Dokter Tampan, Sarangheo

Dokter Tampan, Sarangheo
41


__ADS_3

Ara menangis karena ternyata ia cuma dikerjain sama Hendri suaminya.ia fikir ia melakukan kesalahan sehingga Hendri mendiaminya. Ia menangis antara sedih dan senang bercampur aduk.


Setelah lama menangis dipelukan Hendri tangis nya terhenti dan Ara tidak bergerak membuat Hendri khawatir.


deg...


"Sayang. kamu tidur?" ucap Hendri merasa heran kenapa Ara tidak bergerak. ia merenggangkan pelukannya untuk melihat Ara. Dia kaget melihat Ara yang tidak bergerak dan wajah nya pucat.


"Sayang...ara..bangun sayang" Hendri menepuk nepuk pipi Ara, dia sangat khawatir melihat keadaan istrinya.


"Ara bangun sayang...maafin mas" ucap nya menangis sambil menepuk pipi Ara tapi Ara masih belum terbangun.


Sekitar tiga puluh menit Ara baru sadar dari pingsan. Ia mengerjapkan matanya karena silau dengan cahaya lampu.


"Sayang..kamu sudah bangun." Hendri bahagia karena sang istri sudah sadar dari pingsan.


"Ara kenapa mas?"


"Tadi kamu pingsan sayang". Hmembelai rambut istrinya dengan lembut.


"Apa yang kamu rasakan sayang? wajahmu sangat pucat,apa ada yang sakit?" tanya Hendri beruntun.


"Ara cuma lemas aja mas,sama kepala Ara sedikit pusing."


"trus apa kamu makan?" tanya Ridwan karena dia meriksa Ara yang kurang asupan.


Ara menggeleng mendapat pertanyaan dari Ridwan.


"Ara jadi gak selera makan karena mikirin mas yang diemin Ara". jawabnya sendu.


"Maafkan mas ya,karena mas kamu sampai begini". Ucapnya dan memeluk Ara. "Sekarang makan ya, biar mas siapin."


Mendengar pengakuan Ara mau makan Hendri langsung kedapur untuk menyiapkan makanan yang sudah dipesannya tadi.

__ADS_1


Hendri menyuapi Ara makan,tapi baru sesuap Ara sudah mual,perutnya seperti ada yang ingin keluar. Segera ia berlari kekamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya. hanya cairan yang keluar karena memang tidak ada makanan yang masuk perut Ara sejak pagi.


"Hendr memijit tengkuk Ara dan menggosok punggung nya, setelah dirasa sudah reda Hendri menggendong Ara dan menurunkan nya ditempat tidur.


"Apa yang kamu rasakan sayang?" tanya Hendri lembut mencium tangan Ara.


"Ara merasa mual mas, badan Ara lemas dan kepala ara pusing."


Hendri tersenyum dan mencium kening Ara dengan lembut.


"Kenapa mas senyum senyum"?.


"Mas merasa bahwa ada yang hidup disini." Ucapnya seraya mengelus perut Ara yang rata.


"Maksud mas?"


"ada Hendri junior disini".


"Belom pasti juga mas, jangan berharap begitu. nanti mas bisa kecewa kalau tidak sesuai keinginana kita."


Ia segera pergi ke mini market didekat komplek rumahnya.Dan membeli alat tes kehamilan beserta susu untuk ibu hamil dan juga beberapa cemilan.


Tak perlu berlama lama Hendri sudah sampai dirumah.


"Coba tes sayang! ucap Hendri dengan menyerahkan tespect nya pada ara.dan Ara pergi kekamar mandi untuk tes urin nya.


"Mas"...Ara menghampiri Hendri dengan senyum mengembang. dia memberikan tespect nya kepada Hendi.


Sontak Hendri memeluk Ara karena mendapatkan kabar yang sangat ia nanti.ia menciumi seluruh muka Ara karena ia sangat bahagia.


"Sayang...mas Akan jadi Ayah". Ucapnya bergetar karena terharu.


"Makasih ya sayang, I love you". Sambungnya memeluk dan mencium kening Ara.

__ADS_1


"i love you too mas". balas Ara memeluk Ridwan erat.


"Tidurlah besok kita akan kerumah sakit untuk periksa kandungan kamu".


**


Pagi nya mereka pergi kerumah sakit untuk memeriksakan kandungan Ara.


"Assalamualaikum ma,pa,"ucap Ridwan dan Ara pada mama dan papa.


"Waalaikumsalam" jawab keduanya kompak.


"Ma, pa, Ridwan ada kabar gembira buat mama papa."


"Kabar apa nak?" tanya sang mama.


"mama dan papa sebentar lagi akan jadi nenek dan kakek". ucap Hendri sambil memegan perut Ara yang masih rata.


keduanya sontak kaget dengan berita yang mereka dapat, senyum bahagia terbit di Bibir mereka.


"Beneran? papa akan jadi kakek?"


Sang mama memegang kedua tangan Ara, seolah ingin mengetahui benarkah kabar bahagia ini.


"Sayang,,kamu hamil nak?" tanya mama sambil memeluk ara. Ara memberi jawaban dengan mengangguk.


"masyaallah... Alhamdulillah ya Allah, sebentar lagi kami akan jadi kakek nenek" ucap mama senang. Begitupum dengan papa, saking senangnya ia pergi keluar ruangan untuk memberi hadiah pada semua staf dirumah sakit untuk hari bahagia ini.


.


.


.🌹🌹

__ADS_1


jangan lupa like coment dan vote nya ya kak 🥰


__ADS_2