
**
Dikediaman Hendri saat ini dia sedang bermonolog seorang diri sambil memegang hadiah yang akan ia berikan pada Ara.
"Ini yang terakhir Ra,,kalau hari ini kamu menolak ku,aku akan berhenti Ra,aku gak akan lagi mengganggumu" ucap nya yang fokus melihat hadiah yang akan ia beri pada Ara.
"Halo...bagaimana? sudah siap semua nya?" tanya Hendri dengan seseorang dari seberang telepon nya. Setelah mendapat kabar dari orang itu dia segera melajukan mobil nya.
dia segera pergi kebandara menyusul ara.
Tak berapa lama ia pun sampai di bandara.
Dan saat ini Ara Azka dan bilah sudah memasuki pesawat. Mereka duduk di kursi penumpang sesuai nomor mereka. Ketika mata melihat kearah jendela ia kaget karena ada banyak balon yang beterbangan,dan balon itu bertuliskan Ara..I Love You. Sontak saja membuat Ara kaget,bahkan semua penumpang juga heboh melihat itu.
"Siapa yang bernama Ara? ada seseorang menghadang pesawat didepan. Harap yang bernama Ara segera menyelesaikannya." suara pramugari memberi info.
Mendengar namanya disebut,Ara langsung berlari menuju tempat kemudi pilot, dan benar saja Ara begitu kaget melihat Hendri dengan mobilnya disana.
"Benar benar gila tu orang,pesawat disalip? dia pikir ni mobil dijalan raya disalip!" ucap nya dalam hati.
Hendri berlari untuk memasuki pesawat,karena pintu pesawat belum ditutup. Diaa masuk dan langsung berjalan dimana Ara saat ini berdiri.
"Ara... sekali lagi aku mau mengatakan sama kamu,,aku sangat mencintai mu Ra, mungkin kamu bosan dan muak mendengar nya, tapi aku tidak akan pernah bosan untuk menyatakan perasaan ku padamu. Ra I Love You...Will you Merry me?" ucap Hendri yang berjongkok sambil mengulurkan kotak bludru berbentuk hati yang terdapat sebuah cincin didalam nya.
Sontak membuat para penumpang heboh dibuat Hendri mereka bersorak senang dengan perlakuan Hendri yang begitu romantis menurut mereka.
"Huuuuu...terima..terima..terima" sorak mereka.
"Duuuuhh so sweet banget Dogan" ucap bilah
"Romantis apa? biasa aja". Ucap Azka yang mendengar sabilah baper dengan pasangan didepan mereka.
__ADS_1
"Dogan itu so sweet tau, gak seperti orang yang disamping gue ni,, seperti es..dingin.!" ucap nya meledek Azka.
*
Ara yang mendapatkan kejutan seperti ini merasa terpaku tidak bisa berbuat apa, lidah nya keluh tidak bisa berbicara. Dia terus memandangi Hendri,hingga ia paksakan untuk bicara.
Masih terdengar sorakan dari para penumpang mengatakan terima..terima.ara menarik nafas dan menghembuskan ya perlahan.
"Jika dokter serius, jumpai kedua orang tua saya untuk minta restu".
Mendengar Ara berkata demikian sontak Hendri berdiri, dia kaget tidak menyangka bahwa Ara menerimanya.
"Beneran Ra? aku di terima?" tanya nya lagi dengan senyum mengembang.dan hanya anggukan dari Ara.
"Ha,,beneran ini? ini bukan mimpikan?". Ucapnya sambil memukul muka nya sendiri . Dan ternyata bukan mimpi, dia merasakan sakit.
"Ternyata bukan mimpi" ucapnya bahagia dan hendak memeluk Ara,dan langsung ada yang menghalangi.
"Eits...gak ada peluk peluk, bukan mahrom, lho halalin dulu adek gua". Ucap Azka.
Ara hanya tersenyum melihat Hendri yang gerogi plus bahagia.
flashback..
Hendri sudah mempersiapkan kejutan dan hadiah untuk Ara, ia berjanji dengan diri sendiri,kalau ini akan jadi kejutan yang terakhir. Dia menyuruh orang suruhannya mempersiapkan semuanya dibandara.
Ia melajukan mobilnya kebandara dan langsung ke lapangan penerbangan, dia menyalip pesawat yang ditumpangi Ara.
Memang semua kru pesawat juga sudah mengetahui rencana kejutan ini, mereka Memasuki pesawat sebelum jam penerbangan sebenar nya karena pasti akan ada drama dan memakan waktu lama.
Hendri membuka bagasi mobil nya yang berisikan balon balon. sehingga balon itu beterbangan di udara.
__ADS_1
**
Saat ini pesawat yang meeka tumpangi sudah mendarat di bandara X tepat nya kampung halaman mereka. Hendri juga menaiki pesawat yang sama dengan mereka karena dia sudah memesan tiket sebelumnya.
Memang sudah direncanakan nya ya. untung saja diterima cinta nya, kalo tidak kan sayang tiketnya.
Dari bandara mereka menaiki mobil yang memang sudah di siapkan Azka,mobil mereka melaju dengan santai dan Azka sebagai sopirnya.
Tak lama mobil mereka pun sampai di depan rumah orang tua Ara dan Azka.
Mendengar bunyi klakson mobil ibu dan bapak Ara langsung keluar.
Melihat ibu dan bapak nya didepan rumah, Ara membuka pintu mobil dan langsung berhambur berlari. "Ibu...bapak..ara memeluk orangtua nya.
"Assalamualaikum nak"..ucap ibu memeluk anak gadis nya
"hehee..iya lupa,habis seneng banget jumpa ibu sama bapak". Ucap Ara yang masih memeluk orang tua nya.
"Udah dek..Abang juga mau peluk ibu bapak lho," ucap Azka
"Ara masih rindu sama ibu bapak bang, ntar lagi gantian nya" ucap Ara manja.
"Abang kangen Ra...Abang juga pengen peluk ibu bapak"
Orang tua mereka hanya tersenyum melihat kedua anak nya, mereka tetap manja walau pun sudah dewasa.
Hendri tersenyum melihat kehangatan keluarga mereka.
"Ayo masuk atuh,masa diluar terus". Ucap bapak
"Iya ayo ayo nak masuk" ajak ibu mempersilahkan masuk.
__ADS_1
🌹🌹
tolong like coment dan vote nya ya kak 🥰🥰😊