
Sudah dua bulan setelah kepulangan Ara dan Hendri dari Korea. Ara saat ini sedang berada dirumah Azka abangnya karena sabilah memintanya datang.
"Kok belum lahiran sih kak?" Ara mencoba membiasakan diri memanggil sabilah dengan sebutan kakak. Ia merasa tidak sopan memanggil kakak ipar nya dengan sebutan lho seperti biasa.
"Gak tahu. Betah banget ni anak Abang lho didalam perut gue." ucapnya tertawa garing.
"Apa belum ada tanda tanda gitu?" tanya Ara penasaran. Karena ia tahu sabilah sudah sampai bulannya.
"Tanda sih gak ada Ra, cuma tadi malam perut ku sedikit kram.Ku pikir mau melahirkan , tapi kram nya hilang gitu aja. Ya kurasa hanya kram biasa.
"Coba periksa aja deh baiknya. Soalnya akan sudah bulannya. Ara menyarankan.
"Benar juga sih. Temenin aku periksa yok. Nanti kabari Abang aja buat nyusul."
"Ayok. Tapi gue makan dulu yah, laper". Ucapnya dengan menggosokkan tangannya diperut.
"Perasaan dia barusan makan deh. Laper lagi katanya!. guammnya dalam hati heran.
Memang dalam beberapa minggu ini Ara sangat suka makan dan ngemil. Perutnya selalu merasa lapar, padahal baru saja ia makan dengan banyak,tapi tak lama ia merasa lapar lagi.
***
Saat ini Sabilah dan Ara sudah berada dirumah sakit. Mereka sedang menunggu nomer antrian di poly obsgyin. Azka nanti akan menyusul setelah menyelesaikan pekerjaannya. Jadilah sabilah hanya ditemani oleh Ara.
Nomer sabilah pun dipanggil, dan saat ini Sabilah disuruh berbaring dibrankar untuk diperiksa. Perawat memberikan gel diperut nya dan dokter menggerak gerakkan alat USG diperutnya.
Dokter Mia mengeluarkan nafas kasar melihat hasil USG nya dilayar. Sabilah melihat raut wajah dokter Mia berubah membuatnya merasa takut.
"Bagaimana dok?". Tanya nya penasaran.
__ADS_1
"Maaf buk, kandungan ibu sedang tidak baik baik saja saat ini. Ketuban ibu sudah hampir mengering. Ibu harus segera dioperasi secepatnya."
Jedarrr...
Jantung sabilah dan Ara terasa hendak putus mendengar pernyataan dokter.
"Kapan dok?" tanya Ara dan sabilah bersamaan
"Malam ini juga buk, karena tidak bisa menjamin keselamatan bayi jika tidak segera."
Ara merasa lemas mendengar nya. Sabilah seketika pucat, tulangnya serasa lembek, sehingga tak mampu untuknya bangkit dan bergerak.
"Makasih ya dok. Kami akan pulang dulu memberi tahu keluarga kami." Ucap Ara
"Sebaiknya langsung saja urus pendaftarannya Bu. Ibu sabilah bisa berpuasa mulai sekarang.
"Gue takut Ra". ucapnya dengan suara bergetar.
"Sebaiknya kamu tenang ya bil. Semuanya akan baik-baik saja insyaallah. Banyak kan yang lahiran sesar gak papa tu. bahkan mereka lebih memilih sesar dibanding normal karena tidak mau merasakan sakit." Ara memberi semangat.
"Gue memang tidak takut sesar nya ra. Tapi gue takut anak gue kenapa Napa. Lho tadi kan dengar apa yan dikatakan dokter Mia. Ketuban gue sudah kering, bayi gue terancam Ra." jawab nya menangis.
"insyaallah gak akan terjadi apa apa Ra. Serahkan semua nya pada Allah." nasihat Ara sambil mengelus lengan sabilah.
Sabilah menghubungi suaminya azka.
"Assalamualaikum bang." ucapnya dengan bibir bergetar.
"Waalaikumsalam sayang." Azka merasa ada sesuatu yang terjadi saat mendengar suara istrinya bergetar ketakutan. "Ada apa yang? Kamu baik baik saja kan?" tanya nya cemas.
__ADS_1
Sabilah memberitahu semua yang dikatakan dokter mia. Membuat Azka lemas seketika. Ia langsung menyusul istri dan adiknya di rumah sakit.
Azka langsung memasuki ruang rawat dimana sabilah dan Ara saat ini.
"Sayang". Nafasnya memburu saat memasuki kamar karena berlari.
"Abang".
"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Azka memeluk sabilah.
"Bilah gak papa bang."
"Sebaiknya Abang tenang, sabilah yang mau dioperasi aja santai Abang pula yang parno." Ara menimpali. "Abang harus menguatkan dan memberi semangat sabilah agar ia lebih tenang bang. Bukannya membuat ia tambah khawatir." Saran Ara bijak.
"he'em.." Azka hanya menjawab dengan deheman.
Tak berapa lama perawat datang untuk membawa Ara keruang operasi. Azka dengan siaga menemani istrinya diruang operasi. Ia terus membawa istrinya bercerita saat operasi berlangsung agar istrinya tidak takut dan tegang. Terdengar suara tangisan bayi membuat Azka meneteskan air mata. Ia sangat bahagia anaknya terlahir dengan selamat kedunia.
"Terima kasih sayang". ucapnya dengan menghujani sabilah dengan kecupan diseluruh wajah nya. "Terima kasih". Ucapnya lagi.
Azka mengadzani putrinya sebelum dibawa ke NICU. Sebelum perawat membawa bayi nya ia sempatkan untuk memfoto bayi kecilnya dengan sabilah dan memposting di sosmed nya dengan caption Welcome to My Princess.
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya kakak 🥰🥰🥰
__ADS_1