
Hari berganti hari dan Minggu berganti Minggu,tanpa terasa sudah satu bulan Ara bekerja dirumah sakit keluarga dokter Hendri,Ara tetap berusaha untuk mendapatkan hati seorang dokter tampan yang sudah mencuri hati nya. Ia merasa sesak saat mendengar desas desus bahwa dokter Hendri sudah mempunyai istri,bahkan dia pernah melihat saat berpapasan dengan istri dokter Hendri. Vivi istri dokter Hendri memang tidak bertugas di rumah sakit keluarga Hendri. Dia lebih memilih bertugas di rumah sakit besar tempat dia bekerja sebelum dia menikah dengan Hendri,itu sebab nya Ara tidak tahu kalau Hendri sudah beristri.
"Dokter tampan!" panggil Ara.
"Dokter mau pulang? bisa bicara sebentar sama dokter?" pinta Ara
"Ya" jawab Hendri yang setuju Ara ajak bicara
Saat ini mereka berada di taman rumah sakit, sudah 10 menit lamanya kedua nya masih terdiam tanpa ada yang memulai pembicaraan hingga Ara menarik nafas panjang untuk berbicara.
"hufffffff...a..apa benar dokter sudah menikah?" tanya Ara gugup
walau hanya anggukan yan diberi Hendri tapi membuat hati Ara hancur dan jatuh bak dasar jurang yang membuat sakit yang tak bisa tertahankan.
"Maafin Ara dok, sebelum nya Ara gak tau kalau dokter sudah mempunyai istri,ini yang terakhir kali nya Ara ganggu dokter". Bersamaan itu juga air mata jatuh membasahi pipi Ara.
"Dan Ara juga mau bilang kalo Ara sebenarnya cinta sama dokter sejak pertama kali bertemu,itu karena Ara gak tau kalo dokter sudah menikah, tapi ara janji dok,Ara gak akan ganggu dokter lagi,ini terakhir kali Ara berhadapan dengan dokter,sekali lagi maafin Ara dok, permisi assalamualaikum"!! ucap Ara berurai air mata dan bergegas pergi meninggalkan Hendri
Hendri merasa bahagia saat Ara mengungkapkan rasa cinta nya,bersama dengan itu juga hati nya hancur saat Ara mengucapkan ini yang terakhir kali mereka bertemu.
__ADS_1
"Ra, pliss jangan berhenti mencintaiku Ra,tetaplah didekat ku Ra,bebalik Ra,lihat aku Ra berbalik!" gumam Ridwan dalam hati menatap kepergian Ara yang semakin menjauh,tanpa terasa air mata pun luluh membasahi pipi Hendri.
***
Sesampai nya di rumah Azka heran melihat Ara menangis sambil berlari menuju kamar nya.Terdengar suara pintu dibanting dari dalam.
"Ra...kamu kenapa? buka pintu nya Ra,"
"Ara pengen sendiri bang". Sahut Ara dari dalam masih dengan terisak menangis.Hati Azka juga terasa sakit dan terkoyak mendengar Isak tangis sang adik yang begitu pilu.Ia segera pergi meninggalkan adik dan membiarkan nya menenangkan diri dulu, baru besok dia ajak bicara.
Sudah berjam jam Ara menangis,suara nya pun hilang karena serak,mata merah dan bengkak,semakin lama tangis nya semakin mereda dan tertidur dengan terisak.
***
"Dek, kamu mau cerita sama Abang? apa yang terjadi?" tanya Azka lembut sambil mengusap kepala Ara dibalik mukenahnya.
Ara langsung memeluk abangnya dan kembali air mata itu jatuh tanpa diminta.
"Bang..te..ter..ternyata dia sudah menikah" ucapnya terbata
__ADS_1
Azka sudah bisa menebak siapa yang dimaksud Ara.
"Ssshhhttt....sudah,jangan difikirkan,kamu harus buang perasaan kamu ke dia." Ucap Azka menenangkan.
****
Di lain sisi Hendri menunggu Ara yang belum juga terlihat di rumah sakit nya. Bahkan sudah seminggu ini dia tidak melihat Ara. Hendri merasa sangat kehilangan saat tidak bisa melihat Ara,senyumnya,tawanya,tingkahnya,selalu terbayang di benak Hendri. Seolah separuh jiwa nya entah terbang kemana. Dia tidak lagi bisa fokus pada pekerjaannya,melamun berkepanjangan,bahkan terkadang air mata nya tumpah tanpa permisi. Hal itu tidak luput dari perhatian papa nya Wirawan.
"Kamu kenapa Hen?" tanya papa wirawan pada putranya. Hendri tidak memperdulikan pertanyaan papa nya bahkan menoleh pun tidak.
"Siapa wanita itu?kamu mencintai nya?" tanya nya lagi membuat Hendri langsung menoleh.
.
.
.
🌹🌹
__ADS_1
mohon dukungan nya ya readers 🥰🥰🥰🥰🥰