
Setelah selesai sholat isya, Ara melajutkan dengan sholat istikharah untuk memohon petunjuk, jalan apa yang akan ia ambil.dia harus menerima Hendri atau tidak.
"Ya Allah ya Rahman ya rahim...engkau yang maha pemilik hati dan maha membolak balas kan nya. berikan lah jalan mu ya Rabb...siapa yang akan hamba pilih."ucap nya dalam doa.
Selesai sholat dan berdoa,Ara melepaskan mukenah nya dan berjalan menuju tempat tidur hendak merebahkan tubuh nya,dan ia pun terlelap tidur.
Ara menangis tersedu sedu di tempat yang sunyi,dia tidak tahu kenapa ia bisa berada disini, ia mencoba memanggil Abang nya namun abangnya berlari meninggalkannya.
"bang...tunggu..kok Ara ditinggalin sih,Ara takut sendiri, ibu...bapak..." teriaknya takut dan menangis.
"Ara,," ucap seseorang memberikan tisu padanya, Ara menoleh kearah suara itu,ia melihat seorang pria tampan berada didepannya mengulurkan tisu, segera ia mengambil tisu itu dan mengusap air matanya.
"jangan takut Ra,, aku akan menemanimu,aku bersamamu dan akan selalu bersama mu" ucapnya tersenyum.
__ADS_1
Ara langsung tersadar dari mimpinya, jantungnya berdegup kencang,ia melirik jam diatas nakas nya ternyata masih menunjukkan angka tiga. segera ia bangun dan melangkah kekamar mandi untuk bersih bersih, tak butuh waktu lama ia keluar dari kamar mandi setelah berwudhu.
Ia menggelar sajadah nya dan akan melaksanakan sholat tahajud,ia memulai sholat nya dengan takbiratul ihram hingga selesai.
ia mengadahkan tangannya berdoa,
"ya Allah..inikah petunjuk yang kau beri? hamba akan terima dengan ikhlas ya Allah,mudahkanlah ya Allah,mudahkanlah jalannya,hindari kami dari kezoliman orang orang yang ingin menzolimi kami.
S koeperti biasa,setelah selesai dengan sholat malam nya, Ara membaca Alqur'an sembari menunggu masuk waktu subuh.
Disisi lain seorang pria juga sedang melaksanakan sholat malam dikamar nya,ia menengadahkan tangannya berdoa.
"Ya Allah..hamba tidak akan lagi meminta Ara sebagai jodoh hamba, hamba hanya mohon yang terbaik untuk hamba, engkau maha mengetahui ya Allah, engkau tahu apa yang terbaik buat hamba.jika dia yang terbaik buat hamba maka mudahkanlah jalan hamba untuk bisa bersamanya. jika tidak, maka mudahkanlah hamba untuk bisa melupakannya.
__ADS_1
Saat Hendi sholat ada sepasang mata memperhatikannya, ia adalah Vivi, Vivi tersadar dari tidurnya karena kebelet ingin buang air kecil, dilihat nya Hendri tidak ada disebelah nya, segera ia tuntaskan hajatnya di kamar mandi, saat ia keluar perhatiannya teralihkan melihat Hendri yang sedang sholat dalam suasana kamar yang gelap.
Dia memperhatikan nya hingga Hendri selesai sholat, dan berdoa.ia mendengar doa yang dipanjatkan Ridwan pada sang khalik.
Ada rasa sedih dan iri dihati mendengar Hendri yang selalu memanjatkan doa untuk wanita yang dicintainya.tapi ia menepis rasa itu sebisa mungkin.
"*Y*a tuhan,, aku memang tidak pernah bersujud dihadapan mu,tapi kali ini aku mohon padamu kabulkan lah doa Hendri" ucapnya dalam hati dan segera ia kembali ketempat tidur dan berbaring kembali melanjutkan tidur nya.
Ya Vivi memang tidak pernah melaksanakan kewajibannya sebagai muslimah, sebelum menikah dengan Hendri dia memeluk agama Budha,dia dan keluarganya keturunan Tionghoa, sama seperti hendri, tapi Hendri seorang muslim,karena kakeknya dulu masuk Islam dengan menikahi nenek nya. dan keluarga Ridwan cukup agamis, mereka taat dengan agama mereka.
Saat hendak menikah Vivi juga masuk Islam kala menikah dengan Hendri, tapi dia tidak pernah melaksanakan kewajibannya sebagai muslimah.berkali kali Ridwan mencoba menuntun nya untuk menjadi muslimah sesungguhnya. tapi nihil.
.
__ADS_1
🌹🌹
jangan lupa tinggalkan jejak ya kakak🥰🥰😊😊