Dokter Tampan, Sarangheo

Dokter Tampan, Sarangheo
72


__ADS_3

POV HENDRI


**


Istriku Ara kandungannya sudah masuk sembilan bulan dan tinggal menunggu hari lahir.Menurut dokter HPL nya sekitar dua Minggu lagi. Dan bisa saja lebih awal atau lebih lambat dari perkiraan.


Dan saat ini dirumah kami kedatangan Abang iparku Azka dan istrinya sabilah dan juga putri kecil mereka azqila. Dia sangat menggemaskan.


"Anak lho ya bang. Keterlaluan banget. kalau aja sama Abang atau mas Hendri langsung nempel. Tau aja sama orang ganteng." Gerutu Ara yang kesal karena tidak mau digendong Ara Mala minta aku yang gendong.


Tawa kami pecah melihat kekesalan Ara dan kelucuan gadis kecil ini.


"Sayang. Qila masih kecil lho. Jangan dicemburuin." Ucapku menenangkan.


"Tau ah kesal". sungut nya lagi.


Ara sedang berjalan jalan di sekitar komplek bersama mama dan sabilah.Sementara kami para pria sedang asyik mengobrol masalah kerjaan,bisnis dan persiapan menjadi papa baru. Papa dan bang Azka memberi banyak saran dan wejangan untuk saya.


Sedang asyik nya bercerita tiba tiba mama dan sabilah berlari sambil menangis datang menghampiri kami. Perasaan ku menjadi tidak baik.


"Dimana Ara istriku? kenapa dia tidak bersama mama dan sabilah?" Ucapku dalam hati.


"Ada apa ma? Mana Ara?" Saya bertanya tidak mau menduga duga.


"A..a..Ara." Ucap mama terbata sekaligus air mata keluar terjatuh.


"Ada apa dengan Ara ma? Bil?. Tanya ku dengan suara meninggi. Saya benar benar kalut saat ini.


Papa dan bang Azka juga bertanya pada mama dan bilah. Namun mereka masih sulit untuk bicara.


"Ma?" Tanya ku sekali lagi.


"A..a..Ara diculik." Jawab mama disertai tangis


Jedar...


Tubuhku langsung gemetar mendengarnya.Kaki ku rasanya tak sanggup untuk berpijak, jantungku serasa hendak pecah.Raga ini bagaikan keluar dari jasadnya.Nafasku tercekat hingga tak bisa untuk berkata.


"Ma. Apa yang kau katakan?". Papa bertanya memastikan.


"Sayang. Adikku?". Tanya Azka lirih. Saya tahu bang Azka juga merasakan hal yang sama sepertiku.

__ADS_1


"Ta..tadi sewaktu kami ja..jalan, a..ada sebuah mobil berhenti tepat didepan kami, dan me..me..mereka keluar dan menarik Ara masuk kemobilnya." jelas sabilah sambil terisak.


Saya mencoba menelpon Ara, panggilannya tersambung tapi tidak diangkat. Saya menggusar rambut dengan kasar, tidak tau jalan apa yang harus saya ambil.


"Apa kalian lihat plat mobilnya?". tanya papa.


"iya. ini om". sabilah memberikan ponselnya. Ia tadi sempat mengambil foto belakang mobil saat melaju.


"Baiklah. Papa akan menyuruh orang orang papa untuk melacak dimana keberadaan mobil ini."


Papa langsung menelpon orangnya dan memberikan nomor plat mobil yang membawa Ara.


"Kamu mau kemana Hendri?" Tanya papa yang melihat ku ingin beranjak pergi.


"Aku mau cari Ara pa.Aku gak bisa diam aja disini."


"Kamu mau cari kemana? jangan gegabah Hen. Sabarlah sebentar, orang papa sedang melacaknya. Kita pasti akan menyelamatkan Ara."


Bagaimana saya bisa tenang disaat istri dan anak anak ku dalam bahaya.Saya mondar mandir dengan gelisah menunggu kabar dari orang suruhan papa.


"Ya Allah. Selamatkan istri dan anak anak ku ya Allah". Ucapku lemas.


