Dokter Tampan, Sarangheo

Dokter Tampan, Sarangheo
55


__ADS_3

Selesai makan malam Ara dan Hendri berbincang bincang tentang kegiatan yang mereka lakukan seharian ini. Tak lepas juga canda dan tawa menyertai pasutri itu, sungguh sangat romantis bagi siapa yang melihat nya.


"Kamu belanja apa aja tadi yang?". Tanya Ridwan yang berbaring meletakkan kepala nya di paha Ara.


"emm...Ara membeli beberapa pakaian hangat untuk kita, juga sedikit cemilan kalau disana Ara pengen ngemil". Jawabnya mengelus rambut kepala suaminya, sesekali ia juga mengelus pipi dan menarik hidung suaminya.


"Mas. Ara coba searching beberapa tempat yang bagus dikorea.Ara pengen pergi kesemua tempat itu.Ara juga uda buat list tempat tempat yang akan kita kunjungi". ujar nya bersemangat


"Oh ya? dimana aja?". Tanya Ridwan tak kala senang melihat istrinya semangat.


"Ara mau kita nanti pergi ke Namsan tower. Naik ke menara ny dengan kereta gantung, dan Ara juga akan mengaitkan gembok cinta disana."


"hehe... gembok cinta? kamu percaya mitos itu?" tanya nya


" Ya.. kita gak boleh percaya gituan sih, cuma niat Ara kan cuma pengen melakukan tradisi yang dilakukan orang orang aja sih mas".


"Terus mau kemana lagi?"


"Sky Rose Garden,Banpo Bridge Park, Coex Mall, Lotte world Seoul, Nami Island dan Petite france". Jawabnya yang masih semangat.


"Banyak banget yang. Mas gak yakin kita bisa pergi kesemua tempat itu". Jawab Hendri merasa tidak yakin bisa pergi kesemua tempat yang istrinya inginkan berhubung mereka cuma seminggu disana.


"Kita kan cuma seminggu disana, kalau kita gak sempat pergi kesemua tempat yang kamu sebutkan gak papa yah?"


"Gak papa deh mas, tapi nanti kapan kapan kita pergi lagi yah?"


"Siap sayang. Mas siap membawa mu keliling dunia ini". Jawab nya dengan disertai tawa kecil.


"Ya sudah ayok mas tidur, Ara ngantuk, Uda larut ni". ucap Ara bergeser hendak menarik selimut.


"Langsung tidur ni? tanya Hendri dengan tatapan mesum nya.


"Ya trus mau ngapain lagi? Uda malam ya tidur".

__ADS_1


"Nggak mau olahraga dulu?"


Ara yang tau kemana arah bicara suaminya langsung menarik selimut hingga menutupi kepalanya. Hendri yang sudah mode on langsung menarik selimut dan mengukung istrinya. Ara tidak dapat lagi mengelak kalau Hendri sudah mode on. Dan terjadilah olahraga panas dimalam ini.


**


Kini Ara dan Hendri sedang berada dibandara dan akan terbang ke negara oppa oppa idola kaum hawa.


"Hati hati ya dek, selamat sampai tujuan, jaga kesehatan disana". Ucap Azka memeluk Ara


"Ia bang, makasih doa nya".


Azka melepaskan pelukannya dengan Ara dan menghadap Hendri seraya memberikan pelukan singkat.


"Jaga Ara yah, jangan sampai dia sakit. Tubuh nya tidak biasa dengan udara terlalu dingin". Azka memberia saran dan diangguki oleh Hendri.


"Pasti bang. Aku akan selalu menjaga istriku".


"Hati hati dijalan ya adik ipar", ucap sabilah manja memeluk Ara. "Ih pasti baby bakalan kangen ni dengan aunty nya".


"Aku mau oleh oleh adek dari aunty". Jawab sabilah menirukan suara anak kecil.


Hendri dan Azka tertawa kecil mendengar ucapan sabilah.


"Doakan ya bilah, bang.Semoga saat kami pulang ada kabar bahagia". Hendri menimpali.


"Aamiin..."


mereka kompak mengaminkan.


"Ra, Lo bawa kan baju dinas lho?. tanya bilah berbisik.


"Baju dinas?" tanya Ara bingung sejenak kemudian ia mengerti maksud sabilah.

__ADS_1


"Apaan sih bil, Mala itu dibahas". jawab nya malas beserta malu jika mbicarakan bau bau ranjang.


"Itu penting banget buat istri nyenengin suami Ra. Jangan lupa dipake. biar cepet dapat dedek buat baby girl. Ingat yang gue bilang kemarin". bisik nya lagi mengingatkan seraya tersenyum mesem mesem.


"Ck.. dasar kau ini". Gerutu Ara pelan.


"Kalian bisik bisik kenapa?" tanya Azka melihat istri dan adik nya bisik bisik mencurigakan.


"Ini bang sabilah nyuruh minta tanda tangan song Jong Ki buatnya". Bohong Ara agar sabilah dapat masalah.


"Sayang. kamu mengagumi pria lain?". kesal Azka pada sabilah yang terlalu mengidolakan oppa oppa cantik Korea.


"Kamu akan dapat hukuman saat dirumah nanti." Sambung nya lagi.


Sabilah melotot mendengar kata hukuman dari Azka. Pasti dia tidak bisa keluar kamar seharian jika Azka menghukumnya.


Ara tertawa melihat ketakutan sabilah. Ia tahu kalau hukuman abangnya bukanlah kekerasan, tapi ia tidak akan melepaskan sabilah dengan berolahraga panas seharian.


"Bu..Bu..bukan bang, Ara nya aja bohong. Kita cuma bahas hadiah yang akan Ara berikan buat pak dokter". Jawab nya


"Hadiah? hadiah apa sayang?". Tanya Hendri pada Ara.


"Hadiah yang akan buat dokter semangat seharian". Sabilah menimpali.


"Jangan dengerin sabilah mas. dia ngasal aja supaya tidak jadi dihukum Abang." Jawab nya ngelak.


"Ayo mas, pesawat mau berangkat". Ajak Ara yang memang sudah ada pengumuman sebentar lagi pesawat akan berangkat. Mereka pamitan dengan Azka dan sabilah dan bergegas pergi.


"Hadiah apa yang kalian maksud yang?" tanya Azka yang masih penasaran.


"Ada deh bang. urusan perempuan, Abang gak bakal paham".


"Ck...kamu awas ya,hukuman masih berlaku." ucapnya sambil menautkan jari tangannya dengan sabilah.

__ADS_1


"Kok masih dihukum sih bang. Kan bilah Uda jujur". protes nya tidak terima.


"Gak ada penolakan". Tegasnya membawa sabilah menaiki mobil dan bergegas pulang.


__ADS_2