Dokter Tampan, Sarangheo

Dokter Tampan, Sarangheo
50


__ADS_3

"Sayang tunggu bunda nak". Teriak Ara kepada gadis kecil yang berlari. Ara hendak menyusul nya namun Hendri menghentikannya dengan menggenggam tangannya.


"Jangan pergi Ra. Jangan tinggalin mas" ucap Hendri lirih.


"Ara lelah mas, Ara ingin tenang bersama anak kita". Ara melepaskan genggaman tangan Hendri lalu pergi menyusul gadis kecil nya.


"SAYANG.jangan tinggalin mas.ARA" teriaknya namun Ara tetap pergi meninggalkan Hendri.


"Bunda, bunda kenapa ikut aku? kasihan ayah bund".


"Tapi bunda pingin nemenin kamu nak."


"Aku tidak sendiri bunda, ada banyak teman disini. Kalau bunda ikut kasihan ayah.Ayah pasti akan sedih".


Ara memikirkan kata kata anak nya, dia kasihan melihat Hendri yang terduduk menangis sendiri disana.Jadi ia putuskan untuk pergi menghampiri Hendri dan kembali pada Hendri.


**


"Sayang jangan tinggalin mas" ucap Hendri sangat lirih,tangannya masih menggenggam tangan Ara dan seketika ia merasa ada pergerakan ditangan Ara, ia mendongak melihat Ara dan betapa terkejutnya ia melihat istrinya dengan pelan membuka mata nya


"Ara sayang. Sayang, ini mas tidak sedang bermimpikan sayang." Ucapnya sangat bahagia. Ia mengecup kening Ara begitu lembut dengan penuh rasa cinta.


Dokter yang masih didalam pun merasa tidak percaya dengan apa yang dilihat nya.


"Ini sungguh mukjizat" bagi dokter itu.


"Dokter istri saya sadar dok" teriak Hendri.


Keluarga yang melihat dari luar pun tidak sabar dan semua masuk melihat keajaiban ini.


"dek"


"Ara"


"sayang"


Ucap mereka kompak. Mereka sangat bahagia melihat Ara sadar setelah deteksi jantung nya berhenti.


Mereka sangat bersyukur karena masih diberikan kesempatan bersama dengan orang yang mereka kasih.


"Lebih baik semua keluar dulu yah, saya akan memeriksa nona ara dulu". Ucap dokter.


Semua keluar dari ruang rawat dan tinggallah dokter dan perawat yang memeriksa keadaan Ara.

__ADS_1


Hendei memeluk mamanya dan menangis sesenggukan, ia menangis karena bahagia.


"Ma, Hendri sangat bahagia ma". Ucapnya memeluk mamanya erat.


"Iya sayang,tuhan masih memberi kesempatan untuk kamu dan kita semua untuk menjaga Ara". Ucap mama mengelus punggung Hendri.


"Hendri akan selalu menjaga dan melindungi Ara ma, Hendri sangat mencintai nya." Hendri melepaskan pelukannya dengan mama ,dia memandang kearah azka dan menghampirinya.


"Bang" dia tidak tau mau bicara apa,dia memeluk Azka bahagia.Azka menyambut pelukan Hendri dengan hangat.


Perhatian mereka kini tertuju pada pintu yang terbuka dan keluarlah dokter.


"Bagaimana istri saya dok?"


"Alhamdulillah keadaannya sangat baik dok, ini sungguh keajaiban dari Tuhan". Jawab dokter tersenyum.


"Alhamdulillah " jawab semua kompak.


Tanpa bertanya lagi Hendri langsung masuk keruangan Ara dan duduk disisi Ara.


"Sayang", ia menggenggam dan mengecup tangan Ara.


"Mas. anak kita?" tanya nya sambil memegang perutnya dan menangis.Ia tahu apa yang terjadi dengan kandungannya. Dan itu yang membuat ia sedih,ia sangat kehilangan, bayi yang ditunggu tunggu kehadirannya dan kini pergi sebelum sempat melihat dunia.


