
Saat ini Ara dan Hendri sudah sampai di bandara Incheon setelah 7 jam lebih perjalanan. Hendri memesan taksi untuk mengantarkan mereka ke hotel yang telah di booking nya sehari sebelum mereka berangkat.
Le Meridien Seoul Myeongdong
"Kita nginap dihotel ini mas?". tanya Ara saat taksi mereka sampai.
"Iya, ayo kita masuk". ajak Hendri membukakan pintu untuk Ara. Mereka masuk dan melakukan cek in.
Ara dan Hendri memasuki kamar hotel yang mereka pesan. Ara sangat terkesan dengan kamar yang ia tempati. Ia terpukau saat pertama masuk, interior dan dekorasi nya sangat indah. ditambah dihiasi seperti kamar pengantin baru.
"Ini seperti kamar pengantin baru aja mas. Kita kan bukan pengantin baru". Ara terkekeh melihat kamar nya.
"Kita kan juga masih pengantin baru sayang. Baru juga beberapa bulan kita menikah. Kalau mama dan papa baru tuh pengantin lama". Jawab Hendri tertawa.
"Terserah kamu lah mas". Jawab Ara seraya melangkah ke balkon.
"Indah sekali mas pemandangannya dari sini". Ara sangat suka dengan pemandangannya. Dia dapat melihat suasana kota Korea dimalam hari.
"Tidak ada yang seindah ciptaan Tuhan yang satu ini". Ucap Hendri memeluk Ara dari belakang. dagunya bertumpu di bahu Ara.
Mendengar kata kata Hendri membuat pipinya merona, dia sangat tersanjung atas pujian yang diucapkan Hendri.
"Masuk yuk yang, udaranya dingin. Nanti kamu bisa masuk angin".
"Bentar lagi mas, enak banget udara nya, sejuk".
__ADS_1
akh..
Hendri langsung menggendong Ara masuk kedalam.
"Mas suka banget sih ngagetin".
Hendri hanya tertawa kecil mendengar istrinya. Tanpa peduli istrinya protes, ia membawa Ara ke ranjang yang berukuran king size dan merebahkannya dengan pelan.
"Mas ta.."
hump..
Belum sempat Ara bicara Hendri sudah ******* bibir Ara. Ia menahan tengkuk Ara dan ******* bibir Ara dengan menelusukkan lidah nya dan mengabsen gigi gigi Ara. Ia melepaskan ciumannya serasa Ara sudah kehabisan nafas. Ia mengusap bibir Ara dari sisa Saliva mereka.
Hendri kembali ******* bibir Ara, tak cukup sampai disitu. Ciumannya turun ke leher jenjang Ara dan meningglalkan jejak jejak kepemilikannya disitu.
Entah berapa kali mereka melakukan nya malam ini hingga jam 2 malam waktu Korea. Hendri memeluk Ara dan tertidur.Hingga bunyi alarm membangunkannya.
"Sudah subuh ternyata". Gumamnya melihat jam di ponselnya. Ia menyetel jam sesuai waktu dikorea. Jadi ia sholat pun ikut menyesuaikan waktu ditempat.
"Sayang. Bangun, sudah subuh". Ia mengelus rambut Ara membangunkannya dengan lembut.
"Perasaan baru aja tidur deh mas. Kok uda subuh?".
"iya sayang. uda subuh, bangun yuk."
__ADS_1
Dengan mata yang masih terkantuk Ara bangun dan berjalan sempoyongan kekamar mandi. Ia tidak sadar jika ia berjalan dengan tidak memakai pakaian.
Hendri tertawa menggelengkan kepala melihat istrinya. Baru hendak bangun mau menyusul Ara kekamar mandi terdengar Ara berteriak.
"aaa... mas..
"kenapa yang". Hendri datang dengan cepat karena khawatir.
"Kenapa dengan tubuhku mas? mas apakan hingga begini? trus tadi aku jalan kekamar mandi gak pake baju gitu?".
Setelah mencuci muka ia tersadar bahwa ia tidak mengenakan pakaian. Ia mengingat kalau ia tadi berjalan didepan Hendri dalam keadaan bugil.
hahahaha...
Hendri tertawa terbahak mendengar kicauan istrinya.
"Kamu masih malu dengan ku sayang?. Aku suami mu lho. Kita uda sama sama liat bahkan merasakannya. Kamu masih malu?". Hendri menggeleng dan tertawa dengan sikap Ara.
"Sudah ayok cepat mandi. Ntar waktu subuh keburu habis". Ucap Hendri sambil membuka pakaiannya. Untuk mempersingkat waktu akhirnya mereka mandi bersama.
Tak berapa lama mereka menyelesaikan mandi nya dan sholat subuh berjamaah. Selesai sholat subuh Ara hendak kembali tidur, tapi Hendri tidak memberinya waktu untuk tidur. Ia kembali melakukan penyatuannya lagi dan lagi. Ia benar benar tidak memberi Ara waktu bersantai, mereka berhenti cuma untuk makan dan sholat.
.
.
__ADS_1
.