Dokter Tampan, Sarangheo

Dokter Tampan, Sarangheo
67


__ADS_3

"Mas, sini deh". Ara memanggil Hendri agar datang menghampiri yayang sedang memilih baju.


"Kenapa sayang?". tanya Hendri heran melihat istrinya mengacak ngacak isi lemari.


"Nah ini dia". ucapnya antusias.


Hendri mengernyitkan alisnya melihat istrinya menyerahkan gaun tidur tipis berwarna pink dengan tali kecil.


"Apa ini?" tanya nya. Perasaan nya sudah tidak enak melihat gaun tidur didepannya.


"Mas pake ini." Ucap Ara singkat namun membolakan mata Hendri.


"Ha? a..apa maksud nya yang?" tanya nya gugup pura pura tidak tahu.


"Ara ngidam mas pake gaun tidur ini."


"Sayang. Kamu serius? masa gaun tidur sih yang." Hendri memelas.


"Serius mas. Sana cepetan pake, anak mas pengen liat papanya make gaun tidur." Ucap Ara sambil mendorong Hendri kekamar mandi.


Hendri meneliti pantulan tubuhnya didepan cermin. Ia bergidik melihat penampilannya.


"Ya Allah sayang. Apa apaan ini? Kamu tega banget. Harga diri mas sebagai laki laki tangguh jatuh gara gara gaun ini."monolog nya dalam hati seraya berputar putar melihat pantulannya dicermin.


"Mas. Sudah belum? kenapa lama banget mas?". Ara menggedor pintu kamar mandi tak sabar melihat Hendri dengan gaunnya.


Dengan berat hati Hendri menarik handle pintu dan keluar dari kamar mandi. Ara yang melihatnya pun langsung bersorak ria. Ia sangat senang melihat suaminya memakai gaun tidur nya.


"Mas. Kamu cantik banget mas."ucapnya dengan mata berbinar. Hendri yang semula ingin protes tidak jadi karena melihat binar kebahagiaan dimata istrinya.


"Ayo mas". Ara menarik Hendri berjalan menuju tempat tidur mereka dan mendudukkan Hendri ditepi ranjang.


cekrek.


Ara mengambil foto Hendri tanpa izin terlebih dahulu.


"Sayang. kok difoto sih mas nya."


"Mau Ara simpan mas buat memory kala kita tua nanti."


ck.." Tapi malu sayang. gimana kalau ada yang liat itu foto."

__ADS_1


"Tenang mas. Gak akan ada yang lihat.


**


Pagi ini Ara sarapan dengan disuapin Hendri. Semenjak hamil Ara memang semakin manja.Makan minta disuapin, tidur seperti anak kecil yang minta dikeloni terlebih dahulu.Ditinggal Hendri terlalu lama menangis.Di tambah ngidam nya yang aneh. Hendri sampai pusing dengan sikap Ara.


Hendri melihat Ara tersenyum dengan ponselnya membuat nya mendapatkan firasat buruk kalau Ara akan ngidam lagi. Sesekali Hendri melirik apa yang Ara lihat di ponselnya. Hendri menangkap Ara sedang melihat tutorial make up.


"Mas liat deh, ibu ini suah tua, dengan di-make up begini jadi kelihatan seperti wanita muda." Ucap nya antusias.


'Mas, Ara pengen".


deg...


Jantung Hendri berdegup seketika istrinya mengatakan pengen.


"Pe..pengen a..apa sayang?" tanya nya terbata.


"Ya Allah mampus gue". gumamnya dalam hati.


"Ara pengen mas dandani mama seperti ini." Ucapnya memperlihatkan ponselnya. Hendri merasa sedikit lega karena bukan dia yang jadi kelinci percobaan.


Tak lama mama Indri dan papa wirawan datang kerumah hendri dan Ara. Kebetulan mereka semua sedang tidak bekerja karena hari Minggu.


"hahahaha....." Tawa Hendri pecah melihat mamanya dengan make up ala dirinya. Sedangkan papa hanya tersenyum menahan tawa.


"Kok diketawain sih mas.Mama cantik tau!" rungutnya mengelus bahu mama Indri. " mama cantik banget. Makasih ya ma!" Ucapnya tersenyum bahagia.


"iya, sama sama sayang." Ucap mama mengelus kepala Ara.


"Foto dulu ya ma". tanpa ba bi bu, Ara langsung memotret mama mertuanya. Mama melotot shock karena Ara mengambil fotonya dengan dandanan seperti itu.


"Ya sudah sayang. Sebaiknya kamu istirahat gih. Kamu terlihat lelah." Hendri menyarankan Ara agar beristirahat. dan Ara mengangguk .


"hahahaha....." Tawa Hendri kembali pecah melihat mamanya. Tak hanya Hendri, papa wirawan pun melepaskan tawanya.


"Ya Allah Hendri. mama stres tau gak dengan ngidam istrimu."


"Sabar ma, mama dulu juga ngidam yang aneh waktu mengandung Hendri. Jadi nikmati saja lah jika cucumu berulah lagi." ucap papa wirawan serta tertawa.


**

__ADS_1


Mas..bangun mas." Ara menggoyangkan tubuh Hendri.


Mas bangun. Ara laper mas" Ucapnya ditelinga hendri tapi Hendri tetap terlelap dalam tidurnya. Ara menggoyang tubuh hendri dengan sedikit kencang membuat Hendri menggeliat bergumam.


"Kenapa sayang?" tanya nya dengan mata yan masih terpejam.


"Mas Ara laper".


"Kamu mau makan apa?" tanya nya lagi dengan suara berat dan masih dengan mata terpejam.


"Ara mau jagung bakar yang ada dipuncak mas."


"Iya, tapi ini masih malam yang.mas juga capek banget. Besok aja yah!. Ya udah tidur lagi sini." ucap Hendri sambil memeluk Ara.


Hendri kondisi tubuhnya sangat lelah karena ia seharian ini dirumah sakit karena banyak pasien yang harus ditangani. ditambah lagi mengikuti ngidam istrinya.


Hiks...hiks... terdengar isakan tangis Ara, ia menangis karena keinginannya tidak dituruti. Hendri yang samar samar mendengar suara tangis mencoba membuka mata namun sangat berat. ia tahu istrinya menangis, tapi ia biarkan saja. Ia beranggapan kalau Ara akan sedih sebentar dan nanti akan baik kembali. Ia mengeratkan pelukannya hingga kembali terlelap.


"Sayang. sabar ya nak. Tunggu sampai besok ya. Papa mu sangat lelah, jangan susahin papa ya sayang. Kasihan papa." Gumam Ara sambil mengelus perutnya.


"Gue kenapa sih. Gini aja mewek. cengeng banget sih gue.Kasihan kan mas Hendri yang selalu menuruti keinginan gue. Maaf ya mas." ucapnya dalam hati.


"Aww..Ya Allah perut gue sakit banget." Ara mengeluh sakit dibagian bawah perutnya. Ia masih menahan rasa sakitnya tanpa membangun Hendri karena ia pikir akan hilang sendiri rasa sakitnya.


"Ya Allah kenapa bertambah sakit?".


Hendri terusik karena Ara yang gelisah dalam pelukannya.


"Sayang. kamu kenapa?" tanya nya kaget melihat Ara memegang perutnya kesakitan. Wajahnya juga pucat dan keringat dingin bercucuran membasahi wajah Ara.


"Sakit banget mas." Ucap Ara lirih.


.


.


.


🌹


jangan lupa tinggalkan jejak ya🥰🥰

__ADS_1


like, coment dan vote nya ya 🥰🥰


__ADS_2