
Tiga tahun kemudian
"Oma..Oma...Oma..." teriak Dalfa dan Dalfi. Kini usia mereka sudah tiga tahun. Bayi kembar yang dulunya masih digendong gendong kini sudah bisa berlari dan berteriak.
"Dalfa Dalfi jangan lari lari sayang." Ara melerai putra putranya berlarian. Ia takut jika mereka terjatuh.
"Oma.." ucap mereka kompak memeluk mama Indri yang baru datang kerumah mereka.
"Oh cucu cucu Oma". mama Indri bertekuk menyamakan tinggi nya dengan sikembar. "Oma kangen kalian" Sambung mama Indri memeluk Dalfa dan Dalfi.
"Dalfa Dalfi kangen gak sama Oma?"
"Gak". Jawab mereka kompak.
Mama Indri membulatkan matanya mendengar cucu cucunya.
"Ana obian na Oma" ucap mereka dengan cadel. Mama Indri yang mengerti apa yang mereka inginkan langsung memberikan paperbag yang berisi mobil mobilan. Mereka menagih janji Omanya karena sebelum kerumah Ara mama Indri sempat menelpon akan membelikan mobi mobilan.
"Kalian ini. gak kangen dengan Omanya. Tapi mainan cepet banget ditagih." Ucap mama Indri tertawa. Setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka pergi meninggalkan mamanya dan Oma nya yang ditemani kakak asuh nya.
"Bagaimana keadaan cucu Oma?" tanya mama Indri mengelus perut Ara yang membuncit.Ara saat ini sedang hamil anak ketiga nya.dan usia kandungannya sudah lima bulan.
"Alhamdulillah baik ma". Jawab Ara tersenyum.
"Gimana? Jadi mau cek kandungan?"
"Iya mah. Ara siap siap dulu yah ma. Sikembar juga mau ikut.Katanya mau lihat papa nya kerja.
"Oke mama rebahan dulu deh,sebelum para cucu ngerecoki."
__ADS_1
Ara beranjak meninggalkan mama Indri dan bersiap mengganti pakaian. Ia memakai gamis polos warna pulm polos dan jilbab bermotif bunga bunga. Ara terlihat sangat anggun dan syar'i. Selesai berganti pakaian ia mengganti pakaian sikembar.
"Omaa..ayo.Afa afi awu iyat papa elja". Ucap Dalfa dengan suara cadelnya.
"Ayo sayang.Lets go." Jawab mama dengan semangat.Mereka pergi dengan diantar oleh sopir pribadi papa wirawan.Suasana dalam mobil sangat riuh oleh celotehan Dalfa dan Dalfi. Sekitar tiga puluh menit mereka sudah sampai di RS.Medika.
"Ma. Da ampai.Ayo Ulun ." Dalfi menarik Ara dengan tidak sabar.
"Sabar sayang. Biar Oma turun duluan." Mama Indri turun duluan barulah ia menurunkan cucu cucunya. Dalfa dan Dalfi langsung berlari menuju ruangan Hendri. Mereka sudah tahu dimana letak ruang kerja Hendri karena mereka sudah beberapa kali datang kesini. Mama Indri menyusul sikembar dengan berlari kecil.sedangkan Ara hanya berjalan santai.
"Haduhh...Anak anak ini. Bener bener deh.Gak bisa diam."
"Dalfa Dalfi..tungguin Oma.Bisa keseleo ni punggung Oma."
Ara sampai didepan pintu ruangan Hendri.Ia tidak masuk tetapi melihat nama yang tertulis dipintu itu. dr.Hendri wirawan Sp.PD FPCP. Ia tersenyum kala teringat diruangan ini ia bertemu cinta pandangan pertamanya dan sekarang menjadi suaminya.
"Ara lihat nama ini mas. Jadi keingat saat pertama ketemu sama mas." Ucap Ara tersenyum simpul.
"Iya ya.gadis yang berani nembak dokter tampan."kekeh Hendri mengingat Ara menyatakan cinta dengannya.
"Ihhh..mas." Ara mencubit pelan perut Hendri. "Jangan gitu mas.Ara kan malu mengingat itu. Tapi kok bisa ya Ara nembak mas.Malu maluin banget kalo teringat sekarang."
"kenapa malu.Justru karena keberanian kamu mas jadi bisa merasakan cinta dan dicintai. Mas mendapatkan bidadari secantik kamu dan dua orang pangeran yang sangat tampan dan pintar.Dan sebentar lagi baby boy juga akan lahir" Ucap Hendri mengelus perut Ara. Ya hasil USG nya menjelaskan bahwa anak ketiga mereka berjenis kelamin laki laki.
Hendri menangkap wajah ara. "Makasih sayang." Dia mengecup kening Ara dengan lembut dan mengecup bibir Ara secara kilat.
"Ehm...Kalian ini bener bener yah.Gak liat tempat jika bermesraan." Ucap mama Indri kesal melihat adegan live pasutri didepannya ini.
~TAMAT~
__ADS_1
*
Kisah sabilah dan Azka. Mereka memiliki sepasang anak putri dan putra. Putra kedua mereka saat ini berusia dua tahun sedangkan kakaknya Azqila berusia empat tahun.Azqila sangat sayang dengan adiknya.Kika saja ada yang ganggu adiknya maka siap saja akan kena amukannya.
*
Kisah Vivi juga berakhir bahagia. Kini ia sudah menemukan pria yang menjadi tambatan hatinya. Mereka sudah menikah sekitar tiga bulan lalu. Walaupun Vivi tidak akan bisa memberikan keturunan tapi ia menerima kekurangan Vivi.
Bagi yang nunggu kisahnya Alvian. Bisa baca kelanjutan kisah nya berjudul Bukan Istri yang Diinginkan.
Dengan cover di Awah ini yah🥰🥰
happy reading🥰🥰
v
visual Hendri si dokter tampan
visualnya Ara.
visualnya Dalfa dan Dalfi.
__ADS_1