Dokter Tampan, Sarangheo

Dokter Tampan, Sarangheo
62


__ADS_3

"Cantik banget ponakan onty". Ucap Ara mendusel pipi baby girl ny Azka dan bilah.


"Namanya siapa bil?" Lanjutnya bertanya.


Saat ini mereka berada dirumah dan dikamar Azka dan sabilah. Sabilah boleh pulang setelah tiga hari dirawat pasca melahirkan.


"Namanya Puteri Azqila mishryari". Azka menjawab pertanyaan Ara. "Panggilan nya putri aja".Sambungnya.


Ara hanya mengangguk ngangguk mendengar nya sambil menoel noel pipi dan hidung Putri.Mata nya berkaca kaca melihat bayi sabilah itu, ia kembali teringat dengan kandungannya yang tak bisa diselamatkan. Kalau saja kandungannya waktu itu tertolong pasti saat ini Ara sudah hamil besar. Dan sebentar lagi ia juga akan melahirkan.


Sabilah yang melihat Ara sedang tidak baik mengalihkan nya.


"Kalau onty toel toel terus hidungku nanti jadi pesek lho onty". Ucap sabilah menirukan suara anak kecil.


Ara tertawa kecil mendengarnya.


"Habisnya gemes sih". Ucap Ara makin menoel hidung dan pipi putri sehingga membuat bayi yang tertidur itu menangis.


"Cup..cup..cup..Onty gak maksud sayang". ucapnya menenangkan. Tapi bukannya tenang bayi itu makin menangis. Ara langsung memberikannya pada sabilah.


Azka dan Hendri tertawa melihat kelimpungan Ara yang hendak menenangkan putri.


"Sayang.. sudah sore, pulang yuk. putri juga ingin istirahat.Besok kita bisa jenguk putri lagi." Hendri mengajak Ara pulang.


"Iya mas ayo." Tapi kita mampir nyari makan dulu yah?".


Bukannya tadi baru makan yah yang?" Tanya Hendri heran, karena Ara makan sebelum pergi kerumah sabilah sekitar tiga puluh menit yang lalu. Sekarang lapar lagi!.


"Mana ada baru. Kalo baru gak mungkin Ara laper mas". elaknya menggerutu.

__ADS_1


"Onty pulang dulu yah, besok onty kesini lagi main bareng putri". Ara mencium pipi putri dengan gemas.


**


"Saya pesan Ikan Bakar dua.Udang dan Cumi goreng tepung.Nasi, Sup, crab asam manis.Sambal dan air mineral nya. Mas pesen apa mas?". tanya nya menyerahkan buku daftar menu.


"Sayang. Kamu pesen sebanyak itu bukan buat mas sekalian?" tanya Hendri heran.


"Enggak". jawabnya singkat dan padat.


"Saya pesan ikan bakar aja mbak plus nasi nya sama lemon tea aja. Ucap Hendri memberikan daftar menunya pada pelayan.


Hendri melongo melihat istrinya makan semua pesanannya dengan lahap. Dan semua habis tanpa sisa.


"Sayang."


"hmm.."


"Mas kenapa kayak gak ikhlas gitu sih beliin Ara makan.Ya udah nanti Ara akan ganti uang mas yang beli makanan Ara sebanyak tadi." Ucapnya ketus.


"Bukan gitu sayang.Mas cuma heran aja. Biasanya gak begitu."


"Gak perlu heran. Ayo kita pulang." Ara pergi duluan meninggalkan Hendri yang masih melongo heran dengan perubahan sikap sang istri.


Selama dalam perjalanan tidak ada yang membuka suara baik Ara maupun Hendri.Hingga Ara membuka suara saat melihat pedagang kaki lima yang berjejer dipinggir jalan.


"Mas. berhenti mas".


Hendri menepikan mobil mereka dipinggir jalan. "Ada apa yang?". Tanyanya saat mobil sudah berhenti.

__ADS_1


"Mas. Ara mau beli jajan dulu mas." Ucapnya seraya melepaskan setbelt dan bergegas turun.


"Jajan? Barusan selesai makan lho ini.au jajan lagi?". Hendri menggaruk tengkuknya yang tidak gatal merasa heran.


Tak lama Ara kembali dengan membawa dua kresek berisi cilok dan rujak. Hendri hanya diam tak mau mengomentari. Takut istrinya ini akan ngamuk. Ia kembali melajukan mobilnya.


"Mas mau coba?" tanya Ara menyodorkan cilok ke Hendri. Hendri menerima suapan Ara.


"Pedes banget yang. Kamu makan spedas ini? gak bagus lho yang!. Ucapnya menyarankan, lidah nya serasa terbakar karena kepedasan.


"Makan gini memang enak pedas mas. kalo gak pedas gak nendang rasanya." terang Ara yang sambil memasukkan makanannya kedalam mulut.


"Ia, tapi tidak bagus buat perut yang."


"bawel banget sih mas.Orang gak Kenapa kenapa juga." Ucapnya kesal, matanya juga mulai berembun. Entah kenapa akhir akhir ini mood nya sangat buruk. Ia begitu sensitif, jika ada orang yang protes atau melarang nya pasti ia akan menangis.


Hendri yang melihat perubahan raut muka istrinya hanya diam, dia mengelus kepala Ara tak mau lagi protes.


"Maafin mas yah. Mas gak maksud." Ucapnya mengelus kepala Ara dan hanya anggukan jawaban Ara.


"Kenapa istri gue jadi sensitif banget yah, makan nya juga gak biasa." Ucapnya dalam hati.


.


.


.


🌹

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak ya kakak 🥰


__ADS_2