Dokter Tampan, Sarangheo

Dokter Tampan, Sarangheo
52


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu, sudah satu bulan berlalu sejak Ara mengalami keguguran, kini ia sudah beraktifitas seperti biasa.


"Sayang, Uda rapih. mau kemana?" tanya Hendri saat ia keluar dari kamar mandi ia melihat Ara sudah rapi.


"Kuliah mas, mas lupa?" jawab nya mengernyitkan kening suaminya bisa lupa kalau ia sudah mulai kuliah kembali.


"Oh iya, mas lupa." Hendri terkekeh kecil.


"Bentar ya Ara ambilin pakaian mas". Ucap nya seraya berjalan mengarah lemari pakaian, ia memilihkan pakaian untuk suaminya kenakan pagi ini.


"ah.."


Kaget nya saat tangan kekar melingkar diperut nya memeluknya. Hendri memeluk nya dari belakang dan menempelkan dagunya dibahu Ara.


"Mas. kalau seperti ini Ara susah ambil bajunya". Protes Ara Hendri tidak melepaskan pelukannya.


"Wangi banget kamu sayang, wangi nya bikin aku candu dan betah dekat kamu terus". Tanpa peduli protes nya Ara dia tetap masih memeluk nya.


"Mas pengen". Bisik nya dengan parau.Karena ia sudah sangat bergairah saat ini.


Ara tertawa mendengar suaminya yang menginginkannya.


"Baru tadi malam lho mas, masa gak cukup".


"Gak cukup sayang bahkan gak akan pernah cukup, apalagi mas sudah berpuasa lama selama ini." Jawab nya lirih. memang dia tidak bisa menggempur Ara dikarenakan Ara sedang masa nifas. dan sekaran setelah selesai nifas maka ia akan mendobel nya.


"Kamu jam berapa kelasnya?" tanyanya lagi yang masih memeluk Ara, dan tangannya yang tidak bisa diam menjelajah kemana mana.ara menggigit bibir bawah nya menahan ******* saat tangan Hendri memelintir pucuk gunung kembar nya.


"Jam sembilan mas". jawab nya dengan suara berat menahan gairah yang dibuat oleh Hendri.


"Sekarang masih jam tujuh, ayok. Satu jam rasanya cukup". Hendri langsung menggendong Ara dan membaringkannya ditempat tidur.


Kalau sudah seperti ini Ara hanya bisa pasrah apa yang akan suaminya perbuat. Toh dia juga menginginkannya.

__ADS_1


**


Ucapannya satu jam cukup tapi nyata nya hampir dua jam ia menggempur ara.Melihat jam sudah setengah sembilan Ara bergegas mandi dan bersiap pergi kekampus.untuk menghemat waktu Hendri juga mandi bersama Ara.


Mereka bergegas bersiap dan bahkan sarapan pun tidak sempat. Ara mengomel dalam hati,gara gara suaminya ia telat ngampus.


"Gara gara mas ni, telat kan . Kata nya sejam,tapi?" omelnya pada Hendri.


"Tapi kamu juga menikmati sayang".


"Ish..mas". Ara melototkan mata serta mencibirkan bibirnya.


"Jangan seperti itu sayang. Itu sangat menggemaskan, bisa bisa mas putar balik ni kerumah". Ucap nya tertawa kecil melihat istrinya yang menggemaskan.


"Aww.." jeritnya kesakitan saat cubitan sampai dipahanya. "Kok dicubit sih yang?"


"Makanya jangan mesum. Nyetir aja yang bagus" ucapnya kesal Karna suaminya terus menggoda.


**


"Mana dosen?" bukannya menjawab pertanyaan sabilah mala ia juga nyampe bertanya balik.


"Gak masuk,jadi dosen cuma nitipkan tugas aja sama kosma nya."


"Alhamdulillah.. gue kira dosen uda stay dikelas, auto dihukum gue". Ara mengelus dada nya lega karena dosennya tidak masuk.


"Iya. btw kenapa Lho telat? digempur lho pagi pagi Sama tu dokter?"


"CK.." dengan cepat Ara membekap mulut sabilah. Dasar ya bumil satu ini kalo ngomong tu difilter.


hahaha..


"jadi benar? ck.."

__ADS_1


Ara memutar bola mata nya mendengar ocehan bumil disebelah nya. Ia mengerjakan tugas yang diberikan dosen dengan segera tanpa peduli tawa sabilah.


**


Tanpa terasa kini jam mata kuliah sudah habis, Ara dan sabilah beranjak keluar karena mereka sudah ditunggu para suami.


"Uda gede ya bil. berapa bulan sih?. Enam bulan kan? berarti Uda terasa gerakannya dong bil? tanya Ara. mereka mengobrol sambil berjalan.


"Coba kamu pegang deh Ra." Sabilah menuntun tangan Ara keperut nya. Terasa gerakan didalam sana.


" Hey ponakan aunty,sehat sehat didalam sana ya, sebentar lagi kita akan bertemu". Mata Ara berkaca kaca merasakan gerakan bayi diperut ara.Ara begitu terenyuh menyentuh nya, ia kembali ingat dengan kehamilannya waktu itu, kalau saja tidak keguguran saat ini kandungannya pasti sudah empat bulan.


"Ia aunty, sebentar lagi kita akan bertemu, aunty jangan sedih ya, dedek doakan agar aunty secepatnya punya dedek bayi,bahkan 2 atau 3 sekaligus". Sabilah menirukan suara anak kecil memberi semangat pada Ara.


hahaha...


Ara tertawa karena sabilah mendoakannya punya anak kembar sekaligus tiga.


"Ya udah, jangan bersedih ya, insyaallah nanti Allah akan mberikan gantinya. Seperti yang dibilang dedek bayi tadi,2 atau 3 sekaligus".


"aamiin.."


"Seru banget kayak nya?" ujar Hendri saat Ara dan sabilah tertawa kecil sambil mengobrol, dan mereka sudah sampai di depan kampus.


"Bicarain apa sih?" tanya nya lagi.


"Ih.. mas ini kepo banget sih, urusan cewek lah." Jawab Ara tersenyum manis.


"Ya udah yuk " ajak Azka pada bilah,


"Hen, dek, Abang mau makan siang diluar. makan bareng yuk". Azka mengajak Hendri dan Azka untuk makan siang bersama.


"Boleh. yuk mas".Ara menjawab dengan semangat.

__ADS_1


__ADS_2