**


Hendri mendatangi Vivi dirumah nya, ia geram sekali kenapa bisa Vivi Setega itu kepada Ara.


"VIVI.. "teriak Hendri memanggil Vivi.


Vivi yang mendengar namanya dipanggil keluar dari kamarnya.


"Sayang. Kamu disini? Bagaimana keadaan Ara?" Seolah tidak bersalah ia menanyakan keadaan Ara pada Hendri.


""Setelah semua yang kamu lakuin keara kamu masih nanya gimana keadaannya? hebat yah kamu".


"Apa maksud mu ?". Tanya nya menghampiri dan hendak mrangkul tangan Hendri tapi langsung ditepis Hendri.


"Jangan pura pura bodoh Vi. Aku muak lihat sandiwara mu." Ucapnya emosi.


"Dimana hati nurani kamu saat Ara menelpon minta tolong? dia begitu kesakitan, tapi kamu tidak peduli. Dimana hati kamu sebagai manusia ha?kamu seorang dokter Vi. Dimana hati kamu? dan karena kamu aku kehilangan anak aku. Aku kehilangannya karena kamu Vi". teriaknya yang begitu emosi.


Vivi hanya diam mendengar amarah Hendri, dia tidak menyangka kalau kejadiannya separah ini.

__ADS_1


"Hen ,aku tidak tau kalau akan seperti ini."


"Diam kau". Bentak Hendri. Kau bahkan tidak bisa disebut manusia, kau sangat kejam, kau membunuh anak ku."


"Hen, tapi aku tidak bermaksud seperti itu." Ia juga meneteskan air matanya karena di bentak oleh Hendri, ia tidak menyangka akan mengakibatkan Ara keguguran.


"Kau wanita jahat Vi, aku tidak bisa bersama wanita jahat dan tidak punya hati sepertimu."


"STOP..stop Hen stop. Aku gak mau lagi dengar kamu bicara soal Ara. aku benci Ara. aku BENCI". Teriak nya.


"Aku benci dia karena sudah mengambil kamu dari aku. Kamu mencintainya dan aku benci itu, Papa mama juga menyayangi nya dan aku benci itu. Aku benci semua tentang Ara.Aku ingin dia mati agar dia tidak mengambil apa yang aku punya."


plak..


Tamparan mendarat dipipi Vivi. Hendri menampar nya karena Vivi tega menginginkan kematian Ara. Dia sangat marah mendengarnya hingga ia refleks menampar Vivi.


"Kamu menamparku hanya karena gadis kampung itu Hen?". Ucap Vivi menggeram


"Dia istriku Vi, asal kamu ingat dia ISTRIKU."


"Aku tidak mau lagi dimadu Hen, sekarang anak kalian sudah gak ada jadi kamu bisa tinggalin Ara, ceraikan dia, aku gak mau lagi berbagi suami dengannya."


"Sampai kapan pun aku tidak akan berpisah dengan Ara. Karena mulai sekarang kamu Vivi aku talak. Tidak ada lagi hubungan diantara kita."


Vivi syok mendengar kata talak dari Hendri. ia tidak pernah menyangka kalau Hendri akan menceraikannya.


"Aku tidak mau Hen, aku tidak mau bercerai".


"Mulai sekarang dan detik ini juga kita tidak ada hubungan lagi Vi". Ucap Hendri dan langsung keluar meninggalkan Vivi.


"Hen.. aku gak mau bercerai Hen, aku gak mau". Teriaknya tapi Hendri tetap pergi meninggalkan nya.


"Awas kamu Ra, aku tidak akan membiarkan mu hidup dengan tenang". Geramnya dalam hati.


.


.


.


🌹🌹


jangan lupa like coment dan vote nya ya kak 🥰

__ADS_1


__ADS_2