Dokter Tampan, Sarangheo

Dokter Tampan, Sarangheo
37


__ADS_3

"Sayang,mungkin akan sakit, tapi hanya sebentar, kamu tahan ya".


Ara hanya mengangguk karena ia yg tidak sanggup untuk bicara.


Hendri langsung mengarahkan senjatanya kemilik ara. Merasakan ada sesuatu yang memasukinya Ara meremas bahu Hendri. Ia merasakan sakit yang amat.


"Sakit banget ya? aku akan berhenti jika kamu mau." Ucap Hendri yang merasa tidak tega melihat Ara kesakitan.


" tidak Hendri, teruskanlah" ucap Ara,dia merasa ini memang sudah kewajibannya,jadi apa pun itu akan ia terima walau sakit.


Senyum terbit dibibir Hendri saat mendengar ara menyebut namanya.Ia kembali menautkan bibirnya dengan Ara,membuat Ara rileks dan sedikit terlena dan melupakan rasa sakitnya.


Saat Ara sudah sangat rileks Hendri kembali menghentakkan senjatanya hingga robeklah pertahanan Ara.


Ara mencakar pundak Hendri saat senjata Hendri kembali menghujam nya. Air mata meleleh membasahi pipi Ara.


"Maaf sayang". Ucap Hendri sambil menyeka air mata Ara.


Merasa Ara sudah rileks Hendri menggerakkan maju mundur pinggulnya membuat Ara mengeluarkan suara yang begitu indah dan sexy menurut Hendri.


akh..


Pergulatan panas itu berlangsung satu jam lamanya hingga sampailah saat Hendri pelepasan dan menyemburkan benih nya dalam rahim Ara.


Tidak cukup sampai disitu Hendri terus mengulanginya lagi dan lagi. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah tiga dini hari,entah berapa ronde mereka lakukan sekarang.


Hendri menggulingkan badannya disamping Ara,ia menarik Ara kedalam pelukannya.


"Terima kasih sayang. ILove You" ucapnya dan mencium kening Ara dengan lembut.


Ara tidak bisa menjawab lagi karena merasa sangat lelah, ia memejamkan matanya dan langsung tidur dalam pelukan Hendri.


**


"Sayang.. bangun..sudah waktunya subuh ni"


"hmm.."


Mendengar suara lembut yang membangunkannya Ara mengucek ngucek matanya agar pengelihatannya jelas.


"he.." kagetnya melihat Hendri ada didepannya. setelah kesadarnnya penuh baru ia sadar kalau saat ini ia sudah menikah.


"Bangun yuk!" Ucap Hendri mengelus rambut Ara.


"he'ee...kamu duluan aja" ucap Ara

__ADS_1


"Bareng aja yuk, biar cepet"


"Hak mau, malu ah"


"Kenapa malu? aku uda liat semuanya lho. Bahkan merasakannya". Ucapnya enteng.


Mendengar perkataan Hendri membuat Ara malu, pipinya merah membayangkan adegan semalam.


"Iiihhhh....resek ah, nyebelin". Ucapnya langsung menarik selimut menutupi kepalanya.


"hahaha.....iya iya aku duluan deh" ucap Hendri tertawa melihat tingkah Ara istrinya.


Tak berapa lama Hendri telah selesai ritual mandi nya.


"Sekarang giliran kamu sayang". Ucap Hendri.


Ara beranjak turun dari tempat tidur tapi, "aakh.." dia merasakan sakit dibawah inti nya,rasanya sangat aneh.


"Kenapa sayang". Khawatir Hendri mendengar Ara seperti kesakitan.


"Sakit banget dibawah"


"Ya udah aku gendong ya" ucap Hendri yang langsung menggendong ara. Sementara Ara dikamar mandi Hendri merapikan tempat tidur, terlihat ada noda darah membasahi seprei membuat Hendri menyunggingkan senyumnya. Ia bahagia sekali menjadi yang pertama buat Ara.


Kini mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah, selesai sholat mereka berbincang bincang sedikit hingga adegan semalam terulang kembali, bahkan gak cukup satu ronde Untuk pagi ini.


"Ehh..gak boleh nolak tau kalo diajak suami bercinta".


"Iya liat waktu juga kale, jadi suami kok gak pengertian banget kalo aku capek." Keluh nya


"Habisnya kamu bikin candu sih.sekali lagi ya!" pinta Hendri.


"Tapi aku laper dokter...dokter mau aku mati kelaparan karena menuruti nafsu dokter?"


"Jangan ngomong kek gitu.pamali".


"Habis dokter ngeselin sih."


"Sayang..jangan panggil aku dokter dong.aku ini suami kamu lho!"


"Trus Ara panggil apa? "


"Terserah.. sayang,honey,Beib gitu. Terserah asal jangan dokter. Ingat aku ini suami kamu."


"hmm...kalo gitu mas aja gak papa kan?"

__ADS_1


"Kedengarannya gak buruk."


"Oke sekarang Ara panggil mas". Jawabnya dengan senyum yang begitu cantik membuat Hendri menarik pipinya gemes.


"Gemesin banget.Istri siapa sih ini.." ucapnya sambil menarik pipi Ara gemes. "ya udah kita turun makan yuk" ajak Hendri.


"Tapi Ara gak bisa jalan mas, ini semua karena mas." Jawab Ara kesal.


"hehe..ya udah, mas beliin aja makanannya ya." Ucapnya sambil mengacak rambut Ara dan langsung pergi membeli makanan karena tak mau istri tercintanya kelaparan.


"hmm..benar kata bilah, gue gak bakal bisa jalan digempur Dogan". Gumamnya dalam hati dan mengingat ucapan sabilah waktu itu.


**


Ara makan disuapi oleh Hendri, itu membuat Ara sangat bahagia.


Saat sedang makan ponsel Ara berdering menandakan ada pesan masuk.terlihat nama sabilah dikontak telefon.


"Hai aunty,,aku akan segera hadir didunia ini". Bunyi pesan sabilah dan foto tespect garis dua. Membuat Ara senang bukan main


"haaaaa.....seriously?" ucapnya senang.


"Ada apa sayang, kamu seneng banget kayaknya." tanya Hendri.


"Ara seneng banget mas,bentar lagi Ara akan jadi aunty. Sabilah hamil." Ucapnya senang dan menunjukkan pesan sabilah pada Hendri.


"Selamat ya sebentar lagi jadi aunty" ucap Hendri yang masih menyuapi Ara. "Dan kamu pengen gak jadi mama seperti bilah?" tanya nya lagi.


"Ya pengenlah. Itu tu impian semua wanita tau mas."


"Bukan semua wanita sayang,tapi semua pasangan suami istri." Ucap Hendri tersenyum mengacak rambut Ara. "makasih ya".


"makasih? untuk?".


"Makasih sudah menjadi istri mas, makasih sudah memberikan harta berharga mu buat mas,dan makasih untuk mau jadi ibu buat anak kita kelak". Ucap Hendei bahagia.


"Apaan sih mas" Ucap Ara memeluk Hendri.


.


.


.


🌹🌹

__ADS_1


mohon tinggalkan jejak ya🙏


like coment dan vote nya ya kak 🥰🥰


__ADS_2