakan roti untuk mengisi perutnya yang lapar, tapi cuma sepotong yang bisa ia makan, ia tak berselera untuk makan apalagi mengingat sikap Hendri yang tiba tiba dingin kepadanya.Ia memilih kembali lagi kekamar untuk beristirahat.


Sekarang sudah jam dua belas siang, Ara mengirimi suaminya pesan kalau jangan sampai lupa makan.


"Assalamualaikum mas, jangan lupa makan siang ya, dan jangan lupa sholat mas. I love you". Isi pesan Ara,


"Kok di read doang sih, kenapa gak dibalas?". Tanya Ara pada diri sendiri melihat pesannya hanya dibaca bukannya dibalas.


"Mas Hendri kenapa sih. Perasaan gue gak ada bikin salah deh, kenapa dia diemin gue kek gini?"


"Kok kepala ku tambah pusing ya, sakit banget". Dengan sempoyongan Ara pergi kekamar mandi untuk berwudhu', bahkan ia hampir terjatuh.


"Sebaiknya gue sholat dusuk aja deh. Rasanya gak sanggup untuk berdiri.


**

__ADS_1


Disisi lain Hendri melihat ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk. Tertera nama istri mengirimi pesan untuknya.


Ia tersenyum melihat isi pesan istrinya, "i love you too sayang. Maaf ya mas cuma baca, karena mas mau beri kejutan buat kamu". Ucapnya sambil melihat isi pesan istrinya.


"Kenapa kamu senyum senyum sayang?" ucap seorang wanita paruh baya yang tiba tiba masuk ruangan pribadi Hendri.


"Eh..mama". senyumnya memudar karena kaget dengan sang mama yang tiba tiba masuk.


"Tidak apa ma, aku cuma dapat pesan dari ara." jawab nya


"sudah ada kabar bahagia belum?"


"Maksud mama?"


"Ara sudah isi belum? mama pengen banget gendong cucu nak!"


"Doakan saja kami diberi secepatnya ma."


"Pasti sayang,mama selalu mendoakan kebahagian anak kesayangan mama ini."


*


ceklek...


Hendri membuka pintu kamar nya.Terlihat Ara yang tertidur dibalik selimut.


Mendengar suara langkah kaki Ara terbangun dari tidurnya. Ia melihat jam sudah jam sepuluh lewat.


"Baru pulang mas?" Ucap Ara mengulurkan tangannya pada Hendri untuk Salim. Hendri menyambut tangan Ara hanya sebentar dan langsung melepaskan tangannya.


Mendapat perlakuan seperti itu membuat Ara merasa sedih.


"Mas kenapa? kenapa diam aja mas? seharian ini mas diamin Ara. Apa Ara ada salah sama mas? kalau Ara ada salah kasih tau Ara mas, jangan didiemin gini dong mas!" tanya Ara menggebu, air mata nya menetes tanpa permisi.


Hendri melihat Ara meneteskan air mata ny, melihat Ara sedih seperti ini membuatnya juga sedih. Ia pergi meninggalkan Ara sendiri dikamar.


"Mas"... panggilnya

__ADS_1


Tak seberapa lama Hendri masuk lagi kekamar dan memberikan kejutan untuk Ara.


"Taraaaaa..... happy birthday sayang." Ucapnya menyodorkan kue ulang tahun pada Ara.


Ara yang melihatnya sontak kaget dengan kejutan Hendri.


"Mas" ucapnya dengan bibir bergetar.


"selamat ulang tahun sayang" ucap Hendri memeluk Ara. "I love you" sambung nya.


Tak bisa dicegah Ara mencurahkan tangis nya di bahu Hendri. ia menangis karena sempat takut kalau suami nya marah, atau kecewa dengannya.


"hiks...hiks...mas jahat, jadi mas diemi Ara cuma mau ngeprank Ara. mas gak marah betulan sama Ara?" tanya Ara dengan terbata karena menangis.


"mana mungkin mas marah sayang.kamu gak pernah mengecewakan mas, mas sayang banget sama kamu. I love you". ucapnya memeluk erat istrinya.


Ara masih menangis, dan ntah kenapa suara tangisnya tiba tiba terhenti, Ara tidak bersuara bahkan tidak bergerak dalam pelukan Hendri.


deg..


"Sayang. kamu tidur?" ucap Hendri merasa heran kenapa Ara tidak bergerak. ia merenggangkan pelukannya untuk melihat Ara. Dia kaget melihat Ara yang tidak bergerak dan wajah nya pucat.


"Sayang...ara..bangun sayang" Hendri menepuk nepuk pipi Ara, dia sangat khawatir melihat keadaan istrinya.


"Ara bangun sayang...maafin mas" ucap nya menangis sambil menepuk pipi Ara tapi Ara masih belum terbangun.


.


.


.


🌹🌹


mohon dukungan nya ya kak 🥰


jangan lupa like coment dan vote nya ya 🥰

__ADS_1


__ADS_2