Dokter Tampan, Sarangheo

Dokter Tampan, Sarangheo
58


__ADS_3

"Waaaahhh, rameh banget yah mas". Ara sangat takjub melihat keindahan di Namsan. Banyak sekali pasangan muda maupun non muda yang hadir ditempat ini.


"Ayo". Hendri menggandeng tangan Ara dan berjalan menyusuri keindahan malam.Suasana nya sangat romantis membuat pasangan ini diselimuti kebahagiaan.


"Mas, ayo. Ara mau meletakkan gembok disana". Ucapnya seraya menarik Hendri ketempat yang ia tuju.


"Banyak banget gembok nya mas.Lucu lucu lagi warnanya. Apa Song Jong Ki dan se hyung tidak mengaitkan gembok cinta nya disini yah?". Ucapnya sambil melihat lihat nama yang tertulis di gembok.


"Kenapa"?.


"Mereka bercerai kan. berarti mereka tidak memasang gembok cinta disini dong". Jawab nya.


"Sayang. jodoh, rezeki, pertemuan dan maut itu sudah ditetapkan. Bukan gembok ini yang bisa mengikat jodoh mereka". Hendri mengingatkan Ara.


"Iya.. iya mas. Ara juga tau kok. Cuma iseng aja". jawab nya cengengesan.


"hehehehe...." Hendri tertawa melihat tingkah Ara yang menurutnya sangat menggemaskan.


"Mana mas gemboknya? biar Ara letakkan. Sekalian difotoin ya mas".


Hendri menyerahkan gembok nya pada Ara. Dan saat Ara mengaitkan gembok nya Hendri mengambil foto danvideo Ara saat mengaitkan gembok.


"Ya Allah niat Ara disini cuma mau ikut ikutan aja ya Allah, bukan Ara minta pada ni gembok untuk menyatukan cinta Ara dan mas Hendri. bukan ya Allah. Ini murni cuma ikut ikutan trand saat di Namsan aja." Ucapnya sambil mengaitkan gembok dan membuang kuncinya.


Hendri geleng geleng kepala dan tersenyum melihat kekonyolan istrinya.


"Sudah selesai? terus kita mau kemana ni?" tanya Hendri pada Ara.

__ADS_1


"Naik kereta gantung mas". jawab Ara begitu semangat.


"Ayo kita naik". Hendri dan Ara berjalan dengan bergandengan tangan,mereka menuju tempat naiknya kereta. Tapi sangat ramai dan mereka harus bersabar menunggu antrian.


Sambil menunggu antrian Ara minta dibelikan kopi.


"Mas, belikan kopi seperti yang diminum Jun Pyo dan Jan di dong?". Hendri menaikkan sebelah alis nya tidak mengerti maksud Ara.


"Jun Pyo? jan- di? Siapa? tanya nya tidak tahu.


"Ck, mas ini. masa mas gak tahu aktor pemain BBF itu lho mas. ceritanya Jun Pyo membeli kopi untuknya dan Jan di, dan meminumnya dikereta gantung itu." Jawab nya.


"Ck.. coba bilang aja langsung minta dibelikan kopi. ini pake bilang seperti siapa itu Jun Jun Pyo lah.Yah mana mas tau lah yang.Mas gak suka nonton drama drama melow begitu".


"Itu drama romantis lho mas.Mas nya aja yang kuno."


Sekitar lima menit Hendri kembali membawa dua gelas kopi pesanan Ara. "ini kopinya". Hendri menyerahkan segelas kopi pada Ara.


"makasih ya mas, eh. Uda ayok giliran kita mas. Ayo masuk." Ajak ya memasuki kereta.


"Indah banget mas". Ara begitu takjub melihat pemandangan dari atas. Lampu lampu kota Seoul menambah keindahan dimalam hari.Ia bisa melihat keindahan kota dari atas.


Saat fokus melihat keindahan malam, sepasang tangan melingkar diperutnya. Hendri memeluknya dari belakang. Harum parfum Hendri membuat nya tambah nyaman dipeluk seperti ini. suasana nya sangat mendukung untuk mereka yang saling jatuh cinta.


"Mas.."


"Hem.."

__ADS_1


"Makasih ya uda bawa Ara kesini. Ara seneng banget".


Hendri melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh Ara menghadapnya. Ia mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. Sebuah kotak kecil persegi panjang dan menyerahkannya pada Ara.


"Apa ini mas?" tanya nya penasaran.


"Bukalah".


Ara langsung membukanya dan sungguh sangat terpukau melihat isinya. Sebuah gelang yang sangat indah.gelang berwarna silver dan berinisial huruf H dan A ditambah bentuk lambang hati ditengah inisial huruf. Terkena cahaya lampu membuat gelangnya sangat indah berkilau mengeluarkan cahaya berwarna.


"Mas pakaikan yah". Hendri mengambil gelangnya dan memakaikannya ditangan Ara. Ia memegan tangan Ara dan mencium punggung tangan Ara begitu lembut.


"Mas yang seharusnya berterima kasih. Terima kasih karena kamu sudah mau menerima mas. Mau memberikan cinta yang tulus buat mas. Makasih sayang. Mas sangat mencintaimu. Mas mau hidup bersamamu hingga menua. I Love You". Ucapnya lagi dan mencium kembali punggung tangan Ara.


Mata Ara berkaca kaca mendengar pernyataan Hendri. Ia sangat bahagia.


"I Love You to mas".


Cup


Hendri langsung mencium dan ******* bibir Ara.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak nya ya kak 🥰🥰


__ADS_2