Dokter Tampan, Sarangheo

Dokter Tampan, Sarangheo
53


__ADS_3

"Sayang. gimana kuliah nya tadi?". Tanya Hendri sambil mengelus kepala Ara yang berbaring diatas paha nya.


"Alhamdulillah baik mas, besok sudah ujian semester".


"Libur nanti gimana kalau kita pergi liburan yang? semenjak menikah kita kan gak pernah honeymoon. Ya anggap aja honeymoon kita yang tertunda."


"Bagus juga mas, Ara mau". Jawab nya dengan antusias.


"Kamu mau nya kemana?"


"Hmm..Korea mas. Bolehkan?"


"Boleh dong.apa sih yang gak buat istri tercinta".


"Makasih mas". Ara langsung memeluk pinggang Hendri disertakan gigitan kecil diperut Hendri.


"Sayang. jangan memancingku". Hendri, tertawa kecil melihat istrinya. Ara menggigit serta meraba perutnya membuat dibawah sana kembali semangat. Padahal mereka barusan saja menyelesaikan ritual malam mereka. Hendri langsung menarik Ara dan mengukung nya.


"Sayang. Kau sudah membangunkannya, jadi jangan salahkan aku kalau kamu harus bergadang malam ini". Ucapnya dengan senyuman mesumnya.


**


"Sayang.. bangun. sudah subuh lho." Hendri menggoyangkan bahu Ara membangunkan nya.


Hendri terkekeh kecil melihat Ara mengedip ngedipkan mata yang berat untuk dibuka. Itu sangat membuatnya gemas.


"Ayo bangun. Nanti bisa tidur lagi."


"Ya Allah mas, baru juga dua jam tidur nya. Ini semua gara gara mas." Kesalnya karena Hendri benar benar membuatnya bergadang tadi malam hingga jam tiga baru selesai.


Ara bangun dengan malas, badannya rasanya remuk semua karena ulah suaminya.


"Badan ku rasanya remuk semua mas. Tak sanggup mau bangun." Ara duduk ditepian ranjang dan masih sukar hendak berjalan kekamar mandi.


"Ayo, mas antar kekamar mandi." Hendri langsung menggendong Ara. Dia juga sudah menyiapkan air hangat untuk Ara.


"Mandi sendiri apa mau mas mandikan?" tanya Hendri.

__ADS_1


"Sendiri aja mas".


"Ya sudah mas tunggu diluar ya, kita sholat jamaah."


Iya"


Hendri keluar dari kamar mandi setelah berwudhuk tentunya, dia menggelar sajadah dan sementara menunggu Ara selesai mandi ia sholat Sunnah terlebih dahulu dan zikir sedikit.


tak berapa lama Ara keluar dan bersiap memakai mukenah. Mereka sholat berjamaah.


"Ara mau tidur lagi mas, ngantuk banget soalnya. Mala hari ini ujian lagi". gerutunya kesal mengingat tadi malam. Sebelum tidur ia menyetel dulu alarm di ponselnya. Takutnya ia kebablasan tidur terlalu lama. Bisa bisa nol nilai ujiannya.


"tidurlah". Hendri menarik selimut menyelimuti Ara sampai bahu.


cup


Kecupan singkat diberikan Hendri di kening Ara."I love you" ucapnya tersenyum melihat istrinya sudah terlelap.


Suara alarm membangunkannya dari tidur. Ia segera bangun untuk bersiap kekampus. Badannya sih masih lelah, berhubung hari ini ujian mau tidak mau ia harus berangkat.


"Ini semua ulah mas Hendri. awas aja nanti, gak ada lagi ene ene." Gerutu nya kesal.


"Mas. ngagetin aja sih mas." Protesnya karena Hendri datang tiba tiba membuatnya terkejut.


"Kenapa ngomel ngomel gitu? masih kesal?"


"Iya. kesal Ara sama mas."


"maaf.Nanti malam gak bakal lama deh." ucapnya santai.


"Nanti malam?" Ara mengernyitkan dahi nya.


"Gak ada. Gak ada lagi nanti malam besok, lusa dan lusa lagi. Libur dulu sampai Ara selesai ujian." Tegas nya.


"Mana bisa gitu yang. Mana bisa mas nunggu selesai ujian."


"Cuma seminggu Ara ujiannya mas."

__ADS_1


"Seminggu itu waktu yang lama sayang.Sehari aja aku bisa stres, apalagi seminggu."


" Ara mau konsen ujian mas, capek badan ara kalau seperti ini gak semangat mau ujian.ntar jelek lagi nilai Ara."


"hmm..ya sudah. Mas gak akan minta sampai kamu selesai ujian." Jawab nya lesu.


"Makasih ya mas uda ngertiin Ara."


"Sama sama sayang, ya sudah. Ayo sarapan. Mas udah siapin sarapan buat kamu." Hendri menarik pinggang Ara dan berjalan kedapur untuk sarapan


"Mas yang masak?" tanya Ara melihat nasi gorengdan telur mata sapi yang sudah tersaji di meja makan.


"Iya ini spesial buat kamu". Ucapnya seraya menyodokkan nasi goreng kepiring Ara.


"Makasih mas. Ara makan yah" Ara begitu lahap memakan nasi goreng buatan suaminya ini. Dia tidak menyangka suaminya ternyata jago masak.


"Enak?" tanya RmHendri penasaran


Ara hanya menganggukkan kepala menjawab nya.


Selesai sarapan Hendri mengantarkan istri nya kekampus. Dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Perbincangan dan candaan candaan kecil mereka membuat tak terasa saat ini sudah sampai didepan kampus. Hendri turun dan membukakan pintu untuk istrinya.


"Makasih mas" ucapnya seraya menyalami suami nya dengan takzim dan dibalas kecupan dikening nya.


"Semangat ya ujiannya. Nanti pulang mas jemput."


"Iya mas, Ara masuk dulu yah, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" balasnya dan memasuki mobil segera kerumah sakit.


.


.


.


🌹🌹

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak ya kakak 🥰


__ADS_2