Dokter Tampan, Sarangheo

Dokter Tampan, Sarangheo
36


__ADS_3

Ara dan Hendri saat ini sangat bahagia dengan pernikahannya. Berbeda dengan seseorang saat ini.


Saat ini Vivi tengah resah dan gelisah memikirkan suaminya yang menikah hari ini. Sedih? sudah pasti. Istri mana yang tak bersedih melihat suaminya menikah lagi.


Dia tidak bisa tidur malam ini, dia begitu gelisah membayangkan suaminya malam ini tidur dengan wanita lain yaitu Ara istrinya.


"Ya tuhan...malam ini mereka bersama? kenapa aku merasa gak rela!" ucapnya lirih.


**


Saat ini Ara dan Hendri sudah berada di hotel x, Ara begitu takjub melihat kamar hotel nya sangat indah. Harum mawar menyeruak di indera penciumannya.


Sepasang angsa putih dari handuk saling berhadapan.Kelopak mawar merah menghiasi tempat tidur,ditambah lilin lilin yang menambah suasana yang romantis.


"Sayang, kita belum sholat isya, sholat dulu yuk!" ajak Hendri.


"I..iya..ucapnya gugup.Bagaimana tidak gugup,ini kali pertama ia satu kamar dengan seorang pria.


"Kamu duluan aja kekamar mandinya" ucap Ara mempersilahkan Hendri duluan bersih bersih.


Hendri pergi dulu kekamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu, tak berapa lama terdengar suara pintu kamar mandi terbuka dan membuat Ara refleks melihat kearah pintu kamar mandi.


Ara melongo dan langsung menundukkan pandangannya karena ia melihat pemandangan didepannya, Hendri keluar hanya menggunakan handuk melilit pinggangnya, sehingga memperlihatkan tubuh atletis nya,perut yang sispex dengan kotak kotak,menambah gagah pria didepan matanya.


"*A*h..ya ampun ni cowok, tampan banget, bikin dada gue sesak aja deh." Gerutunya dalam hati.


Melihat Ara menunduk membuat Hendri mengerutkan dahinya.


"Kenapa?"


"Dokter gak malu apa? keluar bukannya memakai baju". Ucap Ara kesal.


"Kenapa mesti malu,orang gak ada orang kok disini". Jawab Hendri


"Emang dokter pikir Ara bukan orang gitu?"

__ADS_1


"Bukan gitu maksudnya, kamu kan bukan orang lain, tapi istri aku. Kenapa mesti malu dengan istri." Jawab nya enteng.


"Aku ah...Ara mandi dulu" jawabnya dan langsung kekamar mandi.


"Aku tunggu, kita akan jamaah sholat nya" teriak Hendri.


"Iya".


Belum lama Ara memasuki kamar mandi tiba tiba Ara teriak memanggil Hendri.


"Ada apa?". Yanya nya yang sudah memasuki kamar mandi.


"Bisa minta tolong gak? bukain releting bajunya. Ara gak bisa buka." Ucapnya menyodorkan tubuh bagian belakang untuk dibukain resleting nya.


Hendri membuka resleting baju Ara dengan pelan,terbukanya resleting menampakkan tubuh polos Ara bagian belakang,membuat Hendri menelan saliva nya. Nafasnya serasa sesak saat tangan nya tak sengaja menyentuh tubuh lembut Ara.


"Ara,kamu tau gak sih,kamu menggodaku secara tidak langsung saat ini". Ucapnya dalam hati.


Hendri langsung keluar setelah membukakan releting baju ara. Dia takut khilaf sehingga lalai akan sholat mereka.


"Tunggu bentar ya, aku mau ambil whudu lagi." ucap Hendri.


"Lah,tadi emang belom wudhu?"


"Udah, tapi batal karena menyentuhmu sayang."


"Menyentuhku? kapan? guamam Ara heran.


Kini mereka berdua sholat isya berjamaah, ini kali pertama Hendri mengimami istri sebagai makmumnya. Rasanya sungguh indah.


Ara sudah biasa di imami oleh bapak atau pun abangnya. Tapi kali ini sangat berbeda, suasana diimami oleh Hendri rasanya sangat berbeda, indah tak dapat dikatakan.


Selesai sholat isya mereka melanjutkan dengan sholat sunah dua rakaat.


Ara menciumi tangan Hendri dengan takzim dan dibalas Hendri dengan mencium kening Ara. Jangan tanya jantung kedua nya. Sungguh sangat tidak sehat, jantung mereka berdetak sangat kencang seolah hendak meledak.

__ADS_1


"*Y*a Allah kenapa jantung gue gak bisa kompromi gini sih, kan malu kalo sampai kedengaran Dogan". Ucapnya dalam hati seraya menunduk.


"Hendri mengangkat dagu Ara sehingga wajah nya mendongak keatas,kedua mata mereka bertemu dan saling tatap.


Hendri memajukan wajahnya mebuat Ara takut,nafasnya seakan berhenti.


"*M*ampus gue, jangan dok,gue takut!" jeritnya dalam hati.


Hingga bibir Hendri menyentuh bibir Ara, Hendri ******* nya dengan lembut, membuat Ara terpaku tidak tahu harus apa, ini pengalaman pertamanya,ciuman pertamanya.


Makin lama ciuman itu makin menuntut, Hendri begitu menikmati bibir Ara yang begitu lembut dan manis.


Tak mau berlama lama ia menggendong Ara ala bridyle dengan bibir yang masih bertaut dan menurunkan Ara dengan lembut ditempat tidur dan mengukungnya


Hendri membuka mukenah Ara dan lanjut enautkan bibirnya dengan bibir Ara,tangan nya juga tidak tinggal diam menjelajah dan mengeksplor seluruh tubuh Ara.


Kalimat ******* keluar saat Hendri mencium leher Ara dan memberi jejak disana, Hendri memberikan jejak keseluruh tubuh Ara,kini mereka sudah tidak mengenakan busana sehelai benangpun. Hendri masih dengan aksinya membuat Ara terbang melayang dibuat nya.


Hingga saat yang dinanti Hendri ia akan melepaskan senjatanya ke inti Ara.


"Sayang,mungkin akan sakit, tapi hanya sebentar, kamu tahan ya".


Ara hanya mengangguk karena ia yg tidak sanggup untuk bicara.


.


.


.


🌹🌹


tolong tinggalkan jejak nya ya kk😊


like coment dan vote nya🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2