Tring..tring..Suara ponsel papa berdering.Saya sangat berharap mendapatkan kabar baik.


"Halo pak bos. Kami berhasil melacak mobil itu.Mobil itu berjalan ke arah selatan dan melewati jalan tol. Tapi titik nya berhenti disitu bos. Mereka pasti mengganti kendaraan hingga kita tidak bisa melacaknya bos."


Seketika aku terkulai lemas.Kakiku tak sanggup lagi bertopang.Saya sangat frustasi mendengarnya.Kemana harus mencari. Saya bertekad hendak pergi kearah yang diberi tahu orang papa tadi, siapa tahu nanti ada petunjuk disana. Baru saja saya hendak beranjak sebuah panggilan masuk ke ponselku.


Saya melihat ada nama istriku memanggil.


"Ma. Pa. Ara menelpon." Ucapku sambil menekan tombol hijau.


"Halo sayang.Kamu dimana?" tanya ku tapi tidak ada jawaban dan kemudian terdengar percakapan Ara dengan seseorang.


"Hey tuan. Katamu tadi gak akan ada yang mendengar teriakan gue. Apa ini dihutan? Masa dihutan ada rumah sebesar ini? gak mungkin. Kalian pasti ingin mengecohkan ku saja kan?" Tanya Ara.


""Pa. mungkin Ara memberi petunjuk." ucapku sedikit merasa lega mendengar suara istriku.


"Hey nona.Ini bukan dihutan. Ini adalah istana bos kami.Letaknya sangat jauh dari kota dan pemukiman warga. Jadi kamu gak akan ada yang nolongin."


"Kalau begitu beri tahu gue dimana ini?Apa tempatnya indah? Apa kalian mau bawa gue jalan jalan melihatnya?".

__ADS_1


"Sudahlah.kamu jangan banyak bicara. Simpan tenaga mu saat bos kami nanti datang. Kemungkinan kamu gak akan bisa ketemu lagi dengan keluargamu alias ko it."


Nafasku tercekat mendengar ucapan pria pria yang menyekap istriku. Kami tidak mendapatkan alamatnya. Bagaimana saya menemukan Ara?.


Ponselku dan Ara masih tersambung sehingga kami masih dapat mendengar disana. Tiba tiba terdengar suara derit pintu. Mungkin ada yang masuk atau pun keluar.


"M..Mb..mbak Vivi." Ucap Ara terbata.


Deg...


"Vivi?" Ucap kami kompak.


Saya langsung paham. Keluarga Vivi mempunyai sebuah vila di daerah X yang memang sangat jauh dari pemukiman warga dan juga kota. Tanpa berlama lama saya langsung berlari menuju mobil dan diikuti oleh papa dan bang Azka.


"Kamu tahu tempatnya Hen?" tanya bang Azka.


"Tau bang."


Saya melaju dengan kecepatan tinggi agar bisa segera sampai ditempat tujuan.Hingga kami pun sampai disebuah vila mewah. Kami bergegas masuk dan mencari keberadaan Ara.Tiap kamar kami buka dan periksa tapi tidak menemukan Ara. Dan kini tinggal satu kamar, saat dibuka Kami juga tidak menemukan Ara. Cuma terlihat dua orang pria yang sedang tertidur.


"Ara..Sayang." Panggilku mencari disetiap sudut dan kamar mandi. Ada bekas tali dikursi ini, mungkin tali ini yang mengikat Ara. Saya juga menemukan ponsel Ara tergeletak dilantai.


"Ara.." teriakku. Saya menggusar rambut dengan kasar. "Dimana istriku ya Allah." Ucapku lirih.


Tring..tring.. Ponselku berdering dan nama Vivi yang muncul. saya mengangkat nya dan tanpa basa basi mendesaknya bertanya.


"Dimana istri saya?" Tanyaku berteriak.


"Hendri. kamu cepat kerumah sakit X. Ara sekarang berada dirumah sakit.


deg...


.


.


.


🌹


jangan lupa beri hadiah ya🥰

__ADS_1


jangan lupa like,coment dan vote nya ya kak 🥰🥰


__ADS_2