
Sudah dua hari ini Ara jadi trending topik dikampus.Berita nya yang jadi pelakor dan hamil hasil pelakor tersebar di seluruh kampus.Entah siapa yang membuat cerita menjatuhkannya ia tidak tahu, semua siswa maupun sisiwi sibuk boerkoar koar menjelekkan nya. Itu membuat ia tidak nyaman untuk berada dikampus.
Pikirannya masih terbayang bayang semua siswi mengejek nya, ia terus kepikiran sampai tidak mod beraktivitas, ia hanya mengurung diri didalam kamar.
Hendri melihat istrinya melamun menghampirinya. "Sayang.kamu kenapa melamun?"
"Eh..tidak mas, Ara cuma lelah saja. Lemes."
"Istirahat gih, besok kan kuliah?" ucap Hendri mengelus rambut panjang Ara.
" Ara boleh pindah kuliah mas?"
"Pindah? kenapa? "
"Ya gak papa sih, cuma merasa jauh aja, capek." jawab nya berbohong sambil menyenderkan kepalanya didada Hendri.
"Apa ada sesuatu yang terjadi dikampus?" tanya Hendri yang curiga terjadi sesuatu dengan Ara.
"Tidak ada mas, Ara cuma merasa lelah aja kalau kampusnya jauh dari rumah kita".
"Ya udah, mas yang akan antar jemput. Jadi kamu gak akan capek harus naik taxy online."
"Ya udah sekarang tidurlah".
**
Paginya Ara kekampus diantar oleh Hendri.ara keluar mobil dengan Hendri yang membukakan pintu untuknya.
"Silahkan my princess" ucapnya membukakan pintu.
Pipi Ara merona mendengar ucapan Hendri, ia keluar dan berterima kasih kepada pangerannya.
"Thanks prince" ucap nya tertawa.
mereka berdua tertawa atas candaan mereka.
"Nanti mas akan jemput ya," ucap Hendri seraya mencium kening Ara.
"iya mas, mas hati hati ya. Assalamualaikum" ucap ara.
"Waalaikumsalam".
Setelah pamitan dengan Hendri Ara memasuki gedung kampus, dan ia segera berjalan kekelas nya karena jam mata kuliah nya akan dimulai. Dan baru saja Ara masuk dan hendak menduduki bangkunya dosen killer sudah datang.
__ADS_1
"Hampir saja kamu terlambat ra.gak tau deh bakal diapain lho sama tu dosen killer". Ucap sabilah lega akhirnya Ara sampai sebelum dosen killer sampai.
"Kumpulkan tugas yang saya kasih kemarin." ucap sang dosen tegas.
"Tugas? tugas apa bil?" tanya Ara heran kenapa ia tidak tahu ada tugas.
"Tugas yang kemaren dikirim digroup kampus. jangan bilang lho gak tau Ra?". Tanya bilah.
"Gue gak tau bil kalo ada tugas. Gue gak ada buka WA dari kemarin". Jawab Ara sambil menggigit bibir bawah nya karena takut.
"Ya Allah Ra. Gimana ini, bisa abis lho sama tu dosen." Sabilah khawatir kalau dosen killer itu akan menghukum Ara.
"Apa ada yang tidak mengumpulkan tugas dari saya?". Tanya Miss Mela dengan mata menatap Ara.
Dengan rasa takut Ara mengangkat tangan nya mengaku kalau ia tidak mengumpulkan tugas.
"S..S..saya Miss. saya tidak tahu kalau ada tugas dari Miss."
"Saya tidak mau dengar alasan apapun.kamu harus diberi hukuman."
"T..ta..tapi Miss."
"Tidak ada tapi tapian.Saya paling tidak suka mahasiswa mahasiswi tidak disiplin."
"Sekarang hukumanku membersihkan seluruh toilet di kampus ini". Ucap Miss Mela memberi hukuman
"Miss..saya mohon jangan hukum Ara membersihkan toilet miss.Ara sedang hamil miss.Kasihan dia kalau harus membersihkan seluruh toilet". Sabilah membela Ara dan meminta keringanan.
"Jika kamu tidak mau Ara mendapatkan hukuman kamu bisa menggantikannya"
"t..tapi Miss". Miss Mela langsung memotong pembicaraan sabilah.
"tidak ada tapi tapian." tegasnya.
Ara membersihkan toilet, baru beberapa toilet yang ia bersihkan. Badannya sudah sangat lelah. Dan perutnya juga terasa kram sedikit. Keringat menetes membanjiri tubuhnya. Hampir saja ia jatuh terduduk karena lemas sabilah sigap membantunya.
"Ara.. udah Ra, jangan terusin. Biarkan saja tu dosen ngamuk". Ucap bilah menuntun Ara keluar toilet.
"Tapi bil..nanti Miss Mela marah ke gue."
"Udah biarin Ra. Ingat lho sedang hamil. Lho gak boleh kecapean."
Baru saja mereka hendak beranjak pergi Miss Mela datang menghampiri mereka.
__ADS_1
"Siapa yang menyuruh berhenti?"
Mereka terperanjat kaget mengetahui Miss Mela datang.
"Miss..tolong jangan hukum Ara. dia lagi hamil Miss." Mohon sabilah yang masih merangkul Ara yang lemah.
"Itu pantas buat pelakor seperti dia, dia pantas mendapatkan hukuman bahkan lebih dari ini karena sudah berani mengganggu rumah tangga orang lain. Menjijikkan. Apa tidak ada pria lain yang bisa kamu dapatkan?"
"Mela.."
saking geram nya sabilah menjerit kan dosennya tanpa embel embel Miss. Dia sangat marah mendengar nya.
"Kenapa? memang benar kan? PELAKOR." Sambungnya mendorong Ara dengan telunjuk nya.
"Stop miss stop." Teriak Ara. Ia tidak kuat dari tadi mendengar Miss Mela menghinanya.
"Saya bukan pelakor miss. Jangan menghina saya seperti itu."
nafasnya memburu karena emosi.
"Trus apa sebutan yang pantas buat wanita perebut suami orang sepertimu ha? ******?".
plak..
Ara refleks menpar Miss Mela saat ia dikatakan ******.
"Kau berani menamparku ******." Ucap Mela dengan wajah merah karena marah.
"Jangankan ditampar. Dibunuh pun kau sangat pantas. Kau tidak pantas menjadi dosen. Pantasnya kau itu jadi monster yang harus dimusnahkan dimuka bumi ini." Sambung sabilah yang juga marah. Ia senang karena Ara berani menamparnya.
Mendengar kata sabilah Mela sangat marah. Ia mendorong sabilah dan Ara membuat Ara terjatuh membentur lantai.
"Ara.."
Sabilah kaget melihat Ara terjatuh, ia khawatir dengan kandungan Ara.
.
.
.
🌹🌹
__ADS_1
mohon dukungannya ya kakak 😊
like coment dan vote nya ya kak 🥰